Perubahan iklim menjadi isu penting yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir, khususnya rumah tangga perikanan di Pulau Nusalaut, Maluku Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi dan peran gender dalam rumah tangga perikanan, serta bentuk adaptasi yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 84 peserta dari ke tujuh negeri di Pulau Nusalaut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan iklim yang signifikan seperti pemutihan karang, kenaikan air laut, dan perubahan pola musim yang berdampak pada penurunan hasil tangkapan ikan dan pendapatan masyarakat. Masyarakat beradaptasi dengan melakukan diversifikasi pekerjaan ke sektor pertanian serta memperkuat gotong royong antarwarga. Hasil ini menegaskan pentingnya pendekatan adaptasi berbasis gender dan kolaborasi multipihak untuk meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
Copyrights © 2025