Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN KUMUH MOJO Bambang S. Pujantiyo; Murtanti Jani Rahayu
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 1: Juli 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.1.11-23

Abstract

Program tata ulang fisik di kawasan kumuh secara masif telah dilakukan oleh Pemerintah, tetapi belum banyak menyertakan program kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Padahal peningkatan ekonomi masyarakat ini penting untuk dapat menjamin keberhasilan tata ulang fisik. Sementara itu, tanpa inisiatif kegiatan tersebut, masyarakat melakukan pemberdayaan secara mandiri dengan prinsip mempertahankan pendapatan. Hal ini penting untuk diidentifikasi, dan akan menjadikan masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan penerapan program selanjutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya terkait pendapatan masyarakat dalam kerangka kolaborasi triple helix di kawasan kumuh Mojo di kota Surakarta. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. Sebagai hasilnya, dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat secara mandiri, pengaruh modal sosial khususnya peran beberapa intermediator independen yang dikelola oleh masyarakat, sangat dominan mempengaruhi kebertahanan dalam tingkat pendapatan masyarakat.
Pola dan perilaku pergerakan wisatawan budaya Kota Surakarta Muhammad Miftahur Rozaq; Ratri Werdiningtyas; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.105319

Abstract

Pembangunan pariwisata bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan aktivitas wisata yang berkualitas melalui penyediaan layanan pariwisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Studi pola dan perilaku pergerakan wisatawan dipandang sebagai salah satu bentuk upaya memahami dinamika sistem kepariwisataan. Penelitian ini bertujuan memahami karakteristik pergerakan wisata budaya sebagai aset utama pengembangan pariwisata Kota Surakarta melalui integrasi elemen pola dan perilaku pergerakan wisatawan. Penelitian ini menggunakan data primer dari 168 responden yang dipilih dengan metode proportionate strateified random sampling. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan karakteristik wisatawan dan memetakan garis pergerakan responden dan melihat pola yang terbentuk dengan analisis spasial Line Density. Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan antara dimensi spasial (pola) dan non-spasial (perilaku) pergerakan wisatawan. Pergerakan wisata budaya di Kota Surakarta dalam penelitian ini menunjukkan dominasi perjalanan wisata satu hari yang berpusat pada destinasi di area pusat kota. Wisatawan mayoritas berkunjung ke satu hingga tiga lokasi dengan lokasi kunjungan tertinggi ada di Pasar Antik Triwindu. Hasil temuan dalam penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan dan pelayanan transportasi wisata terintegrasi di Kota Surakarta.
Evaluasi Kualitas Fisik dan Nonfisik pada Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) (Studi Kasus Taman Adipura Kencana Kabupaten Kudus) Salsabila Nur Shadrina; Murtanti Jani Rahayu; Bambang S. Pujantiyo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78175.123-137

Abstract

Program Kota Layak Anak (KLA) telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah sejak tahun 2010. Salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan KLA yaitu dengan penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). RBRA merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memiliki desain modern dengan konsep ramah anak dan didukung oleh berbagai fasilitas di dalamnya. Diantara beberapa taman kota di Kabupaten Kudus, hanya Taman Adipura Kencana yang terverifikasi sejak tahun 2019 untuk masuk ke dalam kategori RBRA di Kabupaten Kudus. Namun, terdapat beberapa masalah yang ditemukan di Taman Adipura Kencana seperti kelengkapan fasilitas dan kondisi fisik taman yang kemudian menjadikan kesesuaian dari konsep RBRA tersebut berkurang. Selain itu, perhatian perlu diberikan pada faktor keamanan, keselamatan, aksesibilitas, kesehatan, keindahan, dan kenyamanan dalam perancangan agar kegiatan belajar dan bermain di Taman Adipura Kencana dapat berjalan efektif. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deduktif, teknik analisis statistika deskriptif, dan analisis skoring. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Taman Adipura Kencana secara keseluruhan merupakan taman ramah anak yang menyenangkan dan nyaman tetapi masih ada beberapa faktor yang belum dipertimbangkan dalam perancangan taman ini. Kondisi tersebut tentu mengharuskan pemerintah/stakeholder untuk berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas taman yang masih diperlukan agar dapat sesuai dengan konsep RBRA.
Kajian Kesesuaian Penerapan Konsep Smart Environment sebagai Bagian dari Smart City (Studi Kasus: Kota Semarang) Dhea Ayu Herbila Sari; Murtanti Jani Rahayu; Bambang S. Pujantiyo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.80802.154-170

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang sudah menerapkan konsep smart city pada seluruh aspek perencanaan kota. Dengan berbagai permasalahan lingkungan cukup kompleks yang dihadapi, salah satu strategi yang diterapkan Kota Semarang adalah penerapan smart environment. Meskipun demikian, dari berbagai variasi program smart environment yang telah diterapkan di Kota Semarang, beberapa diantaranya masih kurang sesuai dan kurang tepat sasaran. Sebagian besar layanan hanya dapat diakses oleh masyarakat yang melek teknologi dan beberapa layanan mengalami error sehingga tidak dapat diakses oleh masyarakat. Selain itu, permasalahan lingkungan di Kota Semarang masih banyak ditemukan meskipun telah diterapkan berbagai program smart environment. Berangkat dari latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penerapan konsep smart environment di Kota Semarang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesesuaian penerapan konsep smart environment di Kota Semarang termasuk dalam kategori cukup sesuai dengan persentase sebesar 51,29%. Kategori cukup sesuai diartikan bahwa indikator smart environment yang sesuai lebih banyak dibandingkan indikator smart environment yang tidak sesuai, sehingga potensi Kota Semarang untuk menjadi smart environment sebagai bagian dari smart city masih cukup besar. Ketidaksesuaian tersebut memerlukan ada perbaikan serta peningkatan pada setiap komponen smart environment guna mewujudkan kesesuaian penerapannya di Kota Semarang.