Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KEBIJAKAN PENGUATAN HILIRISASI PRODUK BERBASIS TEKNOLOGI Bambang S Pujantiyo
Jurnal Kebijakan Publik Vol 13, No 4 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v13i4.8129

Abstract

Dalam melaksanakan hilirisasi produk berbasis teknologi (komersialisasi teknolog), kolaborasi triple helix antara Academician - Businessman - Government (ABG) adalah hal yang sangt penting. Di Indonesia, kolaborasi seperti ini belum banyak memberikan kontribusi signifikan terhadap daya saing nasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan kebijakan penerapan penguatan hilirisasi produk berbasis teknologi di seluruh lembaga riset di Indonesia termasuk di perguruan tinggi. Kebijakan yang dimaksud adalah penguatan metodologi yang digunakan dalam hilirisasi produk yang berbasis pada teori Randal Gold Smith. Teori ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap investigasi, tahap pengembangan / validasi, dan tahap komersialisasi. Khususnya pada tahap pengembangan ini terdiri dari beberapa validasi yaitu uji kolaborasi, uji bisnis model, uji produksi, uji pasar, uji harga, serta HKI. Hasil yang telah diterapkan dalam penerapan metodologi ini di lingkungan beberapa lembaga riset, telah menunjukkan dampak yang cukup signifikan. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk dapat menopang daya saing nasional, maka diperlukan kebijakan keseragaman dalam penggunaan metodologi penguatan hilirisasi produk ini dalam kerangka triple helix
Bringing Technology Invention Products to the Market Bambang S. Pujantiyo
Jurnal Inotera Vol. 7 No. 2 (2022): July-December 2022
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol7.Iss2.2022.ID188

Abstract

Bringing the invention of technology-based research results so that they can be commercialized, is closely related to the synergy of the triple helix Academician – Businessman – government (ABG) collaboration. In Indonesia, it has been done a lot, but it has not been able to have a significant impact. Collaboration is the initial activity of the commercialization process of technological inventions. This process is based on the Randal Goldsmith model which consists of 3 stages; investigation – development – commercialization. In this study, the update is at the development stage or validation stage which includes, production trials, market tests, and selling tests. After being applied in several research institutions, the results were obtained that the invention passed more significantly compared to before. With these results, it can be concluded and recommended that the proposed process method, can be used nationwide
Strengthening the process of commercialization of technology inventions Bambang S. Pujantiyo
Journal of Innovation in Business and Economics Vol. 6 No. 02 (2022): Journal of Innovation in Business and Economics
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jibe.v6i02.22727

Abstract

The crucial factors for enhancing national competitiveness are the technology readiness of research institutions and the level of industry innovation. The triple helix principle of collaboration between academia, businesses, and government is imperative for successful commercialization of technological inventions. However, this process is not well-established in Indonesia, which necessitates strengthening it to support national competitiveness. This study seeks to reinforce the commercialization process, following Randal Gold Smith's theory, which involves investigation, validation, and commercialization stages. The focus is on strengthening the validation stage, specifically through business model, production, market, and price tests.
Kesesuaian rencana pola ruang terhadap risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Boyolali Abyan Bayu Aji; Nur Miladan; Bambang S Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66891

Abstract

Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang memiliki dataran rendah, perbukitan dan pegunungan yang dekat dengan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Hal ini menjadikan Kabupaten Boyolali memiliki potensi risiko rawan bencana khususnya bencana tanah longsor. Fakta menunjukkan tidak adanya integrasi dalam perencanaan wilayah di Kabupaten Boyolali dengan kajian risiko bencana khususnya tanah longsor. Dengan adanya kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji risiko bencana tanah longsor dan melihat kesesuaian antara kajian risiko bencana tanah longsor tersebut terhadap rencana pola ruang di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif yang didukung analisis skoring pembobotan serta spatial overlay. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Boyolali memiliki tiga tingkatan risiko bencana. Risiko bencana tanah longsor didominasi risiko rendah dan risiko tinggi berada pada bagian barat Kabupaten Boyolali dengan pola semakin dekat dengan Gunung Merapi dan Merbabu, semakin tinggi juga risiko bencana tanah longsor. Kesesuaian rencana pola ruang terhadap risiko bencana tanah longsor memiliki persentase dominan sesuai pada kawasan risiko bencana rendah dan sesuai bersyarat pada kawasan budidaya berupa lahan terbangun, pertanian dan perkebunan. Sementara, ketidaksesuaian terdapat pada wilayah dengan risiko bencana tinggi dengan rencana pola ruang berupa kawasan permukiman dan pertanian. Penelitian ini juga mengungkap bahwa pembangunan pada rencana tata ruang menunjukkan ada kecenderungan pada kawasan risiko tinggi tanah longsor.
Tingkat jangkauan trayek angkot dalam pengembangan PPK Gedebage berdasarkan interaksi wilayah Tiara Imelia; Chrisna Trie Hadi Permana; Bambang Slamet Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.87213

Abstract

Penetapan PPK Gedebage berdasarkan RTRW Kota Bandung Tahun 2022 - 2042 meningkatkan daya tarik dan pergerakan sesuai dengan fungsinya sebagai pusat pelayanan. Namun, mobilitas yang tidak difasilitasi oleh sistem transportasi yang baik dapat menyebabkan kemacetan, ketidakmerataan pembangunan, dan polusi lingkungan. Sebagai salah satu transportasi publik di PPK Gedebage, nagkutan perkotaan (angkot) dapat mengatasi masalah mobilitas dengan menyesuaikan trayek sesuai kebutuhan masyarakat di pusat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat jangkauan pelayanan trayek angkot yang dilihat berdasarkan interaksi wilayah pada PPK Gedebage. Tingkat jangkauan trayek angkot ditinjau dari jumlah penduduk serta jarak antara kelurahan dengan pusat PPK dan dianalisis dengan teknik analisis gravitasi. Hasil menunjukkan empat kelurahan memiliki interaksi tertinggi dengan pusat pelayanan yaitu Kelurahan Cipamokolan, Cisaranten Kulon, Margasari, dan Darwati. Berdasarkan analisis, trayek angkot hanya melayani 53% dari total luas keseluruhan kelurahan dengan angka interaksi regional terbesar. Hal tersebut menunjukan bahwa trayek angkot saat ini belum sepenuhnya melayani dan menjangkau seluruh kelurahan berdasarkan urgensi interaksi wilayah pusat PPK Gedebage, sehingga dibutuhkan adanya penambahan trayek yang disesuaikan dengan besarnya interaksi antara kelurahan dengan pusat PPK Gedebage.
Pattern of Community Economic Empowerment in Slump Area in Mojo Village Bambang S. Pujantiyo
Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Physical reorganization programs in some slum areas have been carried out massively by the government, but there has been no initiative to empower the community's economy, so it is very important to know how the pattern is being carried out independently. This study aims to analyze the pattern of community economic empowerment, especially related to community income as a result of physical reorganization in the Mojo slum area in Surakarta city. However, until now there has been no analysis of the income of the Mojo community after the implementation of the physical reorganization program. So to be able to find out, a qualitative descriptive methodology is used by collecting data through document studies and interviews with stakeholders and local communities. Based on secondary data and observations, an analysis of life sustainability was carried out using pentagonal assets, so that reliable assets could be known, and from the interview results it was known the impact on community income and empowerment patterns. As a result, it can be seen that in the pattern of implementing community empowerment independently, the role of intermediaries is very dominant, and in the end can provide resilience in the income level of the community. So it can be said that the increase in community income as one of the indicators in the economic empowerment of the community in Mojo is strongly influenced by the pattern and important role of intermediaries.
Taman kota aktif di Kota Magelang: Ramah anak? Aga Prasetya Amanda; Murtanti Jani Rahayu; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76704

Abstract

Anak-anak sebagai bagian dari penduduk perkotaan sering mengalami ketidakadilan spasial terutama pada pemenuhan kebutuhan ruang publik. Salah satu bentuk upaya pemenuhan hak anak atas ruang publik adalah dengan menyediakan ruang terbuka ramah anak yang aktif. Kondisi taman kota di Magelang sebagai ruang publik acapkali tercampur dengan pemanfaatan lainnya seperti zona komersil. Selain itu, beberapa taman kota lainnya belum memiliki fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian taman kota aktif di Kota Magelang sebagai ruang publik ramah anak. Penelitian ini menggunakan penelitian secara kuantitatif melalui pendekatan deduktif dengan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis skoring dengan metode pengukuran Guttman melalui pendekatan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa tiga dari lima taman kota aktif di Kota Magelang mendapatkan nilai sesuai sebagai ruang publik ramah anak, sementara sisanya mendapatkan nilai kurang sesuai sebagai ruang publik ramah anak di Kota Magelang.
Analisis kinerja jalan pada Kawasan Pasar Lama di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang Manisa Edelin Jingga; Nur Miladan; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.64531

Abstract

Jalan Kisamaun adalah pintu masuk menuju Kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang yang merupakan kawasan komersial. Hal ini menjadikan Jalan Kisamaun memiliki volume lalu lintas yang tinggi dan menyebabkan penurunan tingkat pelayanan jalan sehingga munculnya kemacetan lalu lintas. Perhitungan kinerja jalan dalam menampung arus lalu lintas kendaraan menjadi hal yang penting untuk diidentifikasi dan menjadi dasar intervensi lanjutan. Metode analisis kinerja jalan menggunakan analisis kuantitatif dengan indikator yaitu arus kendaraan (Q), kapasitas jalan (C), derajat kejenuhan (Dj), dan tingkat pelayanan jalan (Level of Service). Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan pada jam-jam puncak. Kawasan penelitian memiliki nilai arus lalu lintas mencapai 1243,6 smp/jam. Sementara, nilai kapasitas jalan mencapai 2414 skr/jam dan nilai derajat kejenuhan mencapai 0,88. Temuan ini menunjukkan kinerjra jalan pada kelas E dengan kecepatan kendaraan kadang terhenti sehingga menyebabkan antrian panjang. Kemampuan kinerja jalan pada Jalan Kisamaun tidak sesuai dengan kebutuhan kinerja untuk pengembangan kawasan komersial. Turunnya kemampuan kinerja jalan menyebabkan adanya penumpukkan kendaraan pada jam puncak sehingga terjadinya kemacetan lalu lintas pada Kawasan Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang.
Kesesuaian layanan angkutan umum terhadap preferensi pengguna kereta rel listrik (studi kasus: Stasiun Transit Kota Depok) Fathin Muttaqin Frendra; Paramita Rahayu; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91177

Abstract

Kota Depok memiliki dua moda angkutan umum utama, yaitu Kereta Rel Listrik (KRL) dan angkutan kota. Namun, penggunaan angkutan umum menurun akibat meningkatnya kendaraan pribadi dan transportasi daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian layanan angkutan umum terhadap preferensi pengguna KRL di Stasiun Transit Kota Depok. Data primer dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan angkutan kota menjangkau 62% kawasan perumahan di Kota Depok. Pengguna KRL terbagi menjadi tiga kelompok moda lanjutan: angkutan kota, transportasi daring, dan kendaraan pribadi. Layanan angkutan kota sepenuhnya memenuhi preferensi kelompok pengguna angkutan kota, sementara pada dua kelompok lainnya hanya sebagian. Pada pengguna transportasi daring, kesesuaian terdapat pada tarif dan jarak tempuh; sedangkan pada pengguna kendaraan pribadi hanya pada aksesibilitas, tarif, dan jarak tempuh.
Pengaruh faktor spasial terhadap pendapatan aktivitas komersial: Pusat Pelayanan Kota Surakarta Adhie Rum Muttaqin; Paramita Rahayu; Bambang S Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.89771

Abstract

Kota Surakarta adalah pusat bisnis dan ekonomi yang penting bagi wilayah sekitarnya. Sebagai motor penggerak, aktivitas perdagangan dioptimalisasi melalui pembentukan pusat-pusat pelayanan Jebres, Purwosari, Nusukan, Joyotakan, dan Koridor Slamet Riyadi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aspek spasial terhadap pendapatan aktivitas perdagangan dan jasa di pusat pelayanan kota menggunakan analisis regresi linear berganda. Variabel terikat dalam penelitian ini merupakan pendapatan aktivitas komersial, sedangkan variabel bebas meliputi sentralitas kawasan, jarak ke pusat, sirkulasi kendaraan, ketersediaan lahan parkir, persebaran dan keanekaragaman aktivitas komersial. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan kuesioner dan diolah menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan metode deskriptif, statistik, dan geospasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan pusat pelayanan berada di lokasi yang sentral dengan rata-rata jarak antar pusat yang dekat, memiliki sirkulasi lalu lintas yang tidak stabil namun masih dapat dikendalikan, serta memiliki lahan parkir yang terbatas. Sarana komersial di kawasan penelitian cenderung mengelompok dengan keberagaman tinggi. Regresi linear menunjukkan bahwa sentralitas, jarak ke pusat, ketersediaan lahan parkir, persebaran, dan keanekaragaman aktivitas komersial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan sirkulasi lalu lintas tidak berpengaruh signifikan.