Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OCCUPATIONAL HEALTH: HYPERTENSION EDUCATION FOR EMPLOYEES IN STEEL DISTRIBUTION COMPANY Maria Maxmila Yoche Arkianti; Theresia Theresia; Fransiska Ompusunggu; Gracia Akti Manihuruk; Lina Berliana Togatorop; Dimas Krisbiantoro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1473

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian dini di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko dari hipertensi diantaranya stress, pola makan, kurang aktivitas dan pekerjaan. Hipertensi bisa mempengaruhi kinerja seseorang dalam bekerja. Hipertensi bisa terjadi di tempat kerja. Oleh karena itu, adanya edukasi serta skrining risiko terkait hipertensi diharapkan dapat membantu pekerja untuk mejaga kesehatan sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat dikerjakan secara optimal. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada karyawan PT.Panca Logam Sukses Mandiri terkait hipertensi, melihat pengetahuan karyawan terhadap hipertensi melalui skrining dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan edkasi dilakukan dalam bentuk pemaparan materi serta tanya jawab terkait hipertensi. Di akhir sesi, peserta melakukan skrining terkait risiko dengan mengisi kuisioner serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah dilakukan edukasi rata-rata pengetahuan peserta terkait hipertensi mengalami peningkatan sebesar 29 poin, 45 % peserta berusia 26-35 tahun (dewasa awal), klasifikasi tekanan darah peserta berada dalam rentang normal sebesar 50 %, 90 % peserta berjenis kelamin laki-laki, 55% IMT dalam nilai normal dan 60 % peserta mempunyai nilai kolesterol ≤ 200 mg.
PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA PESERTA UMUM MELALUI NUTRISI TOMBONG KELAPA DI PUSKESMAS BINONG Desman Berkati Larosa; Sumiaty Aiba; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Christie Lidya Rumerung; Komilie Situmorang
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1590

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian secara mendadak. Masalah hipertensi telah banyak menjadi momok yang menakutkan baik di Indonesia maupun diseluruh dunia. Kasus hipertensi dikalangan masyarakan mulai dari gejala ringan, sedang dan medium belum menjadi prioritas utama dalam pelayanan Kesehatan. Gangguan dan gejala hipertensi baru dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan dari pasien yang inisiatif memeriksakan kesehatan, karena ditandai dengan pusing yang berkepanjangan dan merasa posisi keseimbangan tubuh tidak stabil. Tujuan dari kegiatan upaya pencegahan hipertensi pada peserta umum melalui nutrisi tombong kelapa adalah bagian dari target edukasi hipertensi dan preventif pada ibu hamil melalui tombong kelapa di Puskesmas Binong. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan dan edukasi, serta pengecekan tekanan darah. Hasil yang didapatkan dari edukasi dan penyuluhan pencegahan hipertensi pada peserta umum melalui nutrisi tombong kelapa, ditinjau dari rentang usia remaja akhir 17-25 tahun, yaitu 21.43%, masa dewasa awal 26-35 tahun berkisar 28,57%, masa dewasa akhir 36-45 tahun mencapai 35.71%, dan masa lansia awal 46-55 tahun sekitar 14.29%, serta memiliki tekanan sistol dan diastol representatif tergolong rendah, dimana kisarannya antara 100/70 mmHg. Kesimpulan: peranan promosi kesehatan tentang edukasi dan penyuluhan hipertensi rentang usia pada masyarakat umum menjadi bagian yang terpenting dampak mencegah dampak dari adanya hipertensi. Kata Kunci: hipertensi, edukasi, penyuluhan, peserta umum, pemeriksaan
EDUKASI DAMPAK HIPERTENSI IBU MENYUSUI, PREVENTIF NUTRISI TOMBONG KELAPA DI PUSKESMAS BINONG Sumiaty Aiba; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Christie Lidya Rumerung; Komilie Situmorang; Desman Berkati Larosa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1593

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah kondisi terjadi peningkatan tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri secara kronis atau akut. Kejadian hipertensi pada kesehatan tubuh akan memacu jantung bekerja lebih keras mengedarkan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Berkaitan dengan tekanan darah yang meningkat akibat hipertensi dapat menimbulkan bahaya kesehatan pada penderita. Tujuan kegiatan edukasi hipertensi ibu menyusui merupakan bagian dari edukasi dampak hipertensi ibu hamil dan preventif melalui nutrisi tombong kelapa di Puskesmas Binong Metode kegiatan yang digunakan adalah edukasi dan sosialisasi. Data yang diperoleh dari edukasi hipertensi ibu menyusui menunjukkan adanya gejala peningkatan hipertensi dari representatif tekanan sistol dan diastole, yaitu 120/80 mmHg dan 120/90 mmHg. Gejala hipertensi pada peserta dipengaruhi oleh pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi garam berlebih dan penggunaan mie instan sebagai konsumsi harian dipadukan dengan nasi. Disamping itu, kategori usia peserta yang mengikuti kegiatan diperoleh, yaitu masa remaja akhir dengan kisaran 21,33 adalah 17-25 tahun (3 orang) dan masa dewasa awal berkisar 29.71, yaitu 26-35 tahun (10 orang). Kesimpulan: tekanan sistol dan diastol peserta menunjukkan adanya gejala hipertensi, dan rentang usia ibu menyusui berada di masa dewasa awal. Kata kunci: hipertensi, menyusui, usia, sistol, diastol
The Application Of Telerehabilitation To Post-Stroke Patients In The Covid-19 Pandemic Era Magda Fiske Rumambi; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Christie Lidya Rumerung
Jurnal Keperawatan Malang Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v8i1.201

Abstract

ABSTRACT Background: Stroke is a cerebrovascular disease that causes sudden death. The blockage causes a lack of oxygen supply which can cause rupture of the arteries to the brain and death of the cells. The COVID-19 pandemic has affected stroke care through various aspects, many of which are associated with neurological symptoms and complications that occur due to delays in treatment. Therefore, the application of telerehabilitation can help support and care for patients with stroke by reducing the risk of transmission of COVID-19. Purpose: The aim of this study was to analyse the application of telerehabilitation to post-stroke patients during the COVID-19 pandemic. Method: The research method is in the form of a literature study with literature search using an online database, namely PubMed, Medline, and Google scholar with a range year of 2019 to 2021. The number of articles found was 889 articles with four papers that met the inclusion criteria. Results: The results of this study indicate that telerehabilitation is effective for stroke patients, but providing telerehabilitation must pay attention to the patient's and family's ability to use digital technology, the ability to understand rehabilitation programs, and also various aspects such as functional status: direct motor skills involving the upper extremities, balance, cardiorespiratory fitness, cognitive function, and the level of acceptance and eligibility of teletherapy by users (patients/families) at home so that the therapy program can run optimally. Conclusion: Telerehabilitation is effectively implemented in the era of the COVID-19 pandemic because it can provide support and help patients, families, and health services in providing care for stroke patients while reducing the risk of transmission of COVID-19. Keywords: Stroke; Pandemic; COVID-19; Telerehabilitation