Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMASARAN KOMODITAS TERIPANG (Holothuroidea) DI KECAMATAN TANIMBAR SELATAN KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT Sangaji, Janer
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 8 No 2 (2024): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2024.8.2.159

Abstract

Sea cucumbers are a delicious food that is favored by the Chinese community and holds high economic value in the market. They are also traded in dried or preserved forms. According to the Fisheries and Marine Database study, various economically valuable species of sea cucumbers have been identified in the West Southeast Maluku Regency, such as Holothuria scrabra, Holothuria fuscogilva, Holothuria edulis, Telenota ananas, Telenota anax, and Tripeneustes gratilla. This research aims to examine the marketing channels and the factors influencing the production of sea cucumber commodities. The results of the study indicate that: 1) the marketing channel for sea cucumber commodities in Tanimbar Selatan District operates as a one-level marketing system. The marketing functions performed by various marketing entities are as follows: producers carry out six marketing functions, local collectors perform all eight marketing functions, and processing enterprises undertake seven marketing functions. The marketing map illustrates that the distribution of sea cucumber commodities occurs in Tanimbar Selatan, involving producers and local collectors, and extends to inter-provincial regions involving local traders and processing enterprises. 2) the total marketing cost for sea cucumber commodities is IDR 22.860,546 for a single marketing period. The marketing entity incurring the highest cost is local collectors (73.51%), followed by consumers (25.83%), and producers (0.65%). Moreover, the marketing margin for sea cucumbers is IDR 32.164/kg. From this margin and the costs incurred, the average profit at the producer level is IDR 214.397/kg, while the average profit at the local collector level is IDR 29.241/kg. 3) simultaneously, the factors of the fishing season, education, price, and transportation costs significantly impact the production volume of sea cucumbers. However, when analyzed separately, only the fishing season factor significantly affects the production volume, while the other three factors do not have a substantial impact.
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP GENDER DAN SOSIAL EKONOMI DI PULAU NUSALAUT Pattimukay, Kesya; Ruban, Angela; Nanlohy, Hellen; Anaktototy, Jofita; Sangaji, Janer
Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/balobe.4.2.60-66

Abstract

Perubahan iklim menjadi isu penting yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir, khususnya rumah tangga perikanan di Pulau Nusalaut, Maluku Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi dan peran gender dalam rumah tangga perikanan, serta bentuk adaptasi yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 84 peserta dari ke tujuh negeri di Pulau Nusalaut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan iklim yang signifikan seperti pemutihan karang, kenaikan air laut, dan perubahan pola musim yang berdampak pada penurunan hasil tangkapan ikan dan pendapatan masyarakat. Masyarakat beradaptasi dengan melakukan diversifikasi pekerjaan ke sektor pertanian serta memperkuat gotong royong antarwarga. Hasil ini menegaskan pentingnya pendekatan adaptasi berbasis gender dan kolaborasi multipihak untuk meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
SOSIALISASI PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN DAN RASIONALISASI TARIF WISATA PANTAI BERBASIS NILAI EKONOMI DI NEGERI HUKURILA, KOTA AMBON Nugroho, Adhitya; Ruban, Angela; Talakua, Eygner G.; Papilaya, Renoldy L.; Sangaji, Janer
Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/balobe.4.2.82-88

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi solusi bagi pengelolaan wisata pantai berkelanjutan di Negeri Hukurila, Kota Ambon, yang merupakan objek wisata unggulan dengan potensi sumber daya pesisir, perikanan, dan kelautan yang besar. Meskipun memiliki nilai ekonomi kawasan yang tinggi (mencapai Rp 120.760.533/bulan), pengelolaan saat ini menghadapi tantangan serius, termasuk rendahnya kunjungan, kualitas produk wisata yang kurang, tarif wisata yang sangat rendah, ancaman deplesi lebar pantai, dan status kelembagaan POKMASWAS yang lemah. Berfokus pada dua masalah manajemen utama—kurangnya jumlah kunjungan dan rendahnya tarif wisata—solusi diwujudkan melalui sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil PkM menunjukkan bahwa mitra menyetujui dan berkomitmen untuk melaksanakan program yang diusulkan, yaitu pengelolaan wisata pantai yang memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan, didukung penuh dengan penetapan peraturan desa.