Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan pemahaman inovasi teknologi sektor keuangan bagi guru di Kabupaten Sragen Asmarani Ramli; Ayup Suran Ningsih; Rini Fidiyani; Yogi Swaraswati; Made Virma Permana; Sherley Ika Christanti; Harumsari Puspa Wardhani; Lubna Firdausa Hasna; Radha Evi Nur Rizki; Ferra Tiara Maharani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.38637

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan pemahaman inovasi teknologi sektor keuangan bagi guru di Kabupaten Sragen dilaksanakan sebagai upaya memperkuat literasi digital dan keuangan di kalangan pendidik. Guru memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang berperan tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam memberikan edukasi kepada siswa dan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar guru mampu memahami, memanfaatkan, dan mengedukasi tentang inovasi teknologi keuangan seperti dompet digital, QRIS, aplikasi investasi, serta layanan keuangan digital lainnya. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah, seminar interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung penggunaan teknologi keuangan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan inovasi keuangan digital, manfaat penggunaannya, serta risiko yang perlu diantisipasi, termasuk keamanan data dan perlindungan konsumen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru, dengan peningkatan pemahaman risiko digital sebesar lebih dari 55% dan pemahaman manfaat teknologi keuangan hingga 65%, baik untuk kepentingan pribadi maupun sebagai bekal mentransfer literasi keuangan kepada siswa. Program ini selaras dengan regulasi nasional, antara lain Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK), Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, serta POJK No. 12/POJK.07/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital, sehingga mendukung penguatan literasi keuangan dan digital di era transformasi teknologi. Kata kunci: hukum; invovasi; keuangan; pengabdian; ITSK. AbstractThe service to the community, aimed at improving teachers' understanding of financial sector technology innovation in Sragen Regency, was carried out as an effort to strengthen digital and financial literacy among educators. Teachers hold a strategic position as agents of change, playing a role not only in classroom learning but also in providing education to students and the broader community. This activity aims to enable teachers to understand, utilize, and educate others about financial technology innovations, including digital wallets, QRIS, investment applications, and other digital financial services. The implementation of activities employs a participatory-educational approach, incorporating lectures, interactive seminars, group discussions, and hands-on practice with financial technology. The material presented includes the introduction to digital financial innovation, its benefits, and the risks that need to be anticipated, including data security and consumer protection. The results of the activity indicate an increase in teachers' knowledge and awareness of the importance of mastering financial technology, both for personal gain and as a means to transfer financial literacy to students. This program is in line with national regulations, including Law Number 4 of 2023 on the Development and Strengthening of the Financial Sector (UUP2SK), Presidential Regulation Number 114 of 2022 on the National Strategy of Inclusive Finance, and POJK No. 12/POJK.07/2018 on Digital Finance Innovation, thus supporting strengthening financial and digital literacy in the era of technological transformation. Keywords: law; innovation; finance; devotion; ITSK.
Penguatan Pengetahuan dan Kesiapan Guru SD dalam Pembelajaran Adaptif untuk Mendukung Kelas Inklusif di Desa Sambirejo Yogi Swaraswati; Liftiah Liftiah; Aftina Nurul Husna; Miftahun Najah; Shelma Rania Putri Nugroho; Amallia Dhia Luqyana; Muthiara Pristita Maharani Putrian
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 4 (2026): Oktober 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i4.4827

Abstract

Abstract: Teachers at SD Negeri Sambirejo 01 and 02 in Desa Sambirejo, Kabupaten Semarang, had no experience in teaching students with special needs. Their understanding of inclusive education, initial assessment, adaptive learning strategies, and inclusive classroom management was also limited. This community service program aimed to strengthen teachers’ conceptual understanding and initial readiness to implement adaptive learning in inclusive classrooms. Fifteen of the 16 teachers attended a one-day training. The training comprised material presentations, case discussions, practice in developing simple assessments, and discussions of adaptive learning strategies and inclusive classroom management. Program outcomes were evaluated using a conceptual understanding pretest-posttest and a self-report questionnaire. The mean conceptual understanding score increased significantly from 13.27 to 14.40 (t = -3.90, p = .002). For simple assessment procedures, 60% of participants reported a fairly clear understanding and 40% a very clear understanding. For adaptive learning strategies and inclusive classroom management, 20% rated the material as clear and 80% as very clear. The program may serve as a teacher capacity-building model in areas with limited support for inclusive education. Keywords: adaptive learning; elementary school teachers; inclusive classrooms; teachers’ competence Abstrak: Guru SD Negeri Sambirejo 01 dan 02 di Desa Sambirejo, Kabupaten Semarang, belum berpengalaman menangani peserta didik berkebutuhan khusus. Pemahaman mereka tentang pendidikan inklusif, asesmen awal, strategi pembelajaran adaptif, dan manajemen kelas inklusif juga masih terbatas. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman konseptual dan kesiapan awal guru dalam menerapkan pembelajaran adaptif untuk kelas inklusif. Sebanyak 15 dari 16 guru mengikuti pelatihan satu hari. Pelatihan meliputi penyampaian materi, diskusi kasus, praktik penyusunan asesmen sederhana, serta diskusi strategi pembelajaran adaptif dan manajemen kelas inklusif. Keberhasilan program dievaluasi melalui pretest-posttest pemahaman konseptual dan kuesioner self-report. Skor rata-rata pemahaman konseptual meningkat signifikan dari 13.27 menjadi 14.40 (t = -3.90, p = .002). Pada prosedur asesmen sederhana, 60% peserta menyatakan cukup jelas dan 40% sangat jelas. Pada strategi pembelajaran adaptif dan manajemen kelas inklusif, 20% peserta menyatakan jelas dan 80% sangat jelas. Program ini dapat menjadi model pengembangan kapasitas guru di wilayah dengan dukungan pendidikan inklusif yang terbatas. Kata kunci: guru sekolah dasar; kelas inklusif; kompetensi guru; pembelajaran adaptif