Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PERAN PMO MELALUI EDUKASI PENULARAN SERUMAH DAN PEMBERIAN VITAMIN DALAM MENURUNKAN ANGKA PENDERITA TB PARU DI KECAMATAN KABILA Juwita Suma; Bun Yamin Badjuka; Sulastri Pua Age; Ruslin Hasan
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v3i2.16426

Abstract

Di Indonesia Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit yang menimbulkan masalah kesehatan di masyarakat. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycrobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Salah satu factor yang menjadi penyebab utama TB paru yaitu lingkungan. TB akan lebih mudah menular pada orang dengan tempat tinggal yang berada di kawasan perumahan padat penghuni, kurang adanya pencahayaan sinar matahari yang masuk kerumah dan ventilasi serta struktur bangunan rumah yang tidak memadai. Kebaruan kegiatan ini karena melakukan pemberdayaan PMO melalui edukasi penularan serumah dan pemberian vitamin. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan solusi yang tepat kepada masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit TB paru dan pengendalian terhadap penderita TB paru untuk hidup lebih sehat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat berupa Edukasi, pembagian vitamin, leaflet, dan pemberian masker diberikan kepada masyarakat/keluarga penderita TB paru. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini di peroleh tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi yaitu terdapat peningkatan pengetahuan PMO mengenai Peran PMO dan pengetahuan tentang TB Paru setelah diberikan edukasi dari 7% menjadi 57% memiliki pengetahuan baik. Diperoleh diagram angka kesembuhan penderita TB Paru setelah diberikan vitamin yaitu 53% mencapai angka kesembuhan. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan peningkatan pengetahuan PMO mengenai Peran PMO dan pengetahuan tentang TB Paru.Kata Kunci : Edukasi; Vitamin; TB paru.  
TESTING THE EFFECTIVENESS OF EDUCATION ON EDUCATION ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE ON THE ERADICATION OF MOSQUITO NESTS (PSN) Ruslin Hasan
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16702

Abstract

Penyakit DBD merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan vektor nyamuk genus Aedes. Berdasarkan analisis spasial, kasus DBD di Kelurahan Buladu Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo tahun 2019 termasuk kategori tinggi dengan 103 kasus. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang efektivitas pemberian edukasi kelurahan siaga terhadap tingkat pengetahuan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) demam berdarah dengue (DBD). Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD melalui edukasi kelurahan siaga Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Kota Barat. Penelitian dimulai dengan melakukan sosialisasi dan pengorganisasian kelurahan siaga, memberikan pre-test sebagai data awal kepada 21 orang kader kesehatan, memberikan edukasi, dan mengevaluasi dengan pemberian post-test yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan sebesar 100% dengan ­p-value 0.014, sementara sikap juga mengalami peningkatan 100% dengan p-value 0.025, dan perilaku juga meningkat 71.4% variabel cukup, dan 28.6% untuk variabel baik kader mengenai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD setelah dilakukan pemberian edukasi kepada masyarakat. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh pemberian edukasi kelurahan siaga terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat.Kata kunci:  Pemberantasan Sarang Nyamuk; Pengetahuan; Perilaku; Siaga DBD; Sikap. AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an acute febrile disease caused by the dengue virus, which enters the human bloodstream through the bite of a mosquito vector of the Aedes genus. Based on spatial analysis, dengue cases in Buladu Village, Kota Barat District, Gorontalo City, in 2019, were in the high category with 103 points. The novelty of this study is that it examines the effectiveness of providing education in the alert village to the level of knowledge on eradicating mosquito nests (PSN) for dengue hemorrhagic fever (DHF). The purpose of this study was to provide information on efforts to prevent and control DHF through education in the alert village for the Eradication of Mosquito Nests (PSN) for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the working area of the West City Health Center. The study began by conducting socialization and organizing the kelurahan standby, giving pre-test as initial data to 21 health cadres, providing education, and evaluating by giving a post-test which was then analyzed using the Wilcoxon statistical test. The results showed a significant increase in knowledge by 100% with a -p-value of 0.014, while attitudes also increased by 100% with a p-value of 0.025, and behavior also increased by 71.4% for sufficient variables, and 28.6% for both cadre variables regarding prevention and treatment efforts. ControlControl of DHF after providing education to the public. The conclusion of this study is that there is an effect of providing kelurahan education on the level of knowledge, attitudes, and behavior of the community.
PEMBUATAN FILTER AIR UNTUK MENJERNIHKAN AIR BAKU Ruslin Hasan; Bun Yamin M. Badjuka; Rahman Suleman; Novalia Warow
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11413

Abstract

Abstrak: Air yang dikonsumsi manusia haruslah memenuhi indikator fisika, kimia, dan biologi, agar tidak emnimbulkan gangguan kesehatan. Mn dan Fe adalah indikator kimiawi air, yang apabila dikonsumsi diatas batas aman, maka akan menimbulkan penyakit bagi manusia. Masalah yang dihadapi oleh mitra kegiatan ini adalah air baku yang tercemar Mn dan Fe dalam jumlah yang cukup besar (2) Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi pengolahan air melalui desain alat penjernih air dengan metode aerasi filtrasi (3) Metode kegiatan ini yaitu tahapan pra kegiatan dimana tim melakukan persiapan keperluan pengabmas, pelaksanaan kegiatan, dan tahap evaluasi yaitu tim melakukan pengukuran parameter fisik air. Serta disosialisasikan tentang cara perawatan alat, meliputi pencucian pasir, serta pemeliharaan sambungan pipa, shoer, dan keran, pada masyarakat yang menjadi sasaran. Kegiatan ini melibatkan mitra Desa Tualango yang terdiri dari 5 orang aparat Des, 20 orang masyarakat, dan 1 orang petugas Puskesmas. Evaluasi pasca pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak 2 kali yang meliputi perawatan serta perbaikan alat, serta pengukuran hasil olahan dari alat. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini, adalah diperolehnya air baku masyarakat yang memenuhi syarat fisik (tidak berbau, berwarna, dan berasa) dengan persentase 100% setelah dilakukan pengolahan dengan alat yang digunakan. Sementara, untuk perawatan alat penjernih telah diajarkan pada masyarakat pada saat tahapan sosialisasi .Abstract: Water consumed by humans must meet physical, chemical, and biological indicators, so as not to cause health problems. Mn and Fe are chemical indicators of water, which if consumed above the safe limit, it will cause disease for humans. The problem faced by partners in this activity is raw water that is contaminated with Mn and Fe in large enough quantities (2) The purpose of this service is to provide water treatment solutions through the design of water purification equipment with aeration filtration method (3) The method of this activity is the pre-processing stage. An activity where the team prepares for the needs of community service, implementation of activities, and the evaluation stage, where the team measures the physical parameters of water. As well as being socialized on how to maintain tools, including sand washing, as well as maintenance of pipe connections, shoers, and faucets, to the target community. This activity involved Tualango Village partners consisting of 5 village officials, 20 community members, and 1 Puskesmas officer. Post-implementation evaluation activities were carried out 2 times which included maintenance and repair of tools, as well as measurement of the processed results of the tools. The result achieved in this activity is the obtaining of community raw water that meets physical requirements (odorless, colorless, and tasteless) with a percentage of 100% after processing with the equipment used. Meanwhile, the maintenance of the purifier has been taught to the community during the socialization stage.
Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dalam Meminimalisir Timbulan Sampah di Kelurahan Bugis Kota Gorontalo: Household Waste Management Strategy in Minimizing Waste Generation in Bugis Village, Gorontalo City Ruslin Hasan; Faisal Faisal
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4521

Abstract

Strategi dalam melakukan pengelolaan sampah dibutuhkan untuk meminimalisir timbulan sampah rumah tangga di kelurahan Bugis kota Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga dalam meminimalisir timbulan sampah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan studi quasi eksperimen dengan perlakukan terhadap responden berupa edukasi dalam bentuk penyuluhan. Efektivitas edukasi diukur dengan pre-test dan post-test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 orang kepala rumah tangga atau anggota rumah tangga (istri, anak) yang berperan terhadap pengelolaan sampah di rumah. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga yang dilakukan. Adapun analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi terkait strategi pengelolaan sampah rumah tangga terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Berdasarkan hasil statistik Uji Paired Correlation T-Test menunjukkan nilai sig. 0,026 < 0,05, maka terdapat korelasi antara edukasi terhadap pengetahuan terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Adapun nilai orrelations sebesar 0,386, menunjukkan bahwa tingkat korelasi antara edukasi dengan peningkatan pengetahuan terkait pengelolaan sampah rumah tangga cukup besar. Adapun hasil statistik Uji Paired Sample T-Test dengan nilai sig. <0,001 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Sehingga edukasi pengelolaan sampah rumah tangga efektif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga dalam meminimalisir timbulan sampah.
Kualitas Air Bersih Masyarakat Di Sekitar Tempat Pembuangan akhir (TPA) Sampah Talumelito Hasan, Ruslin; Suleman, Rahman; Ali, Indra Haryanto
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No 2 (2022): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v12i2.2497

Abstract

Final Disposal Site (TPA) The existence of a waste Final Processing Site (TPA) has the potential to be a source of water pollution. This study is a descriptive study, the sample used in this study is water used by the community around the Talumelito TPA location, which was taken at 5 different points. The results showed that of the 5 water samples taken, the pH, temperature, and TDS parameters met the requirements, while for turbidity, there were 2 samples taken from point 2 and point 3 that did not meet the requirements because they had a turbidity value of 26.7 NTU, and 26.9 NTU. This result is not in accordance with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017, namely the NAV for water turbidity is 25 NTU. The conclusion of this study is that the turbidity for the samples obtained from point 2 and point 3, which is clean water consumed daily by the people in that place, does not meet the requirements. Meanwhile, the parameters of pH, temperature, and TDS in water taken from 5 sampling locations met the requirements.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMFAATAN ECO ENZYME PADA KARANG TARUNA DAN KELUARGA UNTUK MENURUNKAN TIMBULAN SAMPAH ORGANIK DI DESA TRIDHARMA, KEC. PULUBALA, KAB. GORONTALO Yanti Mustafa; Sulastri Pua Age; Ruslin Hasan; Achmad Citro Demolingo; Muhammad Rifki; Regina Dwi Amalia Uwade
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.43939

Abstract

Desa Tridharma, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, menghadapi permasalahan pengelolaan sampah, terutama sampah organik, yang masih banyak ditangani secara mandiri oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya akses terhadap pengangkutan sampah dan pengetahuan yang terbatas tentang pengelolaan sampah yang baik. Salah satu solusi yang diusulkan adalah melalui pelatihan pembuatan dan pemanfaatan Eco Enzyme, yang merupakan hasil fermentasi sampah organik, seperti sisa buah-buahan dan sayuran. Eco Enzyme memiliki berbagai manfaat, di antaranya sebagai pupuk ramah lingkungan dan cairan pembersih yang berguna dalam pertanian, terutama di desa penghasil jagung seperti Tridharma. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah organik serta cara pembuatan Eco Enzyme. Pelatihan yang dilakukan mencakup pemberian materi tentang pengolahan sampah organik dan pemanfaatan Eco Enzyme, serta evaluasi pasca-pelatihan. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu masyarakat, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah secara efektif dan berkelanjutan. Ke depan, Desa Tridharma diharapkan menjadi desa percontohan dalam pengelolaan sampah organik, yang mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Kabupaten Gorontalo.