Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JOURNAL ONLINE OF PHYSICS

KOREKSI STATIK DATA CSAMT (CONTROLLED SOURCE AUDIO-FREQUENCY MAGNETOTELLURIC) MENGGUNAKAN TEKNIK SPATIAL FILTERING Hamdi, Husnul; Srigutomo, Wahyu
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol 1, No 1 (2015): JoP
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CSAMT adalah metoda elektromagnetik dengan domain frekuensi dengan menggunakan dipol yang ditanahkan sebagai sumber sinyal buatan. Pengukuran CSAMT dengan jarak sumber medan primer terhadap penerima yang berhingga menyebabkan gelombang yang ditangkap penerima bersifat kompleks. Pergeseran nilai medan listrik karena ada efek statik menyebabkan kurva resistivitas terangkat naik atau turun. sehingga mempengaruhi data hasil pengukuran. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data CSAMT yang sudah terkoreksi efek statik. Metode penelitian yang digunakan untuk menghilangkan efek statik digunakan teknik spatial filtering. Pada penelitian ini diperoleh data CSAMT yang sudah terkoreksi efek statik sehingga dapat diinterpretasikan dengan baik. Kata kunci : CSAMT; Efek Statik; Spatial Filtering.
IDENTIFIKASI KERENTANAN TANAH DAN PERCEPATAN TANAH MENGGUNAKAN METODE MIKROTREMOR DI KAWASAN KAYU ARO BARAT Sefiyanti, Fani; Sucitra Amin, Sarwo; Lucya Resta, Ichy; Hamdi, Husnul; Astuti, Putri; Amalina Fauziyah, Annisa; Fadlan Risky, Khoirul; Lefdiana, Aura; Randa Pranata, Abimbi; Anggia Harahap, Iryuvelamea
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 1 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i1.38193

Abstract

Kabupaten Kerinci, dengan keberadaan Gunung Api aktif, rentan terhadap gempa bumi. Meskipun demikian, kawasan lereng bukit, terutama di Kayu Aro Barat, masih dihuni oleh banyak penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan tanah di wilayah tersebut menggunakan metode mikrotremor. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kerentanan tanah yang signifikan. Bagian barat laut memiliki kerentanan tanah yang lebih rendah (0,40-0,85), sedangkan bagian tenggara memiliki kerentanan yang lebih tinggi (2,19-2,64). Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) maksimum tercatat di bagian tenggara dengan rentang 251-1729 mgal. Temuan ini mengindikasikan bahwa wilayah tenggara Kayu Aro Barat memiliki potensi risiko gempa bumi yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Meskipun nilai PGA masih berada dalam kategori aman, perlu diingat bahwa aktivitas seismik dapat memicu pergerakan tanah dan longsor, terutama di daerah dengan topografi curam dan kondisi tanah yang labil seperti di Kayu Aro Barat. Oleh karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut dan upaya mitigasi risiko untuk melindungi keselamatan masyarakat.
GEOPHYSICAL INVESTIGATION OF GEOTHERMAL MANIFESTATION IN SUNGAI MEDANG USING ELECTRICAL RESISTIVITY AND GRAVITY METHODS Resta, Ichy Lucya; Mahardika, Rizky; M.Z, Nazri; Hamdi, Husnul; Kusuma Dewi, Ira; Andriani, Aulia
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 2 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i2.43467

Abstract

This study investigates the geothermal manifestation in Sungai Medang, located within a volcanic arc depression zone of the Sungai Penuh Basin, formed by right-lateral movement along the segmented Siulak Fault. The exploration approach combined electrical resistivity and gravity methods to delineate subsurface features associated with hydrothermal activity. The electrical resistivity survey employed a dipole–dipole configuration with 25-meter spacing over a 400-meter line and the complementary gravity data from the Topex/Poseidon satellite altimetry were processed into Simple Bouguer Anomaly (SBA) maps. Resistivity survey revealed low-resistivity zones (11.6–99.1 Ωm), interpreted as hydrothermal fluid pathways and altered volcanic formations aligned with known fault traces, particularly the Siulak Fault segment. The gravity data indicated NW–SE trending density contrasts. Spectral analysis identified residual anomalies (~1.5 km depth) consistent with shallow sedimentary infill and structural depressions, while deeper regional anomalies (~38.7 km) reflected basement variations. The spatial correlation of resistivity lows, gravity lows, and surface manifestations suggests active geothermal upflow along structurally controlled zones. This study highlights the importance of integrating geophysical datasets for geothermal resource evaluation and offers a methodological framework applicable to similar underexplored regions in Indonesia and beyond.
ANALISIS SEBARAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN HUBUNGANNYA DENGAN TITIK PANAS (HOTSPOT) DI KABUPATEN MUARO JAMBI Sihotang, Friska Sermiati; Aminoto, Tugiyo; Hamdi, Husnul
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 1 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i1.48983

Abstract

Telah dilakukan Analisis  Sebaran Kekeringan Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan Hubungannya dengan Titik Panas (Hotspot) di Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kekeringan berdasarkan SPI satu bulanan di Kabupaten Muaro Jambi ditinjau dari durasi, severity dan intensitas serta menganalisis sebaran kekeringan dengan metode SPI terhadap jumlah hotspot  di Kabupaten Muaro Jambi. Data curah hujan bulanan diperoleh dari satelit CHIRPS, sedangkan data hotspot bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk periode 2014, 2015, dan 2020. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai SPI pada setiap pos hujan, kemudian ditentukan durasi, tingkat keparahan, dan intensitas kekeringan. Hubungan antara SPI dan hotspot dianalisis menggunakan korelasi Pearson untuk mengetahui keterkaitan kondisi meteorologis kering terhadap peningkatan hotspot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pos hujan mengalami durasi kekeringan terpanjang selama sembilan bulan berturut-turut pada Mei 2015–Januari 2016 dengan variasi intensitas, di mana beberapa wilayah memiliki nilai SPI < -2 yang termasuk kategori sangat kering. Selain itu, ditemukan korelasi negatif signifikan antara SPI dan jumlah hotspot pada 2014 (-0,65) dan 2015 (-0,67), sedangkan pada 2020 korelasi hanya -0,23 karena kondisi dominan normal hingga agak basah. Kesimpulannya, SPI dapat dijadikan indikator awal untuk memprediksi potensi hotspot dan kebakaran lahan di Kabupaten Muaro Jambi.