Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS SIFAT FISIKA DAN KANDUNGAN LIGNOSELULOSA LIMBAH AMPAS SAGU (METROXYLON SPP) ASAL KABUPATEN JAYAPURA, PAPUA Endang Haryati; Tatang Sutarman; Martina Bunga
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 5 No 1 (2022): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v5i1.2167

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Propinsi Papua (2010) tanaman sagu (Metroxylon spp) di Kabupaten Jayapura terdapat 36 jenis dengan luas sebesar 25.488 ha. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sifat fisika, kadar lignoselulosa, gugus fungsi dan menganalisis pola spektrum X-Ray Diffraksi limbah ampas sagu. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, limbah ampas sagu asal Kabupaten Jayapura memiliki kadar air sebesar 10,57 %, kadar abu sebesar 11,50 %, 11,22 % hemiselulosa 58,67 % selulosa dan 8,44 % lignin. Spektrum FTIR sampel menunjukkan adanya serapan Panjang gelombang yang merupakan gugus- gugus fungsi O-H, C-H, C-H2, C-C, C-O dan C-OH, dimana gugus-gugus fungsi tersebut adalah pembentuk senyawa lignoselulosa Pola spektrum XRD sampel memiliki pola yang mirip dengan pola XRD mikrokristalin selulosa standar dengan puncak 2( pada sudut 14,96 (; 17,01(; 18,19 (dan 22,91(. Oleh karena itu, limbah ampas sagu asal Kabupaten Jayapura berpotensi sebagai sumber selulosa partikel.
Pengukuran Nilai Kosntanta Dielektrik Dan Kandungan Padatan Terlarut Air Danau Sentani Benny A. Bungasalu; Eva Papilaya; Martina Bunga; Khaeriah Dahlan; Hardi Hamzah
Jurnal Fisika Papua Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v2i1.28

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis kosntanta dilektik dan pengukuran total padatan atau partikel terlarut dalam air danau Sentani. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar nilai dari konstanta dielektrik dan nilai padatan yang terlarut pada air danau sentani. Penelitian ini mengambil sample di sekitran kampung yoboi kabupaten Jayapura. Dimana dari penelitian ini didapatkan rata rata nilai padatan 112.8 ppm. Untuk penentuan konstanta dielektrik tiap konsentrasi larutan dilakukan pengukuran kapasitansi dengan variasi jarak antar plat. Sebelum pengukuran konstanta dielektrik larutan, dilakukan kalibrasi dahulu terhadap alat dengan mengukur konstanta dilektrik udara dan didapatkan nilai sebesar 1,05. Nilai ini berbeda dengan konstanta dielektrik udara referensi sebesar 1,00054 sehingga didapatkan eror sebesar 4,9 %. Nilai eror ini masih dalam tahap wajar sehingga alat dapat digunakan untuk mengukur konstanta dielektrik larutan. Pengukuran kapasitansi dilakukan dengan range frekuensi 100 – 2000 Hz dengan interval 50 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dielektrik dapat digunakan untuk mengukur nilai kapasitansi dan konstanta dielektrik pada cabe air danau sentani. Nilai kapasitansi dan konstanta dielektrik semakin menurun dengan bertambahnya frekuensi.
SOSIALISASI POTENSI GEMPA BUMI DI SMKN 8 KOTA JAYAPURA Eva Papilaya; Benny Abraham Bungasalu; Martina Bunga
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v1i1.139

Abstract

Kondisi geografis, demografis, sosiologis, meteorologis dan klimatologis Indonesia menjadikan Indonesia berada di daerah rawan terhadap bencana (alam, non alam, dan sosial). Pulau Papua terletak diujung pertemuan lempeng samudera yaitu Lempeng Samudera yaitu Lempeng pasifik yang menyusup di bawah Papua bergerka kea rah barat daya dengan kecepatan 12 cm/tahun dan lempeng Indo-Australia yang menyusup dibawah Lempeng Eurasia bergerak ke utara sekitar 7 cm/tahun. Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana , baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana (Pasal 1ayat 6 PP No 21 Tahun 2008) Pentingnya pendidikan kebencanaan di sekolah melalui kegiatan penyuluhan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat. Menerut peraturan BNPB Nomor 4 Tahun 2008 dijelaskan upaya atau kegiatan dalam rangka pencegahan dan mitigasi yang dilakukan, bertujuan untuk menghindari terjadinya bencana serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana. Kegiatan ini pengabdian dilaksanakan pada tanggal 5 November 2016. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah siswa-siswi SMKN 8 Kota Jayapura
Pengenalan Konsep Fisika dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Kelompok Anak di Sentani sebagai Upaya Meningkatkan Minat dan Pemahaman Sains Flinn C. Radjabaycolle; Martina Bunga; Rachmadani O. Susilowati; Veronince Kogoya; Julio E. P. Webori
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v10i1.5311

Abstract

Physics plays an essential role in everyday life; however, it is often perceived as difficult and abstract, particularly by elementary school students. This community service program was conducted at SD Negeri Inpres Kleublouw, Jayapura Regency, to introduce basic physics concepts through simple, low-cost, and interactive experiments. The program aimed to improve students’ understanding of fundamental principles such as force, balance, load distribution, inertia, and air pressure, while fostering curiosity and interest in science. The activities involved fourth-, fifth-, and sixth-grade students and were implemented through demonstrations, educational games, and interactive discussions. Three experiments were conducted: paper tower structures to explore compressive force distribution and stability, paper bridges to demonstrate the effect of shape on rigidity and load-bearing capacity, and a ruler-and-paper experiment to illustrate air pressure and material strength. The results showed high student enthusiasm and active participation. Students demonstrated improved conceptual understanding and greater interest in physics. The program also provided valuable pedagogical experience for university students and offered teachers practical examples of experiment-based science instruction using simple materials. Overall, the initiative highlights that interactive, hands-on activities can effectively enhance science literacy in elementary schools, particularly in resource-limited settings