Purnama Ayu Rizky
Universitas Bunda Mulia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH INTENTIONAL EXPOSURE DAN INCIDENTAL EXPOSURE TERHADAP ONLINE POLITICAL PARTICIPATION YANG DIMEDIASI NEWS ELABORATION Henilia Yulita; Purnama Ayu Rizky; Beverly Ongko Putri
KOMUNIKATA57 Vol 4 No 2 (2023): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v4i2.987

Abstract

Keterlibatan politik secara daring dapat menggambarkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi. Partisipasi politik masyarakat dipengaruhi oleh terpaan informasi yang diterima baik secara disengaja ataupun tidak disengaja. Kehadiran berita politik secara daring turut memengaruhi keterlibatan masyarakat dalam berpolitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Presiden 2024 yang dipengaruhi oleh intentional exposure, incidental exposure melalui news elaboration sebagai mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 90 responden dan diolah menggunakan SEM – Smart PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intentional exposure berpengaruh terhadap news elaboration dan intentional exposure berpengaruh terhadap online political participation.
Fenomena Thrifting sebagai Gaya Hidup Ramah Lingkungan Milenial di Jakarta Rizky, Purnama Ayu; Rachmad, Teguh Hidayatul
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol 4, No 2 (2023): Caraka : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v4i2.79

Abstract

Setiap fenomena yang hadir dalam masyarakat dan membentuk sebuah kebiasaan merupakan cara yang dapat dihadirkan untuk menarik suatu makna dan manfaat secara signifikan. Dengan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat, dalam hal ini kaum milenial yang memilki keleluasaan dalam mengapresiasi diri, maka segala tindakan yang dilakukan dalam menentukan identitas dirinya dengan cara memanfaatkan pakaian yang dikenakan. Memperhatikan budaya thrifting secara menyeluruh, perlu dilandasi dengan adanya kesadaran secara utuh, generasi muda dapat melihat tindakan mereka dalam memenuhi tuntutan zaman, dalam hal ini tuntutan dalam bertindak secara penuh pada hadirnya kesadaran. Dengan segala bentuk dan keterbatasannya, ruang- ruang komunikasi selalu hadir dan diberi maknanya pada kesadaran. Oleh sebab itu kesadaran menjadi kunci yang dapat ditarik menjadi kunci utama, dengan mengangkat teori transformasi kesadaran dalam perspektif yang lebih luas. Melalu sudut pemahaman Reza Antonius Wattimena, makna kesadaran untuk melihat budaya thrifting tersebut menjadi sesuatu yang lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi, pemahaman mengenai budaya thrifting dapat dijadikan sebagai pijakan terkait orang yang mampu menghadirkan penilaian positip dan dewasa secara menyeluruh.
Fenomena Thrifting sebagai Gaya Hidup Ramah Lingkungan Milenial di Jakarta Rizky, Purnama Ayu; Rachmad, Teguh Hidayatul
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 4 No. 2 (2023): Caraka : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v4i2.79

Abstract

Setiap fenomena yang hadir dalam masyarakat dan membentuk sebuah kebiasaan merupakan cara yang dapat dihadirkan untuk menarik suatu makna dan manfaat secara signifikan. Dengan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat, dalam hal ini kaum milenial yang memilki keleluasaan dalam mengapresiasi diri, maka segala tindakan yang dilakukan dalam menentukan identitas dirinya dengan cara memanfaatkan pakaian yang dikenakan. Memperhatikan budaya thrifting secara menyeluruh, perlu dilandasi dengan adanya kesadaran secara utuh, generasi muda dapat melihat tindakan mereka dalam memenuhi tuntutan zaman, dalam hal ini tuntutan dalam bertindak secara penuh pada hadirnya kesadaran. Dengan segala bentuk dan keterbatasannya, ruang- ruang komunikasi selalu hadir dan diberi maknanya pada kesadaran. Oleh sebab itu kesadaran menjadi kunci yang dapat ditarik menjadi kunci utama, dengan mengangkat teori transformasi kesadaran dalam perspektif yang lebih luas. Melalu sudut pemahaman Reza Antonius Wattimena, makna kesadaran untuk melihat budaya thrifting tersebut menjadi sesuatu yang lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi, pemahaman mengenai budaya thrifting dapat dijadikan sebagai pijakan terkait orang yang mampu menghadirkan penilaian positip dan dewasa secara menyeluruh.
Pernikahan Politik Indonesia (Studi Kasus Pernikahan Adik Jokowi dan Ketua Mahkamah Konstitusi) Purnama Ayu Rizky
Politicos: Jurnal Politik Dan Pemerintahan Vol. 2 No. 2 (2022): POLITICOS: Jurnal Politik dan Pemerintahan
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/politicos.2.2.2022.104-113

Abstract

Political marriage is a practice that can be traced to its history since the era of the Javanese Hindu kingdom. This practice continues in the current period and is carried out by political elites from local to national levels, from the executive to the judiciary. In the latest case, a political marriage was carried out by the Chief Justice of the Constitutional Court, Anwar Usman and the younger brother of Indonesian President Jokowi, Idayati, on March 26, 2022. This research found that the political marriage showed similarities in patterns, motives, and goals with political marriages that had occurred before, namely to perpetuate the status quo, secure power, and seek allies. This descriptive qualitative research results align with the theory of power relations and knowledge presented by the philosopher Michel Foucault. That power in political marriages has an estuary to perpetuate these relations, strengthen, or isolate them from other power relations. However, in the discipline of Communication and Politics itself, research on political marriage is still rarely carried out in Indonesia. Therefore, this research is essential to fill this gap.