Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perubahan Kecepatan Aliran Sungai Akibat Perubahan Pelurusan Sungai Sriyono, Edy
Jurnal Semesta Teknika Vol 10, No 1 (2007): MEI 2007
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh permeabilitas tanah (k), tinggi muka air (h), diameter pipa (D), panjang pipa (L), kedalaman pipa (l), dan luas pori (Af) terhadap debit aliran melalui pipa berpori (Q). Selain itu juga bertujuan untuk menentukan formula empirik hasil analisis dimensi debit aliran (Q) yang melalui pipa berpori.Penelitian dilakukan dengan cara membuat eksperimen fisik di laboratorium yang terdiri dari bak penelitian yang terbuat dari pasangan batu bata dan pipa berpori (jumlah pipa berpori seluruhnya 9 buah), yang kemudian diisi dengan pasir dan air pada berbagai macam variasi, kemudian besarnya debit aliran melalui pipa berpori diukur dengan gelas ukur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter yang berpengaruh secara signifikan terhadap debit (Q) adalah: permeabilitas tanah (k), diameter pipa berpori (D), panjang pipa berpori (L), kedalaman pipa berpori (l), luas pori (Af), dan ketinggian air di atas pipa berpori (h).Q = f (k, Af, L, l, D, h)Adapun formulasi empirik debit yang mewakili hubungan antara Q/k.L.D dengan Af.h/L.D.l adalah sebagai berikut ini. 
Perubahan Kecepatan Aliran Sungai Akibat Perubahan Pelurusan Sungai Edy Sriyono
Semesta Teknika Vol 10, No 1 (2007): MEI 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v10i1.851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh permeabilitas tanah (k), tinggi muka air (h), diameter pipa (D), panjang pipa (L), kedalaman pipa (l), dan luas pori (Af) terhadap debit aliran melalui pipa berpori (Q). Selain itu juga bertujuan untuk menentukan formula empirik hasil analisis dimensi debit aliran (Q) yang melalui pipa berpori.Penelitian dilakukan dengan cara membuat eksperimen fisik di laboratorium yang terdiri dari bak penelitian yang terbuat dari pasangan batu bata dan pipa berpori (jumlah pipa berpori seluruhnya 9 buah), yang kemudian diisi dengan pasir dan air pada berbagai macam variasi, kemudian besarnya debit aliran melalui pipa berpori diukur dengan gelas ukur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter yang berpengaruh secara signifikan terhadap debit (Q) adalah: permeabilitas tanah (k), diameter pipa berpori (D), panjang pipa berpori (L), kedalaman pipa berpori (l), luas pori (Af), dan ketinggian air di atas pipa berpori (h).Q = f (k, Af, L, l, D, h)Adapun formulasi empirik debit yang mewakili hubungan antara Q/k.L.D dengan Af.h/L.D.l adalah sebagai berikut ini. 
Analisis Kemanfaatan Embung Klampeyan Desa Tlogoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Edy Sriyono; Sardi Sardi; Dwi Astuti Trisnawati
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v6i2.734

Abstract

Embung Klampeyan yang diresmikan tahun 2009 mempunyai luas 54 x 329 meter persegi dengan kedalaman 4,15 meter, mempunyai tampung air sebesar 15.000 m³ dan mampu mengairi lahan seluas 25 hektar di sekitar area embung. Untuk meninjau kinerja embung digunakan sistem pendekatan berdasar aspek: fisik, pemanfaatan, serta operasional dan pemeliharaan. Metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data digunakan pada penelitian ini. Skala Likert diterapkan untuk menilai/mengukur perihal sikap, pendapat serta persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap variabel penelitian yang berupa kejadian atau gejala sosial yang telah ditetapkan secara spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk Aspek Fisik mempunyai nilai 4.02, Aspek Pemanfaatan mempunyai nilai 4.13, dan Aspek Operasi dan Pemeliharaan mempunyai nilai 4.06, yang berarti ketiga aspek tersebut pada kondisi sangat baik. Sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Embung Klampeyan pada kondisi sangat baik yang berarti Embung Klampeyan dapat memberikan kemanfaatan yang sangat baik bagi masyarakat di sekitarnya.
Water Resource Management in Developing Countries: Synthesizing the Literature Edy Sriyono
TEKNIK Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v43i3.46499

Abstract

The literature on water management is extensive, yet most publications have been concerned with the context of the developed world and much less with the developing context. This study aims to examine the extant research, provide an overview of the empirical research in the field of water resource management in a developing context, and provide several future research suggestions. To perform this analysis, we use R and Scimeetr to compile the resources and visualize the result systematically. The raw data were then reviewed and analyzed further. We find evidence that the field of water resource management in a developing-world context is presently divided into five major themes: water resources, water quality, water management, sustainability, and climate change. We find evidence, too, that most literature in the field of water resource management in developing contexts ironically came from developed countries, such as the United States (265), the United Kingdom (128), and China (98). It is expected that this study could be used as a stepping stone to move the literature on water resource management, particularly in the developing world, forward.
Analisis Ketersediaan Air Embung Tambakboyo Sleman DIY Agung Purwanto; Edy Sriyono; Sardi S
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kegiatan komersial seperti pertanian, perikanan, air minum, industri dan usaha lainnya. Perkembangan suatu daerah akan menyebabkan kebutuhan air terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan taraf hidupnya. Kecenderungan yang sering terjadi adalah adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan air dan kebutuhan air sehingga menimbulkan terjadinya krisis air. Tujuan yang ingin dicapai dalam analisis ini adalah untuk mengetahui jumlah ketersediaan air Embung Tambakboyo sepanjang tahun.Metode analisis yang dilakukan meliputi pengumpulan data (debit, curah hujan, dan Peta Rupabuni Digital Indonesia), luas DAS, uji konsistensi, hujan wilayah, evapotranspirasi, simulasi FJ Mock, debit andalan, hujan andalan, hujan efektif, dan debit air masuk (inflow).Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air Embung Tambakboyo terjadi sepanjang tahun mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember, dengan jumlah tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 1.989,29 lt/dt dan terendah terjadi pada bulan Desember sebesar 36,12 lt/dt. Kata Kunci: debit, embung, ketersediaan air.
Survey dan Inventarisasi Potensi Sumber Daya Air Baku di Wilayah Sungai Progo Opak Serang Edy Sriyono
Retii 2020: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-15
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of conducting a survey and inventory of raw water resources in the Progo Opak Serang River Basin is to find out how much potential raw water resources in the river area can be used as raw water for drinking water. Inventory of potential raw water resources is carried out by searching the location, inventorying various potential existing water resources and other relevant information on the location of water resources and the network path to be traversed in order to obtain: information of water resources management planning, secondary data collection and primary data collection. From the potentials of water sources, a score is made to determine the most potential water sources for planning. Scoring is required to determine the location of the selected water source. The survey and inventory results show that the potential of raw water resources that can be utilized in the Progo Opak Serang River Basin as a whole is 68 liters / second. As for the method of taking raw water in general, it can be done with a gravity system, a pump or a combination of both.
Sistem Irigasi Tetes dan Indikasi Geografis Sebagai Upaya Penguatan Potensi Lokal Kopi Robusta Merapi Sleman di Yogyakarta Edy Sriyono; Dyah Permata Budi Asri
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1617

Abstract

Pengabdian ini dilakukan di Kabupaten Sleman yang memiliki potensi lokal Kopi Robusta Merapi, yang memiliki keunggulan baik dari kualitas maupun ciri khas rasa kopi yang light. Sebagai produk unggulan perlu upaya untuk menjaga dan melindungi produk tersebut sehingga dilakukan program Irigasi Tetes dan pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi. Mitra pengabdian adalah Kelompok Tani Tucangkem (Turi, Cangkringan dan Pakem) yang merupakan nama kecamatan.  Adanya permasalahan di bidang pengairan karena jauhnya lokasi sumber air, sehingga menyebabkan terbatasnya alokasi air untuk irigasi perkebunan tersebut, sehingga perlu dicarikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut dan potensi klaim oleh negara lain untuk produk kopi yang diekspor ke ke luar negeri. Metode pelaksanannya adalah dengan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Irigasi Tetes dan Pendaftaran Indikasi Geografis. Hasil pengabdian adalah tersedia sistem irigasi tetes untuk kebun kopi dengan pemanfaatan air yang optimal dan efisien dengan biaya murah dan cara yang mudah. Selain itu Kopi Robusta Merapi Sleman juga mendapatkan perlindungan hukum dengan didaftarkan sebagai Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi Sleman kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Hasil Evaluasi irigasi tetes dilakukan setiap 1 bulan sekali dan evaluasi pendaftaran Indikasi Geografis dengan memantau progres pendaftaran.Kata kunci: Irigasi Tetes, Kopi Robusta Merapi, Pengairan, Indikasi Geografis, Perlindungan Hukum
Pengembangan Potensi Lokal Daerah Melalui Pendaftaran Indikasi Geografis Untuk Memperkuat Potensi Ekonomi Masyarakat di DI Yogyakarta Asri, Dyah Permata Budi; Sriyono, Edy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1247

Abstract

Potensi lokal di Yogyakarta cukup berlimpah dan perlu pengelolaan yang serius guna menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat maupun daerah setempat. Salah satu bentuk pengelolaan potensi lokal adalah dengan pendaftaran Indikasi Geografis. Secara hukum, jika untuk produk dan kekayaan alam yang telah terdaftar secara resmi dan dikeluarkan sertifikat Indikasi Geografis oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI, maka negara akan memberikan perlindungan atas Indikasi Geografis dari pelanggaran dan penyalahgunaan hak. Selama ini perlindungan hukum Hak Kekayaan Intelektual hanya sebatas membahas mengenai merek, untuk Indikasi Geografis belum banyak dibahas, sehingga perlu ada pemahaman sekaligus pendampingan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat MPIG.Metode yang dipakai adalah dengan melakukan edukasi dan sosialisasi dan pendampingan dalam pendaftaran Indikasi Geografis. Khusus untuk IG Kopi Robusta Merapi Sleman juga diberikan edukasi dan sosialiasi mengenai irigasi yang efektif dan optimal lahan kopi melalui sistem irigasi tetes untuk keberlangsungkan perkebunan kopi di daerah tersebut karena disebabkan oleh minimnya ketersediaan air. Hasil yang diharapkan adalah terbangunnya kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah akan arti pentingnya perlindungan IG dan pembuatan 2 buah buku Dokumen Deskripsi IG. Hasil pengabdian adalah dengan melakukan kegiatan sosialisasi pada dua wilayah yaitu Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul serta pembuatan buku Dokumen Deskripsi IG. Kesimpulan dalam pengabdian ini adalah masyarakat dan pemerintah daerah telah memahami arti penting IG dan melakukan pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi dan Indikasi Geografis Gerabah Kasongan Bantul.
Pendampingan Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis Gerabah Kasongan Bantul, DI Yogyakarta untuk Menjaga Reputasi Potensi Lokal Daerah Asri, Dyah Permata Budi; Sriyono, Edy; Poerwoko, Ludfie Jatmiko Setyo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerabah dari Kasongan Kabupaten Bantul Yogyakarta, memiliki reputasi di pasar domestik maupun  internasional, diwariskan turun temurun lebih sari satu abad hingga saat ini. Seni kerajinan Gerabah Kasongan memiliki karakteristik ciri khas yang membedakan, yakni “teknik tempel”, sehingga menjadi produk unggulan daerah, yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat maupun pemerintah daerah setempat. Sehingga diperlukan perlindungan produk lokal terhadap potensi  pelanggaran oleh daerah maupun negara lain. Program pengabdian dilakukan melalui pendampingan Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indikasi Geografis (IG) Gerabah Kasongan sejak tahun 2019 dan pada bulan Maret 2024 Gerabah Kasongan resmi mendapatkan pengakuan negara melalui pemberian sertifikat IG Kasongan Bantul dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI. Inti Permasalahan adalah bagaimana bentuk perlindungan terhadap Gerabah Kasongan Bantul dan bagaimanakah metode pelaksanaan perlindungan tersebut dilakukan. Metode pemecahannya melalui edukasi terhadap arti pentingnya perlindungan Gerabah Kasongan, pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), dan pendampingan pendaftaran HKI IG. Hasil temuan saintifik,  bahwa perlindungan Gerabah Kasongan secara resmi akan mencegah pihak-pihak lain tanpa hak memanfaat kerajinan tersebut dan semakin meningkatkan manfaat ekonomi MPIG. Hasil implementasi metode adalah diberikannya perlindungan Gerabah Kasongan dengan sertifikat IG. Simpulan, saat ini produk Gerabah Kasongan Bantul telah resmi dilindungi IG, sehingga hal ini akan mendorong pengajuan IG lainnya  terhadap potensi lokal di Bantul.
Identifikasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Wilayah Pengamatan Sleman Timur DIY Menggunakan Visualisasi Informasi Data Spasial Edy Sriyono; Sardi; Sutardi
Prosiding Vol 7 No 1 (2025): SNISTEK
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/psnistek.v7i1.10738

Abstract

Sleman Regency is one of the regions with extensive agricultural land and the largest rice producer in the Special Region of Yogyakarta Province. To increase rice production in East Sleman, water services are prioritized. This is achieved through the construction of irrigation networks, including dams, canals, culverts, gutters, and sluice gates. This ensures that the operation and maintenance of existing irrigation channels are prioritized. Operations and Maintenance (O&M) are conducted to monitor the condition of irrigation structures in each irrigation area by calculating the extent of physical damage and maintenance costs. To support smooth operation and maintenance activities, a method is needed that can quickly access information on the condition of irrigation structures in each irrigation area using a Spatial Data System, which provides links via HTML Popup, containing information on the condition of the irrigation structures. Through monitoring, damage and maintenance costs are calculated, including damage to the physical structures, such as river stone masonry and plaster. The total volume of river stone masonry in the East Sleman Irrigation Area is 1,188.20 m3 and plastering 3,599.46 m2, while the costs required for the Operation and Maintenance of River Stone Masonry are @ Rp. 929,298.70/m3 so that it requires a cost of Rp. 1,104,201,265.00 and for plastering @ Rp. 52,116.69/m2 so that it requires a cost of Rp. 187,591,905.00. For data on the operation and maintenance needs of each irrigation area, it is easier to store, manage, and display using spatial data from GIS (Geographic Information System) applications.