Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal pesisir dan laut tropis

High Wave Events in The Java Sea to Support Maritime Transportation Safety Triyono; Wilhelmina Patty; Johnny Budiman; Rose O.S.E. Mantiri; Billy Th. Wagey; Revols D. Ch. Pamikiran; Deiske A. Sumilat; Usman Efendi
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.2.2025.61485

Abstract

The Java Sea plays a strategic role in supporting maritime transportation and trade in Indonesia, particularly as a key connector between Java Island and surrounding regions. However, the high intensity of maritime activity in this area is accompanied by a significant risk of maritime accidents, often triggered by high waves and extreme weather conditions. This study aims to analyze the characteristics of high wave events in the Java Sea to support maritime safety and disaster risk mitigation, in accordance with the SOLAS (Safety of Life at Sea) international standards. The analysis utilizes numerical wave model data from Wavewatch III and wind speed data from the Semarang Maritime Meteorological Station for the period of 2004–2023. The results reveal a bimodal annual pattern, with two peaks and two troughs in both wave height and wind speed cycles. Monthly occurrences of high wave events are most frequent in January and August. Annual trend analysis shows an increase of 1–2 events per year for waves with heights of 1.25–1.5 meters, and 1–3 events per year for waves of 1.5–2.5 meters. Meanwhile, waves exceeding 2.5 meters exhibit either a constant trend or statistically insignificant changes. These findings are expected to contribute to the development of early warning systems and policy frameworks aimed at enhancing maritime safety in the Java Sea region. Keywords: Java sea, high wave, wind speed, numerical model, SOLAS ABSTRAK Laut Jawa memiliki peran strategis dalam mendukung pelayaran dan perdagangan laut di Indonesia, khususnya sebagai penghubung utama Pulau Jawa dengan wilayah sekitarnya. Namun, tingginya intensitas aktivitas maritim di kawasan ini juga disertai dengan tingginya risiko kecelakaan laut, yang salah satunya dipicu oleh kondisi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kejadian gelombang tinggi di Laut Jawa sebagai upaya mendukung keselamatan pelayaran dan mitigasi bencana maritim, sejalan dengan standar internasional SOLAS (Safety Of Life At Sea). Analisis dilakukan menggunakan data model numerik Wavewatch III serta data kecepatan angin dari Stasiun Meteorologi Maritim Semarang selama periode 2004–2023. Hasil menunjukkan adanya pola dua puncak maksimum dan dua minimum dalam siklus tahunan tinggi gelombang dan kecepatan angin. Kejadian gelombang tinggi bulanan tertinggi terjadi pada Januari dan Agustus. Tren tahunan memperlihatkan peningkatan kejadian gelombang dengan ketinggian 1,25–1,5 m sebanyak 1–2 kejadian per tahun, serta gelombang 1,5–2,5 m sebanyak 1–3 kejadian per tahun. Sementara itu, gelombang lebih dari 2,5 m menunjukkan tren yang cenderung konstan atau tidak signifikan secara statistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem peringatan dini serta kebijakan keselamatan pelayaran di wilayah Laut Jawa. Kata kunci: laut Jawa, gelombang tinggi, kecepatan angin, model numerik, SOLAS
Yellowfin Tuna Catch Demographics By Size and Sex Ratio at Bitung Ocean Fishing Port Chris B. Sinambela; Silvester B. Pratasik; Daisy M. Makapedua; Deiske A. Sumilat; Alfret Luasunaung; Johnny Budiman; Jardie A. Andaki; Dessy A. Natalia
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.2.2025.61486

Abstract

Yellowfin tuna is one of the most in-demand commodities for commercial exploitation due to its premium market value and nutritional content. This study examines the size structure and sex ratio of yellowfin tuna (Thunnus albacares) landed at Bitung Ocean Fishing Port. A total of 890 samples were obtained from 23 handline vessels operating in Fisheries Management Area 715 from August to October 2024. Length and weight measurements were recorded directly at the research site. The collected data were used to characterize the size structure and sex ratio. This study found a size distribution of length 96.7-163.2 cm FL and weight 13-75.9 kg. Results indicated that the predominant size class was 114.7-120.9 cm FL, comprising 279 individuals (31.35% of the sample). The sex ratio maintained a balanced 1:1 proportion, consisting of 471 males and 419 females, suggesting a healthy reproductive population structure. Keywords: size structure, length and weight measurement, sex ratio ABSTRAK Ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu komoditi yang paling diminati untuk dieksploitasi karena memiliki harga dan kandungan gizi yang tinggi. Penelitian ini mendeskripsikan struktur ukuran dan perbandingan jenis kelamin ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Sebanyak 890 sampel diperoleh dari 23 kapal hand line yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan 715 dari bulan Agustus-Oktober 2024. Data panjang dan berat ikan diperoleh langsung di lokasi penelitian. Data yang terkumpul digunakan untuk mengkarakterisasi struktur ukuran dan sex ratio. Penelitian ini menemukan sebaran ukuran panjang cagak 96,7 – 163,2 cm FL dan berat 13 – 75,9 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ikan sebagian besar terdiri dari individu-individu dengan kisaran panjang 114,7-120,9 cm FL (279 individu). Perbandingan individu jantan dan betina adalah 1:1 dengan jumlah 471 individu jantan dan 419 individu betina. Kata kunci: struktur ukuran, pengukuran panjang dan berat, sex ratio