Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMANFAATAN PEKTIN YANG DIISOLASI DARI KULIT DAN BUAH SALAK (SALACCA EDULIS REINW) DALAM UJI IN VIVO PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DAN GLUKOSA DARAH PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Pradhani Dhaneswari; Crisdany Gusti Sula; Zahra Ulima; Putri Andriana
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. VII, No. 2, Januari 2015
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol7.iss2.art4

Abstract

Pektin merupakan polimer yang terdapat dalam dinding sel tumbuhan dan dapat ditemukan dalam berbagai jenis tanaman pangan. Pektin pada tanaman banyak terdapat pada kulit dan daging buahnya. Pektin memiliki manfaat yang banyak, terutama di bidang kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk mendapatkan pektin dari kulit dan daging buah salak pondoh (Salacca edulis Reinw.), yang keberadaannya berlimpah di Kabupaten Sleman, serta untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar glukosa dan kolesterol dalam uji in vivo. Dilakukan 2 cara untuk mendapatkan pektin dari kulit dan daging buah salak, yaitu dengan soxhletasi dan perebusan. Untuk metode soxhletasi digunakan kondisi pH 2,5-3, dengan suhu 90°C. Sedangkan untuk metode perebusan, digunakan kondisi pH 1,5 dengan suhu 80°C. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok untuk masing-masing uji penurunan kadar glukosa dan uji penurunan kadar kolesterol. Kelompok I kontrol normal hanya diberikan diet normal, kelompok II kontrol negatif hanya diberikan diet tinggi gula pada kelompok uji penurunan glukosa atau diet tinggi lemak pada kelompok uji penurunan kadar kolesterol, dan kelompok III perlakuan pektin 1,8g/kg BB beserta diet tinggi gula atau diet tinggi lemak. Kadar glukosa dan kolesterol dalam darah diukur pada akhir perlakuan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis.
PENGARUH DURASI PENGGUNAAN OBAT ANTIKOLINERGIK TERHADAP KOGNITIF PASIEN LANJUT USIA DI RAWAT JALAN Pradhani Dhaneswari; I Dewa Putu Pramantara S.; Fita Rahmawati
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jfki.v1i1.149

Abstract

Durasi penggunaan obat antikolinergik memiliki pengaruh yang cukup bervariasi terhadap masing-masing individu pasien, terutama pada pasien lanjut usia. Pasien lanjut usia memiliki karakteristik khusus terkait perubahan fisiologis yang menyebabkan mereka lebih sensitif terhadap efek kognitif antikolinergik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penggunaan antikolinergik terhadap status fungsi kognitif pada pasien lanjut usia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pasien yang menggunakan obat antikolinergik (berdasarkan daftar Anticholinergic Drug Scale, ADS) dicatat durasi penggunaannya, kemudian penilaian status fungsi kognitif diukur menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE). Pengambilan data dimulai pada periode Mei – Juli 2018 di Poliklinik Rawat jalan Penyakit Dalam dan Geriatri RSUP Dr. Sardjito. Korelasi didapatkan dengan menggunakan analisis multivariat regresi linier. Jumlah pasien yang menggunakan obat antikolinergik sebanyak 58 pasien (dari 102 pasien), dengan 40 pasien menggunakan obat antikolinergik tunggal, dan 18 pasien menggunakan antikolinergik lebih dari satu. Multivariat regresi liniear menunjukkan bahwa durasi penggunaan obat antikolinergik memberikan penurunan fungsi kognitif pasien lanjut usia secara bermakna (p<0,005; p=0,003), dengan nilai koefisien korelasinya (R) adalah -0,260 (95% Confidence Interval, CI: -1,041 - (-0,177)). Hasil analisis tersebut menunjukkan semakin lama penggunaan obat antikolinergik berpotensi menurunkan fungsi kognitif pada pasien lanjut usia.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis pada Remaja : Literature Review Puspitasari, Tety Retno; Dhaneswari, Pradhani; Putra , Yonathan Kristian Yuan
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 3 (2023): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v11i3.562

Abstract

Masa pubertas pada remaja adalah masa dimana seorang remaja sedang mencari identitas diri, Mempunyai keinginan untuk diterima oleh teman dan mulai tertarik pada lawan jenis. Kemudian hal ini dapat mempengaruhi pola makan remaja, termasuk dalam penentuan makanan dan frekuensi makan. Pada remaja seringkali melakukan diet yang tidak sehat, bahkan sampai pola makannya terganggu sehingga menyebabkan gastritis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematik literature review. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 7 jurnal, 6 jurnal yang bersumber dari google scholar dan 1 jurnal bersumber dari PubMed.yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan dan menganalisis penelitian tentang hubungan pola makan dengan kejadian gastritis, dengan  menambahkan variabel lain atau mengubah dengan metode lain seperti penelitian primer dengan metode penelitian kualit
Analisis Pola Pembelian Obat Kortikosteroid Dalam Swamedikasi Di Apotek Pada Masyarakat Trimulyo, Jetis, Bantul Pradhani Dhaneswari
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.425

Abstract

Persepsi khasiat kortikosteroid dalam mengobati berbagai kondisi, dapat mendorong perilaku pengobatan mandiri (swamedikasi) di masyarakat. Namun, penggunaan kortikosteroid tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan efek samping yang serius, terutama jika dikombinasikan dengan obat-obatan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pembelian kortikosteroid dalam pelaksanaan swamedikasi di apotek wilayah Trimulyo, Jetis, Bantul, dengan fokus pada identifikasi jenis obat yang digunakan, karakteristik pembeli, dan potensi risiko kesehatan. Penelitian observasional ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan data yang dikumpulkan pada periode Januari hingga Maret 2023 mencakup jenis obat kortikosteroid, obat lain yang dibeli bersamaan, jenis kelamin pembeli, kategori obat (Obat Generik Berlogo atau generik bermerek), bentuk sediaan, indikasi terapi, jumlah pembelian, total biaya kortikosteroid dan keseluruhan obat dalam setiap transaksi, serta beban antikolinergik yang dihitung menggunakan Anticholinergic Drug Scale (ADS). Hasil menunjukkan jenis kelamin Perempuan paling banyak melakukan swamedikasi menggunakan obat kortikosteroid. Obat kortikosteroid yang paling sering dibeli adalah deksametason sistemik (H02AB02) dengan persentase 47,62%, serta didominasi oleh penggunaan obat generik bermerek (51,79%) dengan bentuk sediaan oral (71,43%) dan topikal (24,70%), dengan indikasi utama pengobatan gatal (41,07%) dan nyeri akibat peradangan (28,88%). Sebagian pembelian melibatkan obat tambahan yang menimbulkan potensi risiko efek samping kumulatif. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti diklofenak (23,27%) paling sering dikombinasikan dengan kortikosteroid. Beban antikolinergik paling banyak menunjukkan skor 1 untuk tiap transaksi. Peran Apoteker dan penyedia layanan kesehatan sangat penting dalam memberikan edukasi dan pemantauan mengenai penggunaan kortikosteroid yang tepat, serta potensi efek samping dan risiko interaksi obat guna mendorong penggunaan kortikosteroid yang lebih aman dan terkontrol.
Pendekatan Edukatif Apoteker Keluarga untuk Meningkatkan Literasi Obat pada Ibu Rumah Tangga di Dusun Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul Dhaneswari, Pradhani; Pranawati, Erma; Pratiwi, Arie Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34044

Abstract

Pengobatan mandiri (swamedikasi) telah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh ibu rumah tangga untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan di rumah. Meski praktis, keterbatasan pengetahuan terkait cara mendapatkan, penyimpanan, penggunaan, dan pembuangan obat yang benar dapat memicu kesalahan yang berisiko bagi kesehatan keluarga. Melihat hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan literasi obat melalui pendekatan edukatif yang memberdayakan ibu rumah tangga sebagai “Apoteker Keluarga”. Program dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2025 di RT 05, Dusun Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, meliputi penyuluhan interaktif, pembagian leaflet, edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Benar), serta evaluasi pengetahuan dengan pre-test dan post-test. Sebanyak 28 peserta terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hasil analisis menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p = 0,001; p 0,05) pada skor post-test dibandingkan pre-test. Temuan ini mengindikasikan efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman peserta. Selain itu, antusiasme peserta dan umpan balik positif yang diberikan menegaskan bahwa metode penyuluhan efektif dalam menjaga keterlibatan audiens. Ke depan, program ini disarankan untuk dikembangkan dengan materi lanjutan, seperti pemilihan obat bebas (over the counter/OTC), interaksi obat, dan pengelolaan obat untuk penyakit kronik di rumah, sehingga dapat menjadi model edukasi yang berkelanjutan dan mudah diterapkan di masyarakat.
Profil Penggunaan Obat dengan Sifat Antikolinergik dan Korelasinya terhadap Fungsi Kognitif Pasien Lanjut Usia Dhaneswari, Pradhani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.4463

Abstract

Perubahan fisiologis pada lansia dapat memengaruhi respon pengobatan, sehingga berpotensi muncul efek samping dari penggunaan obat. Dalam hal ini, obat antikolinergik diketahui berdampak pada fungsi kognitif, terutama pada pasien lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi tingkat beban antikolinergik terhadap status fungsi kognitif pada pasien lansia yang menjalani perawatan rawat jalan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif non-eksperimental dengan metode cross sectional pada pasien lansia (≥60 tahun) yang menjalani perawatan di Poliklinik Rawat Jalan Penyakit Dalam dan Geriatri RSUP Dr. Sardjito Data profil pasien dan profil penggunaan obat didapatkan dari wawancara dan pengambilan data rekam medis. Penentuan tingkat beban obat antikolinergik menggunakan Anticholinergic Drugs Scale (ADS) dan penentuan status fungsi kognitif menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE). Korelasi antara variabel bebas (variabel utama dan variabel perancu) dengan variable terikat (status fungsi kognitif) didapatkan dengan menggunakan analisis multivariat regresi linier. Prevalensi penggunaan antikolinergik dari 102 pasien adalah 56,9% (n=58). Hasil regresi linier multivariat menunjukkan bahwa tingkat beban antikolinergik memiliki hubungan signifikan terhadap status fungsi kognitif pasien (p < 0,005; p = 0,013) dengan nilai R = -0,226 (95% Confidence Interval, CI: -0,968 - (- 0,118)). Peningkatan beban antikolinergik memiliki korelasi yang signifikan dengan status fungsi kognitif pada pasien lansia.