Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KESMAS

Gambaran Tingkat Kelelahan Kerja Gilir Pagi dan Sore pada Pekerja di PT. Cahaya Abadi Lestari Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Manado Ringroad 3 Ni Made Aurellia Gratcia; Rahayu H. Akili; Afnal Asrifuddin
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur konstruksi jalan yang merupakan tempat kerja yang cukup berisiko pada keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi salah satu penyebab pekerja mengalami kelelahan kerja yang berdampak pada kesehatan mereka. Hal tersebut terjadi karena jam kerja serta beban kerja yang dialami oleh setiap pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelelahan kerja pada pekerja gilir pagi dan sore pada pekerja di PT. Cahaya Abadi Lestari Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Manado Ringroad 3 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel dari penelitian ini berjumlah 82 orang yang merupakan total populasi pekerja. Pengolahan data yang dilakukan yakni analisis univariat untuk mendeksripsikan frekuensi distribusi kelelahan kerja pada pekerja. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ada sebanyak 9 orang mengalami kelelahan kerja rendah, 29 orang mengalami kelelahan kerja sedang, dan 3 orang mengalami kelelahan kerja tinggi pada gilir pagi. Sedangkan untuk gilir sore, didapati bahwa ada sebanyak 12 orang yang mengalami kelelahan kerja rendah, 22 orang mengalami kelelahan kerja sedang, dan 7 lainnya mengalami kelelahan kerja yang dikategorikan tinggi.  Kata Kunci: Kelelahan kerja, gilir pagi, gilir sore.  ABSTRACTThe development of road construction infrastructure which is a workplace that poses a risk to the safety and health of workers become a factor of work exhaustion that is experienced by the workers and has an impact on health aspects. It happens because due to the operational hours and workload experienced by each worker. The purpose of this study was to describe the work exhaustion for the morning shift as well as the night shift workers at PT. Cahaya Abadi Lestari Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Manado Ringroad 3 with descriptive quantitative methods. The sample of this study amounted to 82 people which are the total population. Data processing carried out is a univariate analysis to describe the frequency distribution of work exhaustion on workers. The results of this study showed that as many as 9 people were experiencing low work exhaustion, 29 people experiencing moderate work exhaustion, and 3 people experiencing high work exhaustion in the morning shift. As for the afternoon shift, it was found that 12 people experienced low work exhaustion, 22 people experienced moderate work exhaustion, and 7 others experienced high work exhaustion. Keywords: Work Exhaustion, Morning Shift, Night Shift
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Pengguna Pestisida di Desa Tember Kecamatan Tompaso Euaggelion Odlive Pesik; Paul A. T. Kawatu; Afnal Asrifuddin
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani merupakan$ pekerja; yang sering terpapar dengan bahaya seperti dalam hal penggunaan pestisida untuk mengendalikan dan mencegah hama berbahaya, kerugian hasil panen atau kerusakan produk, untuk itu membutuhkan APD yang sesuai guna meminimalisir risiko terpapar pestisida. Salah satu alasan pekerja tidak menggunakan APD adalah perilaku pekerja itu sendiri misalnya pengetahuan tentang pentingnya penggunaan APD yang masih rendah dikarenakan kurang menerima edukasi, sikap kurang peduli karena belum merasakan dampak kesehatan dan sebagainya.  Pengetahuan, sikap dan tindakan dalam menggunakan APD menjadi faktor penting dalam pencegahan kecelakaan kerja maupun PAK termasuk bahaya dan risiko terpapar pestisida bagi petani. Tujuan penelitian! ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada petani pengguna pestisida di Desa Tember Kecamatan Tompaso. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan desain cross sectional study dan jumlah responden pada penelitian ini berjumlah; 50 petani. Instrumen; yang digunakan; yaitu kuesioner.  Hasil penelitian didapatkan melalui uji statistik fisher’s exact test dengan nilai α=0.05 menunjukkan bahwa nilai p value (0,009) p<0,05, disimpulkan bahwa terdapat hubungan^^ antara3 pengetahuan7 dengan tindakan% penggunaan5, alat3, pelindung0 diri9, pada petani pengguna, pestisida, di Desa Tember Kecamatan$; Tompaso dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan, penggunaan, alat, pelindung, diri pada petani, pengguna pestisida6; di; Desa6 Tember Kecamatan$; Tompaso, dengan nilai p value (0,000) p<0,05 Kata Kunci : Petani, Pengetahuan,,Sikap, Tindakan APD ABSTRACT Farmers5 are! workers! who are often exposed$ to dangers such as the use of pesticides to control and prevent harmful pests, crop losses or product damage, so they need appropriate PPE’ to minimize; the risk of exposure to pesticides. One of the reasons workers do not use PPE is the behavior of the workers themselves, for example, knowledge about the importance of using PPE is still low due to:  receiving less education, less caring attitude because they have not felt the health effects and etc. Knowledge, attitudes and actions in using PPE are important factors in preventing work accidents and PAK including the dangers and risks of exposure to pesticides for farmers. The purpose’ of this study was to determine’ the relationship between knowledge’ and attitudes with the use of personal protective equipment for pesticide-using farmers in Tember Village, Tompaso District. The type; of research; used is an analytical survey; with a cross sectional; study design; and the number of respondents in this study; amounted; to 50 farmers. The instrument used is a questionnaire. The results obtained through the fisher's exact test with a value of = 0.05 indicating that the p value (0.009) p<0.05, it was concluded that there was a relationship between knowledge and the use of personal protective equipment for farmers using pesticides in Tember Village, Tompaso District and there$ is5 a relationship[ between9 attitudes and the use[ of$ personal5 protective8 equipment0; for pesticide-using farmers$ in Tember Village, Tompaso District, with p value (0.000) p<0.05. Keywords : Farmers, Knowledge, Attitude, PPE Action