p-Index From 2021 - 2026
2.842
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Lucia G. J. Lalamentik
Universitas Sam Ratulangi

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Studi Penilaian Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Lentur Menggunakan Metode PCI dan RCI (Studi Kasus: Ruas Jalan Talawaan Bajo-Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara) Faradiyah Basyarewan; Lucia G. J. Lalamentik; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54519

Abstract

Ruas Talawaan Bajo-Budo merupakan ruas jalan yang dilalui untuk menuju ke berbagai tempat wisata sehingga dengan adanya sektor pariwisata ini akan berpengaruh pada tingkat perekonomian warga. Kondisi jalan yang rusak akan berdampak pada sektor ekonomi serta terganggunya aktivitas pengguna jalan tersebut. Dari pengamatan awal yang dilakukan di ruas jalan Talawaan Bajo-Budo pada STA 5+800 didapati beberapa jenis kerusakan jalan seperti retak tepi, pelepasan butiran, retak memanjang dan melintang, tambalan, serta corrugation (keriting), dimana terlihat beberapa jenis kerusakan tersebut cukup menggangu kenyamanan pengguna jalan sehingga diperlukan pemeriksaan kondisi permukaan perkerasan. Penelitian ini melakukan Studi Penilaian Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Lentur dengan observasi secara visual menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index) dan RCI (Road Condition Index) yang dilakukan di ruas jalan Talawaan Bajo-Budo untuk membuktikan apakah tingkat kerusakan jalan di daerah tersebut sudah menggangu aspek kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sehingga dapat memberikan saran penanganan yang sesuai dengan kondisi dan tingkat kerusakan jalan. Kondisi perkerasan pada ruas jalan Talawaan Bajo-budo menggunakan metode PCI sebagian besar segmennya masuk dalam kondisi perkerasan sempurna (excellent) dengan total 21 segmen, namun ada beberapa segmen yang didapati dengan kondisi sangat buruk dengan jenis kerusakan yang mendominasi yaitu retak memanjang dan melintang yang memiliki nilai rata-rata kepadatan sebesar 9,31%. Sedangkan kinerja perkerasan pada ruas jalan Talawaan Bajo-budo menggunakan metode RCI sebagian besar segmennya masuk dalam kategori cukup dengan total 17 segmen dan mempunyai nilai RCI minimum sebesar 3,5 dengan kondisi perkerasan rusak. Usulan perbaikan beradasarkan Peraturan Menteri PU No.13/PRT/M/2011 secara keseluruhan untuk metode RCI adalah program pemeliharaan rutin atau berkala. Saran perbaikan Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Marga lebih fokus pada saran pencegahan untuk tingkat kerusakan yang masih tergolong rendah maupun menengah, dan untuk tingkat kerusakan yang tinggi akan memerlukan saran penanganan rehabilitasi yang mayor. Kata kunci: studi penilaian, PCI (Pavement Condition Index), RCI (Road Condition Index)
Analisis Kondisi Kerusakan Jalan Pada Lapisan Permukaan Perkerasan Lentur Berdasarkan Metode Pavement Condition Index (PCI) (Studi Kasus: Ruas Jalan Desa Lansa-Lantung) Faya L. S. Kono; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55380

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi yang tidak luput dari keseharian manusia dalam beraktivitas. Dengan adanya sarana transportasi tersebut, maka mempermudah manusia dalam melakukan kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Kinerja perkerasan jalan tentunya akan mengalami penyusutan seiring dengan bertambahnya umur dari jalan tersebut. Agar jalan dapat tetap menunjang manusia dalam beraktivitas maka diperlukan penanganan yang tepat sehingga kondisi jalan tetap terjaga kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan pada lapis permukaan ruas jalan desa Lansa-Lantung dengan Metode Pavement Condition Index dan menetapkan penanganan kondisi kerusakan jalan yang tepat. Metode yang digunakan adalah metode Pavement Condition Index. Hasil penelitian menjunjukkan Kondisi perkerasan pada ruas jalan Lansa-Lantung sebagian besar tergolong dalam kondisi sempurna (excellent) dengan total segmen sebanyak 17 segmen, sisanya 8 segmen tergolong sangat baik (very good), 2 segmen tergolong baik (good), 4 segmen cukup (fair), 8 segmen tergolong jelek (poor), dan 1 segmen tergolong sangat jelek (very poor). Nilai PCI ada pada segmen 35 dengan STA yaitu dengan nilai 19,5 kondisi perkerasan sangat jelek (very poor). Kata kunci : kerusakan jalan, Lansa-Lantung, Pavement Condition Index
Studi Kinerja Campuran AC-BC Menggunakan LGA Asbuton Dimodifikasi Dengan Aspal Keras Raymond Ch. Suciawan; Steve Ch. N. Palenewen; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55412

Abstract

Indonesia memiliki aspal alam sekitar 650 juta ton yang dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan aspal keras, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Pulau Buton (Sulawesi Tenggara) merupakan tempat dimana aspal alam yang dapat meningkatkan ketahanan campuran itu ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar aspal optimum pada campuran AC-BC tanpa asbuton dan mencari penggunaan maksimum asbuton pada campuran AC-BC. Dari hasil penelitian kadar aspal yang terkandung dalam asbuton hasil ekstrasi sebesar 22,97%. Kadar aspal optimum pada campiran AC-BC tanpa asbuton sebesar 6% dengan nilai stabilitas 1192,94 kg/mm, flow 3,89 mm, VMA 16,865%, VIM 4,646% dan VFB 72,482%. Dan presentase kadar maksimum penggunaan asbuton pada campuran AC-BC terdapat pada variasi 10,048% dengan nilai stabilitas 1249,12 kg/mm, flow 3,81mm, VMA 17,205%, VIM 5%, VFB 71,025%. Disimpulkan penambahan kadar asbuton dalam campuran AC-BC dapat meningkatkan kinarja campuran dan sesuai dengan spesifikasi DPU Bina Marga 2018, namun sudah tidak efektif jika penambahan melebihi batas maksimum, yaitu pada kadar 10,048 %. Kata kunci: AC-BC, Asbuton, LGA, Marshall Test
Analisis Pemanfaatan Pasir Pantai Pulau Salibabu Sebagai Bahan Tambah Pada Agregat Halus Dalam Campuran Asphalt Conrete – Wearing Course (AC-WC) Tyasning P. Pebila; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pasir Pantai dalam agregat halus pada campuran AC-WC terhadap nilai karakteristik Marshall. Pada penelitian ini menggunakan Pasir Pantai yang berasal dari Pantai Pulau Salibabu Kab. Kepulauan Talaud yang akan digunakan sebagai bahan tambah pada agregat halus. Metode yang digunakan yaitu, metode eksperimental dengan variasi pasir Pantai Pulau Salibabu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada variasi kombinasi campuran AC-WC dengan variasi 0% dan 25% pasir Pantai berada didalam batas spesifikasi yang disyaratkan sedangkan pada variasi penambahan pasir yang ke 50% dan 75% sudah tidak memenuhi spesifikasi, kemudian dilakukan pengujian dengan pada variasi 50% yang dihilangkan kadar garam yang terkandung didalam pasir Pantai untuk melihat apakah terjadi perbedaan dan perubahan dalam nilai-nilai pada pengujian Marshall. Hal ini juga menghasilkan hasil yang sama, yaitu tidak memenuhi spesifikasi.. Dari spesifikasi sehingga penelitian sudah tidak dilanjutkan pada variasi kadar pasir Pantai berikutnya. Dari hasil perhitungan dengan Kadar Aspal Optimum diperoleh penambahan kadar pasir Pantai 0% dengan nilai stabilitas 897,62 kg, flow 3,372 mm, VMA 15,786 %, VIM 3,004 %, VFB 81,480 %, kadar aspal efektif 0,932, kepadatan 2,049 gr/cc. Untuk penambahan kadar pasir Pantai 25% adalah stabilitas 808,41 kg, flow 3,705 mm, VMA 17,294 %, VIM 4,696 %, VFB 73,061 %, kadar aspal efektif 0,922, kepadatan 2,002 gr/cc. Hasil pengujian di atas menjelakan bahwa penambahan kadar pasir Pantai 0% - 25% untuk campuran AC-WC memenuhi syarat ketetapan dalam kriteria Marshall pada spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 dengan rentang kadar aspal yang dapat digunakan berkisaran pada 7,5% - 8%. Kata kunci: pasir pantai, AC-WC, uji Marshall
Pemanfaatan Agregat Batu Gunung Awu Kabupaten Kepulauan Sangihe Pada Campuran Aspal AC-WC Mutiara A. P. Lahinda; Lucia G. J. Lalamentik; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik campuran aspal AC-WC yang menggunakan batu gunung yang berasal dari lahar gunung Awu sebagai sumber daya alam yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan dalam penelititan ini adalah metode Experimental dengan melakukan serangkaian percobaan Marshall untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO). Hasil percobaan menunjukkan variasi dalam karakteristik campuran AC-WC berdasarkan kombinasi gradasi agregat, dengan nilai-nilai seperti stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB dan paramenter penentu lainnya. Untuk nilai karakteristik Marshall yang memenuhi spesifikasi didapatkan Kombinasi Variasi Gradasi Agregat Campuran I; Nilai stabilitas: 1232,39 kg; Nilai Flow: 3,77 mm; Nilai VMA: 15,250%; Nilai VIM: 4,070%; Nilai VFB: 73,318%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 0,978; Kepadatan: 2,205gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 7%. Kombinasi Variasi Gradasi Agregat Campuran II; Nilai stabilitas: 1270,24 kg; Nilai Flow: 3,58 mm; Nilai VMA: 15,027%; Nilai VIM: 4,890%; Nilai VFB: 67,486%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 0,936; Kepadatan: 2,183gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,55%. Kombinasi Variasi Gradasi Agregat Nilai Tengah; Nilai stabilitas: 1116,41 kg; Nilai Flow: 3,81 mm; Nilai VMA: 15,963%; Nilai VIM: 4,761%; Nilai VFB: 70,195%; Nilai FF/Kadar Aspal Efektif: 1,140; Kepadatan: 2,180gr/cc, pada Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,95%. Kata kunci: AC-WC, batu gunung, pengujian Marshall
Analisis Kerusakan Pada Lapisan Jalan Dan Cara Penanganannya Dengan Menggunakan Metode PCI (Pavement Condition Index) Studi Kasus: Ruas Jalan Airmadidi-Tondano STA 9+450 - STA 12+450 Jerias T. R. Lembang; Steve C. N. Palenewen; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56345

Abstract

Penelitian yang dilakukan yaitu Analisis Kerusakan Pada Lapisan Jalan dan Cara Penanganannya Menggunakan Metode PCI (Pavement Condition Index) yang dilakukan pada Ruas Jalan Airmadidi – Tondano; STA 9+450 – 12+450 untuk mengetahui kondisi perkerasan apakah sudah mengganggu kenyamanan lalu lintas sehingga dapat diberikan saran penanganan sesuai metode PCI. Pada Ruas Jalan Airmadidi-Tondano ditemukan kondisi perkerasan jalan yang masih dalam kondisi sempurna (excellent) sebanyak 37 segmen, dan untuk segmen yang lainnya masuk dalam kondisi perkerasan sangat baik (very good) dengan total 14 segmen dan dalam kondisi perkerasan baik (good) dengan total 12 segmen. Untuk kondisi perkerasan cukup (fair) mempunyai total 2 segmen, kondisi perkerasan jelek (poor) dengan total 1 segmen, dan pada kondisi perkerasan sangat jelek (very poor) mempunyai total 1 segmen. Untuk analisa beban yang diterima oleh ruas jalan yang diteliti dengan beban sumbu standar kumulatif untuk tahun 2023, tahun dimana dilakukan identifikasi indeks kondisi perkerasan jalan yaitu sebesar 78.256 ESAL, kemudian 5 tahun sebelum dilakukan overlay yaitu tahun 2018 sebesar 64.532 ESAL dan 5 tahun setelah overlay yaitu tahun 2028 yaitu sebesar 100.448 ESAL. Kata kunci: analisis, Pavement Condition Index (PCI), beban lalu lintas
Uji Laik Fungsi Jalan Secara Teknis Pada Ruas Jalan Sam Ratulangi Manado Dengan Nomor Ruas 033 Christine A. Darmawan; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56561

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Sam Ratulangi Manado dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci: Uji Laik Fungsi, perbaikan, analisa
Analisa Uji Kelaikan Fungsi Jalan Nasional Ditinjau Dari Aspek Teknis Pada Ruas Jalan Yos Sudarso (Manado) Dengan Nomor Ruas 004 11 Karen S. M. Supit; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56600

Abstract

Ruas jalan Yos Sudarso (MANADO) merupakan ruas jalan dengan peranan arteri sekunder dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Pentingnya untuk dilakukan analisis uji kelaikan fungsi jalan secara teknis pada jalan khususnya untuk segmen Jalan Yos Sudarso sepanjang 3,233 km dengan monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan dan kondisi fisik jalan dibandingkan terhadap standar teknisnya sehingga dapat diketahui kelaikannya secara teknis. Persyaratan teknis fungsi jalan yang diambil dilapangan, antara lain teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta teknis perlengkapan jalan yang berkaitan langsung maupun tidak berkaitan langsung dengan pengguna jalan. Kata kunci : Uji Laik Fungsi, persyaratan teknis, perbaikan, analisa, ruas Jalan Yos Sudarso (Manado)
Analisa Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Secara Teknis Untuk Ruas Jalan R. W. Monginsidi (Manado) Dengan Nomor Ruas 008 Grasella C. Moningkey; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56602

Abstract

Laik Fungsi Jalan mengacu pada kondisi jalan yang memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan memberikan kepastian hukum bagi pengelola dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat digunakan oleh umum. Ruas Jalan Monginsidi di Manado merupakan jalan arteri sekunder yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan dan perbaikan yang diperlukan agar sesuai dengan Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) menurut Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Analisis kelayakan teknis jalan dilakukan dengan evaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual berdasarkan standar teknis untuk setiap komponen, termasuk teknis geometrik jalan, struktur perkerasan, bangunan pelengkap, pemanfaatan ruang, manajemen lalu lintas, dan perlengkapan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas Jalan Monginsidi dari STA 0+000 hingga STA 3+958 dikategorikan sebagai Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang berarti jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis tetapi masih memberikan keselamatan bagi pengguna jalan, sehingga dapat digunakan dengan syarat dilakukan perbaikan teknis dan pemeliharaan rutin pada komponen yang memerlukan perhatian. Kata kunci: uji laik fungsi, analisa, perbaikan, ruas Jalan R. W. Monginsidi (Manado)
Uji Laik Fungsi Jalan Secara Teknis Pada Ruas Jalan Batas Kota Tahuna - RSU Tahuna Dengan Nomor Ruas 034 15 K Andini R. Kansil; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57751

Abstract

Ruas Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna merupakan Fungsi Jalan Kolektor Primer dan merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Tahuna dengan Kecamatan Tabukan Utara, yang mana merupakan akses ke tempat wisata, pusat perdagangan, pusat industri, akses ke Bandar Udara Naha, serta Pelabuhan Petta, dengan adanya hal tersebut maka pengujian terhadap Kelaikan Jalan sangat diperlukan di ruas jalan ini, dengan dilakukan penelitian di ruas jalan ini maka dapat dilihat afaktor apa saja yang mempengaruhi kelaikan jalan, bagaimana kelaikan fungsi jalan pada ruas jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna jika dilihat secara teknis berdasarkan peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2010 serta apa saja perbaikan yang diperlukan agar meningkatkan kelaikan pada ruas jalan tersebut. Dari hasil penelitian Laik Fungsi Jalan pada Ruas Jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna maka dapat dianalisa beberapa komponen pengujian dinyatakan Laik Fungsi Bersyarat (LS) artinya Ruas Jalan ini masih bisa digunakan secara umum dengan diiringi perbaikan pada Komponen Jalan yang masih belum mencapai kondisi Laik Fungsi (LS) berdasarkan kondisi dilapangan didapati bahwa sebagian besar kerusakan struktural disebabkan karena kurangnya pemeliharaan, maka dari itu untuk meningkatkan kembali kondisi Laik Fungsi Jalan di Ruas Jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna guna menjamin keselamatan pengguna jalan diperlukan pemantauan, pengawasan, serta langkah konkret seperti pemeliharan secara berkala. Kata kunci: jalan kolektor primer, uji laik fungsi jalan, kelaikan jalan