Sandy Budi Wibowo
Department Of Geographic Information Science, Faculty Of Geography, Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Raster-based Model for Mass Movement in Malang Regency, East Java, Indonesia. Sandy Budi Wibowo; Franck Lavigne; Siddiq Luqman Rifai; Rani Rahim Suryandari; Idea Wening Nurani; St. Dwi Ermawan Danas Putra; Wahyu Widi Pamungkas
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 5 No. 4 (2020): JGEET Vol 05 No 04: December 2020
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2020.5.4.4737

Abstract

Strengthening geospatial technology is very important in order to support disaster mitigation strategy, to manage vulnerable communities and to protectcritical environments. The main challenge in identifying disaster characteristics such as mass movements is the lack of direct observation during the event because it is too dangerous for researchers. Geo-Information Technology as a product of Geographic Information Science can be used as a solution in order to model the characteristics of mass movements. The purpose of this study is focused on identifying landslide processes from point of view ofraster-based model. The method of thisresearch emphasizes dynamic landslide model derived from timeseries raster calculation using MassMov2D algorithm. The geographic database that was built for spatial modeling comes from pedogeomorphological and Remote Sensing survey outputs, especially topographic data, landforms and soil physical properties. The result shows that the relationship between pixels (neighborhood) is determined by the topology of the energy gradient line direction which allowsto transfer the value between each pixel.The movement of landslide material starts from the toe. This decreases the stability of the landslide material in the main body of the landslide and generate progressive erosion.The raster-based model can finally reconstruct and identify the stages of initiation, transport and deposition landslide material.
Hubungan Nilai Evapotranspirasi Metode Penman-Monteith dengan Indeks Vegetasi di Sebagian Wilayah Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah Tahun 2024 Dini Rachmadhani; Projo Danoedoro; Prima Widayani; Sigit Heru Murti Budi Santosa; Sandy Budi Wibowo
Media Komunikasi Geografi Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v27i1.110080

Abstract

Alih fungsi lahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dari area bervegetasi menjadi kawasan terbangun berpengaruh terhadap siklus hidrologi, khususnya pada proses evapotranspirasi. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk merepresentasikan kondisi vegetasi adalah indeks vegetasi, seperti Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara evapotranspirasi yang dihitung menggunakan metode Penman–Monteith dengan indeks vegetasi NDVI dan SAVI. Metode penelitian meliputi analisis spasial menggunakan citra Landsat 8 tahun 2024, analisis statistik, serta pendekatan konvensional berdasarkan data meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara NDVI dan evapotranspirasi memiliki nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,157 dengan nilai signifikansi 0,801, sedangkan hubungan antara SAVI dan evapotranspirasi menghasilkan nilai koefisien Pearson sebesar 0,136 dengan nilai signifikansi 0,828. Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan yang diperoleh tergolong sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik, dinamika evapotranspirasi di wilayah dengan lanskap heterogen tidak dapat dijelaskan hanya oleh indeks vegetasi, melainkan memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan interaksi kompleks antara vegetasi, iklim, dan karakteristik fisik wilayah.
Pemetaan Penggunaan Lahan Tembakau menggunakan Landsat 9 dan Sentinel-2A dengan Pendekatan Spasial-Ekologis Putri Zalsabilah; Sigit Heru Murti; Sandy Budi Wibowo
Media Komunikasi Geografi Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v27i1.111469

Abstract

Tembakau Temanggung menyumbang sekitar 70% pendapatan petani lokal, dengan produksi mencapai 12.691 ton pada tahun 2021. Namun, pada tahun 2022-2024 terjadi penurunan produktivitas sebesar 10,6,  Sehingga diperlukan teknologi pemetaan dan klasifikasi yang lebih akurat. Penginderaan jauh telah banyak digunakan untuk pemetaan lahan pertanian, khususnya citra resolusi menengah. Kajian yang membandingkan kinerja citra Landsat 9 dan Sentinel-2A masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi kedua citra dalam mengidentifikasi lahan tembakau. Metode klasifikasi yang digunakan adalah Maximum Likelihood Classification (MLC), yang diintegrasikan dengan pendekatan spasial ekologis berbasis data bentuk lahan untuk meningkatkan interpretasi sesuai kondisi fisiografi wilayah penelitian yang didominasi perbukitan. Hasil uji akurasi menggunakan metode confusion matrix  menunjukkan Sentinel-2A memiliki kinerja lebih baik dengan overall accuracy 94%, dibandingkan Landsat 9 dengan nilai 90%. Meskipun perbedaan akurasinya sangat kecil, Sentinel-2A terbukti lebih efektif dalam mendeteksi penggunaan lahan pada topografi yang heterogen.