Faprilisya Heldhika Fani
Universitas Darussalam Gontor

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Model Desain Pembelajaran PAI Berbasis Daring (Studi Kasus di Kelas VII MTs Nurul Wathan Banyuasin Sumatera Selatan) Tahun Ajaran 2020-2021 Syarifah; Farida Isroani; Faprilisya Heldhika Fani
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 4 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v8i4.365

Abstract

Rancangan pembelajaran merupakan alat yang sangat penting untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Seorang guru harus menyadari bahwa proses desain sangat penting bagi dirinya sendiri. Selain profesionalisme, guru dalam menyusun rancangan pembelajaran juga memerlukan keterampilan, pelatihan dan kesenangan bersama guru lain (terutama guru dengan mata pelajaran yang sama). Di masa pandemi Covid-19 saat ini, tentunya banyak terjadi perubahan pola pembelajaran, salah satunya berbasis online. Wajarnya, semua guru, termasuk guru PAI, harus berinovasi dalam desain pembelajaran PAI berbasis online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi desain pembelajaran model PAI berbasis online berdasarkan kurikulum yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan umum dalam pembelajaran dapat tercapai dan dapat meningkatkan perbaikan pembelajaran.
Internisasi Nilai Pendidikan Spritual Post natal pada Bayi Perspektif Teori Neurosains Rochmat, Cecep Sobar; Ayudiyanti, Putri Adinda; Ni’mah, Naily Alfiyatun; Susanti, Cela Petty; Maulaya, Rosendah Dwi; Fani, Faprilisya Heldika
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i2.5437

Abstract

Penanaman nilai-nilai spiritual penting dilakukan sedini mungkin oleh orang tua. Hal tersebut akan memengaruhi sikap dan kepribadiannya kelak. Internalisasi nilai spitual merupakan usaha mencegah degradasi moral pada anak. Penelitian ini bertujuan mengelaborasi konsep internalisasi nilai pendidikan spiritual post natal pada bayi perspektif teori neurosains. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Objek yang menjadi fokus adalah internalisasi pendidikan spiritual post natal yang dielaborasikan dengan teori neurosains sebagai model. Hasil penelitian menyatakan bahwa teori neurosains adalah teori yang mencoba memaksimalkan fungsi otak yang didalamnya terdapat sel-sel neuron. Pada bayi indera yang sudah berfungsi secara optimal adalah indera pendengaran. Dengan rangsang berupa adzan pada indera pendengaran dapat menambah kerumitan jaringan sel syaraf pada bayi. Semakin rumit dan kompleks, maka kemampuan berpikirnya pun semakin optimal. Adapun memahami ilmu mengenai teori neurosains ini sangat berguna dalam perkembangan pribadi termasuk dalam penanaman nilai-nilai pendidikan spiritual pada bayi.
Internisasi Nilai Pendidikan Spritual Post natal pada Bayi Perspektif Teori Neurosains Cecep Sobar Rochmat; Putri Adinda Ayudiyanti; Naily Alfiyatun Ni’mah; Cela Petty Susanti; Rosendah Dwi Maulaya; Faprilisya Heldika Fani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i2.5437

Abstract

Penanaman nilai-nilai spiritual penting dilakukan sedini mungkin oleh orang tua. Hal tersebut akan memengaruhi sikap dan kepribadiannya kelak. Internalisasi nilai spitual merupakan usaha mencegah degradasi moral pada anak. Penelitian ini bertujuan mengelaborasi konsep internalisasi nilai pendidikan spiritual post natal pada bayi perspektif teori neurosains. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Objek yang menjadi fokus adalah internalisasi pendidikan spiritual post natal yang dielaborasikan dengan teori neurosains sebagai model. Hasil penelitian menyatakan bahwa teori neurosains adalah teori yang mencoba memaksimalkan fungsi otak yang didalamnya terdapat sel-sel neuron. Pada bayi indera yang sudah berfungsi secara optimal adalah indera pendengaran. Dengan rangsang berupa adzan pada indera pendengaran dapat menambah kerumitan jaringan sel syaraf pada bayi. Semakin rumit dan kompleks, maka kemampuan berpikirnya pun semakin optimal. Adapun memahami ilmu mengenai teori neurosains ini sangat berguna dalam perkembangan pribadi termasuk dalam penanaman nilai-nilai pendidikan spiritual pada bayi.
Pengaruh Video Animasi Berbasis Animiz terhadap Hasil Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas VII di MTsN 13 Ngawi Faprilisya Heldhika Fani; Derajat, Putri Anadiliyah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Aqidah Akhlak memegang peran penting dalam membentuk karakter dan nilai moral peserta didik. Hasil belajar siswa kelas VII di MTsN 13 Ngawi masih belum optimal, yang ditunjukkan oleh nilai evaluasi yang masih berada di bawah rata-rata dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Metode pembelajaran yang kurang menarik menyebabkan rendahnya minat dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan media pembelajaran interaktif berbasis animasi Animiz terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Aqidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test dan post-test, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-test baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,779 > 0,05, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Namun, pada post-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,022 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran interaktif berbasis animasi Animiz berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTsN 13 Ngawi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian serupa dengan cakupan materi yang lebih luas serta melibatkan jumlah sampel yang lebih besar agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif
Pembinaan Parenting Islami: Penguatan Keteladanan Emosi Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak Rochmat, Cecep Sobar; Susanti, Cela Petty; Fani, Faprilisya Heldhika; Sari, Nur Indah; Pitaningrum, Adinda Kyan; Iffatussajidah, Iffatussajidah; Ramadhani, Choirunisa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1306

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya keteladanan emosi sebagai fondasi pembentukan karakter dan kecerdasan emosional anak. Tantangan parenting kontemporer, terutama terkait pengelolaan emosi orang tua, menjadi latar belakang kegiatan ini. Dilaksanakan oleh Universitas Darussalam Gontor melalui Pesantren Anak Sholeh (PAS) AsSakinah bekerja sama dengan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor, kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan edukasi berbasis andragogi serta reflective practice, mencakup ceramah tematik, diskusi interaktif, dan simulasi praktik pengasuhan. Evaluasi melalui observasi partisipasi orang tua serta pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran orang tua terhadap pengelolaan emosi, komunikasi efektif, dan pembiasaan nilai Islami dalam pola asuh. Hasilnya memperlihatkan terciptanya iklim emosional keluarga yang harmonis dan penerapan pola asuh holistik yang mendukung perkembangan karakter anak secara adaptif, beradab, dan seimbang antara kecerdasan emosional dan akademik.