Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Abu Cangkang Sawit Dan Semen Terhadap Tanah Lempung Di Uji Dengan Unconfined Compression Test Rika Deni Susanti; Debby Endriani; Husni Thamrin
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11700

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui sifat-sifat fisik (index properties) dari tanah yang berasal dari Dusun Paloh 80, Percut Sei Tuan dan mengetahui perbandingan kuat daya tekan tanah yang dicampur dengan abu cangkang sawit dan semen. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel sebanyak 40 sampel tanah dan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui nilai index properties dan engineering properties menggunakan uji UCT (Unconfined Compression Test). Dengan tanah asli dan tanah yang sudah distabilisasi menggunakan campuran abu cangkang sawit dan semen dengan persentase 0%, 6%, 12%, 18%, 24%, dan 30% pada kondisi kadar air optimum. Pengujian yang dilakukan berdasarkan metode ASTM. Semakin bertambahnya persentase campuran abu cangkang sawit dan semen, maka nilai koefisien semakin kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan bebas (qu) pada tanah asli sebesar 0.433 kg/cm2 . Pada variasi campuran 3% ACS + 3% semen, diperoleh nilai kuat tekan tanah (qu) maksimum sebesar 0.585 kg/cm2 . Nilai kuat tekan bebas tanah (qu) meningkat hingga variasi campuran 15% ACS + 15% semen sebesar 2.150 kg/cm2, nilai kuat tekan bebas campuran ACS + Semen masih diatas nilai kuat tekan bebas pada tanah asli.
Analisa Tekuk Kolom Baja Ringan (Zincalume) Dan Baja Konvensional Husni Thamrin; Ferry Anderson S.
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 6 No. 2 (2023): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v6i2.8776

Abstract

Steel column structures can be used for various types of buildings, various advantages can be obtained when using steel as a building material, but its use cannot be estimated. Each of these elements will bear forces such as moments, normal or latitude, although the percentages differ from one another. Structures that carry normal forces are generally found in columns, both compressive and tensile so that a normal stress occurs. At this time the framework for the column is conventional steel but at this time there are other alternative materials, namely frames made of mild steel. As we know so far that most of the use of mild steel for roof truss construction, technological advances in the field of steel materials, especially mild steel, have been able to produce high quality mild steel, namely with a minimum tensile strength of 550 MPa. (Zincalume). Based on the results of the analysis, there is a critical stress difference in two cross sections with the same size from different types of materials, namely mild steel and conventional steel.
Optimalisasi Konversi Energi Gelombang Laut menjadi Listrik Menggunakan Metode Point Absorber untuk Wilayah Pesisir Indonesia Gunawan Sihombing; Irwansyah Putra; Kurniawan Lubis; Devi Maiya Sari Nasution; Husni Thamrin
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6532

Abstract

Pembangkit energi listrik berbasis gelombang laut (wave energy) merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan Energi gelombang laut memanfaatkan pergerakan gelombang untuk menghasilkan energi yang dapat dikonversi menjadi listrik. Teknologi ini memiliki potensi untuk diterapkan di wilayah pesisir, terutama di negara-negara yang memiliki garis pantai panjang dan potensi gelombang laut yang tinggi. Teknologi konversi energi gelombang laut telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pembangkit energi listrik berbasis gelombang laut yang dapat diterapkan di wilayah pesisir dengan memanfaatkan teknologi konversi energi terbarukan. Teknologi yang digunakan difokuskan pada sistem Point Absorber karena efisiensinya dalam mengubah energi gelombang laut menjadi listrik. Metodologi penelitian meliputi studi literatur, pemilihan teknologi, pemodelan dan simulasi, pembangunan prototipe, serta pengujian kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menghasilkan daya hingga 12,5 kW dengan efisiensi konversi energi rata-rata sebesar 21%. Sistem juga menunjukkan ketahanan yang baik dalam kondisi laut ekstrem dan dilengkapi dengan baterai lithium-ion sebagai sistem penyimpanan, yang mampu menyimpan energi hingga 50 kWh dan mendistribusikan 12 kW per jam selama 4–6 jam. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa meskipun biaya implementasi awal relatif tinggi (USD 1,5 juta), sistem ini memiliki potensi pengembalian investasi dalam waktu 5–7 tahun. Selain memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi di wilayah pesisir, sistem ini juga terbukti ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap ekosistem laut. Dengan demikian, pembangkit listrik berbasis gelombang laut merupakan solusi energi alternatif yang layak dan berkelanjutan untuk daerah pesisir.