Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGHITUNGAN INDEKS KOMPOSIT DAYA SAING DESA/KELURAHAN MENGGUNAKAN CATPCA Winda Luvi Saputri; Timbang Sirait
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2019 No 1 (2019): Seminar Nasional Official Statistics 2019
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3405.012 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2019i1.69

Abstract

Pembangunan wilayah Indonesia penting dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Menurut UU No. 6 tahun 2014 tentang desa menyebutkan bahwa pembangunan wilayah Indonesia berbasis desa dijadikan sebagai salah satu upaya memerkuat fundamental perekonomian. Tingkat daya saing (competitiveness) merupakan salah satu parameter dalam konsep pembangunan berkelanjutan di suatu wilayah. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji daya saing desa/kelurahan di Provinsi Jawa Timur untuk mengetahui apakah daya saing Provinsi Jawa Timur yang baik ditunjang oleh daya saing desa/kelurahannya yang memang baik serta untuk mengetahui apakah terjadi ketidakmerataan daya saing desa/kelurahan di Provinsi Jawa Timur. Indeks komposit daya saing desa/kelurahan (IDD) dibentuk untuk mengetahui kondisi daya saing masing-masing desa/kelurahan di Jawa Timur. Teknik analisis multivariat CATPCA dipakai dalam pembentukan bobot untuk IDD. Nilai indeks daya saing desa/kelurahan yang terbentuk berkisar antara 31,98 hingga 92,37. Rata-rata indeks daya saing desa/kelurahan di Provinsi Jawa Timur sebesar 58,49 atau termasuk kategori sedang. Rata-rata IDD kota umumnya lebih tinggi daripada IDD kabupaten, namun ketidakmerataan nilai IDD lebih parah di kabupaten. Rata-rata IDD di kelurahan lebih tinggi daripada di desa, namun ketidakmerataan nilai IDD lebih parah di desa. Dimensi yang perlu dibenahi adalah dimensi keuangan, pendidikan, dan kesehatan. Korelasi antara IDD dan IPD cukup tinggi dan positif yaitu 0,77.
PENERAPAN MODEL GRAVITASI DATA PANEL: KAJIAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA KE NEGARA ANGGOTA ASEAN Yuni Mas Rony Ambarita; Timbang Sirait
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2019 No 1 (2019): Seminar Nasional Official Statistics 2019
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.683 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2019i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang perdagangan internasional antara Indonesia dengan 9 negara anggota ASEAN menggunakan model gravitasi. Perdagangan internasional Indonesia dengan 9 negara anggota ASEAN ini diestimasi dengan teknik data panel. Estimasi yang dilakukan adalah untuk model ekspor dan impor. Data cross section yang digunakan adalah data 9 negara anggota ASEAN. Periode observasi yang digunakan adalah dari tahun 2010 hingga 2017. Hasil estimasinya menyatakan bahwa pada model ekspor variabel PDB negara anggota ASEAN dan rasio industri terhadap PDB signifikan berpengaruh secara positif terhadap ekspor Indonesia ke negara anggota ASEAN, sedangkan indeks kesamaan berpengaruh secara negatif terhadap ekspor Indonesia ke negara anggota ASEAN. Adapun variabel jarak tidak signifikan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia ke negara anggota ASEAN namun memiliki koefisien yang negatif. Pada model impor, variabel PDB Indonesia, indeks kesamaan, dan rasio industri terhadap PDB secara signifikan berpengaruh positif terhadap impor Indonesia dari negara anggota ASEAN, sebalikmya variabel yang signifikan secara negatif berpengaruh terhadap impor Indonesia dari negara anggota ASEAN adalah jarak dan dummy MEA. Negara anggota ASEAN yang masih memiliki potensi besar untuk menjadi pasar ekspor Indonesia adalah Laos, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.
PENERAPAN SAR PADA UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI PULAU KALIMANTAN TAHUN 2017 Irma Yunita; Timbang Sirait
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2019 No 1 (2019): Seminar Nasional Official Statistics 2019
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.69 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2019i1.134

Abstract

Upah minimum suatu wilayah akan merepresentasikan kesejahteraan di wilayah tersebut, di mana semakin tinggi tingkat upah minimum di suatu wilayah maka akan semakin sejahtera pula masyarakatnya. Pada tahun 2017, empat dari lima provinsi di Pulau Kalimantan memiliki besaran upah minimum yang lebih tinggi dari upah nasional serta tidak jauh berbeda nilai upah antar provinsinya, yang mana kemiripan tersebut mencirikan adanya pengaruh spasial pada pulau tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum dan faktor-faktor yang memengaruhi upah minimum dari 56 kabupaten/kota di Pulau Kalimantan pada tahun 2017. Analisis yang digunakan adalah regresi spasial dengan Spatial Autoregressive Model (SAR). Hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat variabel independen yang digunakan yaitu jumlah angkatan kerja, pengeluaran per kapita, pertumbuhan ekonomi, serta PDRB memengaruhi upah minimum secara signifikan. Selain itu, upah minimum suatu kabupaten/kota juga berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap upah minimum di kabupaten/kota sekitarnya.
DETERMINAN JUMLAH LIMBAH KOTA YANG DIHASILKAN DARI SEMBILAN NEGARA EKONOMI BERKEMBANG DI ASIA TAHUN 2010-2017 Lia Khairunnisak; Timbang Sirait
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.831 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.375

Abstract

municipal waste is a serious problem that must be faced by all countries in the world. Increasing the amount of municipal waste every year is also in line with the development of urban areas in a country. Municipal waste generated by each country is found to be increasing rapidly in countries with developing economies. Asia is known as the largest waste-producing continent in the world, where most of the developing countries are known to be the largest contributors to the total waste generated from the entire world. The data used are data from nine developing economies that were selected using a classification from UNCTAD based on the status of development (Indonesia, Malaysia, China, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Azerbaijan, Armenia, Turkey, Singapore). The purpose of this study is to determine the factors that influence the amount of municipal waste generated in nine selected developing economies in Asia. The analytical method used is panel data regression analysis (fixed effect-weight least square (FEM-WLS)) . The analysis shows that the variable number of urban population and Foreign Direct Investment (FDI) significantly influence the amount of municipal waste generated by the nine selected developing economies.
PENGARUH FAKTOR INDIVIDU, RELASI, DAN KOMUNITAS TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH REMAJA PRIA DI INDONESIA Yulianus Ronaldias; Timbang Sirait
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.809 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.378

Abstract

Hubungan seksual pranikah pada remaja merupakan permasalahan kesehatan yang serius karena dampaknya baik dari sisi fisik maupun psikis. Namun demikian, masih banyak remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah, khususnya remaja pria. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran umum perilaku seksual pranikah remaja pria di Indonesia, mengetahui pengaruh perbedaan karakteristik antarprovinsi terhadap perilaku seksual pranikah remaja pria, dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi hubungan seks pranikah remaja pria ditinjau dari faktor individu, relasi, dan komunitas (provinsi). Data yang digunakan adalah data mentah hasil SDKI 2017 dan beberapa publikasi BPS dan Kemen PPPA. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi logistik biner multilevel dengan random intercept. Hasil menunjukkan terdapat variasi persentase seks pranikah remaja pria antarprovinsi dengan tertinggi di Provinsi Maluku dan terendah di Provinsi Aceh. Selanjutnya, sebesar 18,13 persen variasi perilaku seks pranikah remaja pria di Indonesia disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik antarprovinsi. Pada level individu dan relasi, variabel usia, status bekerja, sikap seks pranikah, sikap keperawanan, perilaku berisiko, diskusi kesehatan reproduksi dengan orang tua, memiliki teman pernah seks pranikah, dan status pacaran signifikan memengaruhi perilaku seks pranikah remaja pria. Sedangkan pada level komunitas, persentase penduduk miskin dan persentase kepala rumah tangga perempuan signifikan memengaruhi perilaku seks pranikah remaja pria di Indonesia.
PEMODELAN LOGIT, PROBIT, DAN COMPLEMENTARY LOG-LOG Dwi Ayu Setyaningrum; Timbang Sirait
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.871 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.383

Abstract

Pemodelan data yang tepat dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yang bersifat strategis. Salah satu bentuk pemodelan yang umum digunakan yaitu analisis regresi. Dalam pemodelan regresi harus dilihat tipe data pada variabel respon terlebih dahulu agar dapat menentukan pemodelan yang dapat dilakukan sesuai tipe data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum dan karakteristik partisipasi angkatan kerja perempuan dalam perekonomian di Kalimantan Timur tahun 2019, melakukan pemodelan data dengan menggunakan regresi Logistik Biner, Probit, dan Complementary Log-log, serta mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel penjelas terhadap variabel respon pada kasus partisipasi angkatan kerja perempuan dalam perekonomian di Kalimantan Timur tahun 2019. Variabel respon yang digunakan dalam pemodelan adalah status kerja perempuan sedangkan variabel penjelas yaitu kepemilikan anak, status kawin, status kemiskinan, status KRT, tempat tinggal, dan tingkat pendidikan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan nilai AIC diperoleh regresi Complementary log-log sebagai model terbaik karena memiliki nilai AIC terkecil dibandingkan dengan model lainnya. Kecenderungan perempuan usia angkatan untuk berpartisipasi dalam perekonomian di Kalimantan Timur tahun 2019 lebih besar bagi perempuan yang memiliki balita, status belum menikah atau cerai mati, status ekonomi miskin, tidak sebagai kepala rumah tangga, bertempat tinggal diperkotaan, dan pendidikan kurang atau sama dengan SMA/Sederajat.
PEMODELAN CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK PADA ANAK USIA 12-59 BULAN DI PROVINSI ACEH TAHUN 2017 Putu Rima Ayu Padini; Timbang Sirait
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.521 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.384

Abstract

Measles is a highly contagious disease that can leads to serious complications. Measles can be effectively prevented by measles immunization. But, Indonesia still has not achieve the 95% target of measles immunization coverage in each district and nationally. Province with the lowest measles immunization coverage in Indonesia is Aceh with 70,8% of first dose coverage and 20,4% of second dose coverage in 2017. This means there are still many people with no protection against measles that can caused future outbreaks. Hence, this study aims to identify variables affecting measles immunization coverage among children aged 12-59 months in Aceh by using 2-level binary logistic regression. The result of this study shows that measles immunization coverage among children aged 12-59 months in Aceh is only 63,4%. Measles immunization coverage among children aged 12-59 months is affected by mother’s occupation, health insurance (BPJS Kesehatan), immunization card, high population density, and availability of health workers (health workers/1000 population). From this research, the government can improve measles immunization coverage by doing socialization about measles immunization in the village level (gampong) and improving quantity and quality of the health facilities and health workers, especially in highly-densed districts.
Pemodelan Regresi Panel Spasial Pengaruh Kebijakan Desentralisasi Fiskal Terhadap Ketimpangan Pendapatan Antarkabupaten/kota di Provinsi Papua Tahun 2015-2020 Reyhan Gesang Almuazam; Timbang Sirait
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2022 No 1 (2022): Seminar Nasional Official Statistics 2022
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.84 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1137

Abstract

Differences in characteristics and resources between regions lead to income inequality. In order to achieve equitable region’s income, the Indonesian government implements a policy of fiscal decentralization. Papua Province is an area with high inter-regional inequality because the Papua’s Williamson Index value is above 0.8. Therefore, this study aims to find out the general description of income inequality between regions in Papua Province and analyze the effect of fiscal decentralization on income inequality between regions in Papua. The analytical method used in this research is spatial panel regression with the selected model Spatial Error Model Random Effect (SEM-RE). The results showed that the highest inequality occurred in Mimika and areas with high income inequality clustered around Mimika. Production agglomeration and HDI have a significant effect on income inequality. Meanwhile, the degree of fiscal independence, balancing funds, and the length of the road have no significant effect on income inequality. Income inequality of an area is also influenced by other variables outside the model from its neighbors.
Pemodelan Tingkat Pengangguran Usia Muda di Indonesia Tahun 2015-2021 dengan FEM SUR Ni Kadek Ayu Purnami Sari Dewi; Timbang Sirait
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 21 No. 1 (2024): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 21 Nomor 1 Edisi Ma
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pengangguran usia muda tertinggi di negara ASEAN. Selain itu, penyumbang tertinggi dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia tahun 2015-2021 selalu berasal dari golongan penduduk usia muda (15-24 tahun). Padahal pada periode tahun 2020-2030 Indonesia mengalami bonus demografi, maka harus diwaspadai bahwa bonus demografi bisa berubah menjadi bencana demografi apabila pemerintah Indonesia tidak bisa memanfaatkan sumber daya manusia usia produktif. Tingginya tingkat pengangguran usia muda di Indonesia berbeda-beda di setiap wilayah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang memengaruhi tingkat pengangguran usia muda di 34 provinsi Indonesia tahun 2015-2021. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effects Model Seemingly Unrelated Regression (FEM SUR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, indeks harga konsumen (IHK), jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia (IPM), dan rata-rata upah berpengaruh signifikan terhadap pengangguran usia muda di 34 provinsi Indonesia tahun 2015-2021.
Analisis Ekonomi Sosial dan Indeks Inklusi Keuangan di Indonesia dengan Persamaan Bentuk Tereduksi Munifah Zuhra Almasah; Timbang Sirait
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 21 No. 1 (2024): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 21 Nomor 1 Edisi Ma
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator ekonomi makro untuk mengetahui kondisi perekonomian Indonesia adalah produk domestik bruto (PDB). Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stabil berada di sekitar angka 5 persen. Pertumbuhan PDB Indonesia ini tidak terlepas dari kontribusi sektor jasa keuangan. Di samping itu, kemiskinan kerap menjadi permasalahan sosial yang mesti diperhatikan. Fenomena tersebut dapat disebabkan oleh variabel-variabel ekonomi dan sosial, seperti pemberian kredit/pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), rata-rata lama sekolah, investasi, ketimpangan, dan pengangguran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh total dari variabel ekonomi dan sosial tersebut terhadap indeks inklusi keuangan 33 provinsi di Indonesia tahun 2011-2021. Penelitian ini menggunakan metode persamaan bentuk tereduksi yang diturunkan dari model panel simultan. Pengaruh total dari setiap variabel eksogen terhadap variabel endogen dapat dilihat melalui persamaan bentuk tereduksi. Sebagai hasilnya, persamaan bentuk tereduksi menunjukkan bahwa variabel pembiayaan UMKM, rata-rata lama sekolah dan investasi berpengaruh total positif terhadap peningkatan indeks inklusi keuangan. Sementara itu, variabel rasio gini dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh total negatif terhadap indeks inklusi keuangan di Indonesia tahun 2011-2021. Hal ini dapat menjadi gambaran bagi pemerintah dalam mengevaluasi pembangunan regional.