Articles
Utilization of Biochar Rice Husk and Straw to Increase Yield of Upland Rice (Oryza sativa L.) on Ultisol Medium
Karunia Gea;
Nelvia Nelvia;
Adiwirman Adiwirman
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol 2 No 2 (2020): Vol 2 No 2 (2020): July. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.854 KB)
|
DOI: 10.36378/juatika.v2i2.374
Beras merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia dan mengalami defisit setiap tahun. Budidaya padi gogo di lahan marginal seperti Ultisol menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan beras. Ultisol memiliki beberapa masalah dalam pengelolaannya seperti keasaman dan kekurangan nutrisi. Diperlukan input seperti sekam padi dan jerami padi berupa residu biochar dan asap cair untuk memperbaiki masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi biochar, asap cair dan interaksi biochar dan asap cair terhadap pertumbuhan padi gogo di medium Ultisol. Penelitian ini dalam bentuk percobaan faktorial disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL). Faktor pertama adalah residu biochar terdiri dari 4 taraf (0/tanpa biochar, 10 ton ha-1 sekam padi, 10 ton ha-1 jerami padi dan 5 ton ha-1 sekam padi + 5 ton ha-1 jerami padi). Faktor kedua adalah asap cair terdiri dari 3 taraf (0/tanpa asap cair, 0.5 ml L-1 sekam padi dan 0.5 ml L-1 jerami padi) masing-masing kombinasi diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu biochar sekam padi dan jerami padi masing-masing dosis 10 ton ha-1 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai dan bobot kering jerami dibandingkan kontrol bahkan pada campuran keduanya (1:1) peningkatannya lebih tinggi. pemberian asap cair sekam padi dan jerami padi dosis 0.5 ml L-1 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, bobot kering jerami dibandingkan kontrol. Interaksi campuran residu biochar (sekam padi dan jerami padi) dosis 10 ton ha-1 (1:1) dan asap cair 0.5 ml L-1 (sekam padi dan jerami padi) meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai dan bobot kering jerami dibandingkan kontrol.
TRANSFORMASI GEN Hd3a PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) KULTIVAR IPB CP (CHIP POTATO) 1 MELALUI Agrobacterium tumefaciens
Nonozisokhi Gea;
Karunia Gea
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kentang cv IPB CP (Chip Potato) 1 merupakan kentang hasil modifikasi dari kentang kultivar Atlantik dengan meradiasi pada dosis 15 gray di BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional). Di Indonesia kentang ini digunakan sebagai kentang olahan seperti keripik. Umbi adalah organ tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk dari organ lain pada tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat tertentu. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi umbi kentang dengan melakukan induksi pengumbian. Gen heading date 3a (Hd3a) merupakan salah satu gen yang dapat mengatur waktu pembungaan pada padi. Gen Hd3a juga dapat menginduksi pembungaan pada beberapa tanaman lain seperti jarak pagar, Nicotiana benthamiana, Saussurea involucraten dan kentang. Selain menginduksi pembungaan gen ini dapat menginduksi pembentukkan umbi pada kentang cv Andigena. Penelitian ini bertujuan untuk mengintroduksikan gen Hd3a dibawah kendali promotor 35s ke dalam tanaman kentang cv IPB CP1 untuk menginduksi pembentukkan umbi. Introduksi gen Hd3a ke dalam kentang cv IPB CP 1 dilakukan dengan menggunakan metode kokultivasi melalui A. tumefaciens LBA 4404. Transformasi terhadap 157 eksplan dari internode menghasilkan efesiensi transformasi 16.4 %, efesiesnsi regenerasi sebesar 23.1% serta 6 tunas transgenik putatif. Keenam tunas transgenik putatif ini dapat bertahan hidup pada media induksi kalus yang mengandung 15 mg/L antibiotik higromisin. Analisis terhadap 6 tunas tanaman trangenik putatif dilakukan dengan menggunakan PCR dengan primer 35S-F dan Hd-R. Analisis PCR menunjukkan bahwa keenam tanaman tersebut merupakan kentang transgenik yang mengandung gen Hd3a di bawah kendali promotor 35S CaMV.
SEKUEN SIFAT MORFOLOGI PADA FISIOGRAFI ALUVIAL BANTARAN SUNGAI BATANG HARI JAMBI
Karunia Gea;
Nonozisokhi Gea
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 6 (2023): February: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sungai Batang hari merupakan sungai terpanjang di Provinsi Jambi. Sungai ini dimanfaatkan untuk areal pertanian muda. Fluktuasi banjir yang terjadi dari waktu ke waktu di sungai batang hari sangat mempengaruhi pembentukan fisiografi serta tanah di daerah sekitar aliran sungai. Data awal menunjukkan bahwa hail produksi jagung di Kecamatan Sumay (Tebo) dan Kecamatan Muara Tembesi (Batanghari) lebih rendah dibandingkan dengan Kecamatan Maro Sebo (Muaro Jambi). Hal ini diduga pada daerah Maro Sebo (daerah hilir) bahan yang diendapkan lebih halus dibanding di daerah Tebo dan Batanghari. Ketiga lokasi yang menjadi tempat penelitian merupakan daerah pinggiran sungai yang mendapatkan endapan setiap tahun dari sungai, sehingga terjadi penambahan lapisan atas pada tanah yang akan mempengaruhi sifat morfologi tanah pada daerah tersebut. Judul dari penelitian ini adalah “Sekuen Sifat Morfologi Tanah pada Fisiografi Aluvial Bantaran Sungai Batanghari Jambi“. Penelitian dilakukan untuk mengetahui beberapa sifat morfologi tanah pada fisiografi aluvial bantaran sungai Batanghari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei dengan pendekatan tapak (site) aluvial bantaran sungai Batanghari, yang kemudian dilakukan penggalian profil tanah pada masing-masing lokasi penelitian. Berdasarkan hasil deskripsi tanah di lapangan dan hasil analisis tanah dilaboratorium dapat disimpulkan bahwa semakin rendah ketinggian tempat maka sifat morfologi dan fisikanya semakin berkembang. Disarankan agar dalam memanfaatkan tanah yang berkembang dari endapan alluvial untuk keperluan pengembangan pertanian hendaklah diperlukan pembuatan saluran drainase guna mempertahankan kondisi kadar air didalam tanah dan mencegah proses terbentuknya Al didalam tanah akibat proses oksidasi-reduksi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA
karunia sadarius gea
JOURNAL ECONOMICS AND STRATEGY Vol 4 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Tjut Nyak Dhien
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36490/jes.v4i1.747
Penelitian Karunia Sadarius Gea (2023) Skripsi berjudul, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara" dibawah bimbingan Pembimbing skripsi I Ibu Evalina Pakpahan, S.E., M.Si dan Bapak Simon Patar Rizki Manalu, S.E., M.SPsebagai Pembimbing Skripsi II. Penelitian ini ditunjukkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara baik pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran dan pendapatan perkapita.Untuk mengetahuinya ada pengaruh pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran dan pendapatan perkapita terhadap kemiskinan maka dapat digunakan metode analisis regresi linear berganda.Data penelitian ada data sekunder dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2021 yang bersumber dari BPS 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dan BPS Provinsi Sumatera Utara. Hasil dari keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap kemiskinan. Kata Kunci : Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Asumsi Klasik, Uji Hipotesis
PEMANFAATAN BIOCHAR SEKAM DAN JERAMI PADI UNTUK MENINGKATKAN HASIL PADI GOGO (Oryza sativa L.) PADA MEDIUM ULTISOL
Gea, Karunia
Jurnal Sapta Agrica Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Sapta Agrica
Publisher : Universitas Nias Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.611 KB)
|
DOI: 10.57094/jsa.v1i1.386
Beras merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia dan mengalami defisit setiap tahun. Budidaya padi gogo di lahan marginal seperti Ultisol menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan beras. Ultisol memiliki beberapa masalah dalam pengelolaannya seperti keasaman dan kekurangan nutrisi. Diperlukan input seperti sekam padi dan jerami padi berupa residu biochar dan asap cair untuk memperbaiki masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi biochar, asap cair dan interaksi biochar dan asap cair terhadap pertumbuhan padi gogo di medium Ultisol. Penelitian ini dalam bentuk percobaan faktorial disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL). Faktor pertama adalah residu biochar terdiri dari 4 taraf (0/tanpa biochar, 10 ton ha-1 sekam padi, 10 ton ha-1 jerami padi dan 5 ton ha-1 sekam padi + 5 ton ha-1 jerami padi). Faktor kedua adalah asap cair terdiri dari 3 taraf (0/tanpa asap cair, 0.5 ml L-1 sekam padi dan 0.5 ml L-1 jerami padi) masing-masing kombinasi diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu biochar sekam padi dan jerami padi masing- masing dosis 10 ton ha-1 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai dan bobot kering jerami dibandingkan kontrol bahkan pada campuran keduanya (1:1) peningkatannya lebih tinggi. pemberian asap cair sekam padi dan jerami padi dosis 0.5 ml L-1 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, bobot kering jerami dibandingkan kontrol. Interaksi campuran residu biochar (sekam padi dan jerami padi) dosis 10 ton ha-1 (1:1) dan asap cair 0.5 ml L-1 (sekam padi dan jerami padi) meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai dan bobot kering jerami dibandingkan kontrol.
SEKUENSI SIFAT MORFOLOGI PADA FISIOGRAFI ALUVIAL BANTARAN SUNGAI BATANG HARI JAMBI
Gea, Karunia;
Gea, Nonozisokhi
Jurnal Sapta Agrica Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sapta Agrica
Publisher : Universitas Nias Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.676 KB)
|
DOI: 10.57094/jsa.v1i2.397
Sungai Batang hari merupakan sungai terpanjang di Provinsi Jambi. Sungai ini dimanfaatkan untuk areal pertanian muda. Fluktuasi banjir yang terjadi dari waktu ke waktu di sungai batang hari sangat mempengaruhi pembentukan fisiografi serta tanah di daerah sekitar aliran sungai. Data awal menunjukkan bahwa hail produksi jagung di Kecamatan Sumay (Tebo) dan Kecamatan Muara Tembesi (Batanghari) lebih rendah dibandingkan dengan Kecamatan Maro Sebo (Muaro Jambi). Hal ini diduga pada daerah Maro Sebo (daerah hilir) bahan yang diendapkan lebih halus dibanding di daerah Tebo dan Batanghari. Ketiga lokasi yang menjadi tempat penelitian merupakan daerah pinggiran sungai yang mendapatkan endapan setiap tahun dari sungai, sehingga terjadi penambahan lapisan atas pada tanah yang akan mempengaruhi sifat morfologi tanah pada daerah tersebut. Judul dari penelitian ini adalah “Sekuen Sifat Morfologi Tanah pada Fisiografi Aluvial Bantaran Sungai Batanghari Jambi“. Penelitian dilakukan untuk mengetahui beberapa sifat morfologi tanah pada fisiografi aluvial bantaran sungai Batanghari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei dengan pendekatan tapak (site) aluvial bantaran sungai Batanghari, yang kemudian dilakukan penggalian profil tanah pada masing-masing lokasi penelitian. Berdasarkan hasil deskripsi tanah di lapangan dan hasil analisis tanah dilaboratorium dapat disimpulkan bahwa semakin rendah ketinggian tempat maka sifat morfologi dan fisikanya semakin berkembang. Disarankan agar dalam memanfaatkan tanah yang berkembang dari endapan alluvial untuk keperluan pengembangan pertanian hendaklah diperlukan pembuatan saluran drainase guna mempertahankan kondisi kadar air didalam tanah dan mencegah proses terbentuknya Al didalam tanah akibat proses oksidasi-reduksi.
PENGARUH PUPUK ORGANIK AMPAS KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum Esculentum Mill)
Astuti Nirmalani Mendrofa;
Gea, Nonozisokhi;
Gea, Karunia
Jurnal Sapta Agrica Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sapta Agrica
Publisher : Universitas Nias Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57094/jsa.v2i1.916
This study aims to determine the effect of coconut dregs on the growth of tomato plants. This research was conducted in the village of Hiliamaeta, Luahagundre sub – district, South Nias district, from April 20 2022 to May 25 2022. This type of research is quantitative research with a true experimental approach. The research design used was RAL (Completely Randomized Design) which consisted of five treatments (P) with four replications (U). The population of this study is 20 units of tomato plants and 20 units of the sample. This research was conducted by fermenting coconut dregs with a mixture of EM4 to become organic fertilizer. Treatment given with certain doses : P 0 was not given coconut dregs, P 1 (50 grams), P 2 (100 grams), P 3 (150 grams), P 4 (200 grams). Research date were analyzed by normality test, homogeneity test, hypothesis test, and further test (Duncan and LSD). So it can be concluded that H0 is rejected and H a is accepted, which means there is a difference in the growth of tomato plants when given coconut dregs on plants height and number of leaf blades. Researchers suggest that people should be able to use coconut dregs as a natural organic fertilizer for plants because coconut dregs are very easy to obtain, do not incur large costs and contain important subtances fot the growth of tomato plants (Lycopersicum esculentum Mill).
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KOMPOS DARI SERBUK KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG
Sembiring, Ika Septina;
Gea, Karunia;
Manao, Leonardus Historis;
Waruwu, Hasalinus
Jurnal Sapta Agrica Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Sapta Agrica
Publisher : Universitas Nias Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57094/jsa.v3i1.1858
This research aims to determine the effect of using compost from wood dust on the growth of corn plants (Zea Mays L). This type of research is quantitative research with pure experimental methods (true experiments). The population of this study was corn plants (Zea Mays L.) in 30 polybags. This research sample used simple random sampling consisting of 30 polybags of corn plants (Zea Mays L.) with six treatments and five replications. The treatments applied were P0 (without fertilizer), P1 (5 kg), P2 (4 kg), P3 (3 kg), P4 (2 kg), P5 (1kg). This research data was analyzed using the SPSS application version 20. Based on the analysis using the one way anova test, it showed that the application of wood compost powder to the P5 treatment (5 kg) on corn plants had a very real influence on stem height, number of leaves and stem diameter of corn plants. . . The results of data analysis from the Tukey HSD Least Significant Difference (BNT) test also show that the Fcount > Ftable value means Ho is rejected and Ha is accepted. This is because the more compost dose given, the more N contained in the bokashi will be received by the soil. Based on the research results, it shows that the use of sawdust compost has a real influence on the growth of corn plants (Zea Mays L.). The advice offered by researchers is that the use of compost should be increased to overcome the scarcity and high cost of inorganic fertilizers.
PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS SAGU SEBAGAI PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU
Ida Andayani;
Karunia Gea;
Leonardus Historis Manao
Jurnal Sapta Agrica Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Sapta Agrica
Publisher : Universitas Nias Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57094/jsa.v3i1.1860
Low productivity of green bean plants (Vigna radiata L.). This research aims to determine the effect of using sago dregs as compost on the growth of green bean plants (Vigna radiata L.). This type of research is descriptive type quantitative research with a pure experimental method (True experiment). The population in this study were all green bean plants that had been seeded, while the samples were the green bean plants themselves, consisting of 30 polybags, six treatments with 5 repetitions. The treatments applied are: P0=0 grams, P1= 50 grams, P2=100 grams, P3=150 grams, P4=200 grams, P5=250 grams. The data in this study were analyzed using normality tests, homogeneity tests and hypothesis tests using the SPSS version 15 application. Based on the results of the research, it shows that there is an influence of using Sago Dregs as Compost Fertilizer on the Growth of Green Bean Plants (Vigna radiata L.) in each treatment and replication, namely starting from the first treatment to the fifth treatment and good growth of green bean plants was at a dose of 250 grams (5th Treatment). The suggestion from researchers is that people should be able to use Sago Dregs as a type of natural fertilizer for green bean plants because this fertilizer, apart from fertilizing the soil, also increases more optimal growth of green bean plants.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH ORGANIK MASYARAKAT MENJADI PUPUK KOMPOS DI DESA HILISONDREKHA
Gea, Karunia;
Leonardus Historis Manao;
Firdaus Laia
Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nias Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57094/haga.v3i1.1870
The aim of this service activity is to provide understanding to the community, especially in Hilisondrekha Village, South Nias Regency, about how to make compost fertilizer from organic waste and the technology used in processing it. The method used in this activity is the lecture method in the form of socialization with participants consisting of the Hilisondrekha Village community. This activity was carried out at the Hilisondrekha Village Hall, South Nias Regency on Friday 17 May 2024. The results obtained from this service in Hilisondrekha Village were that the community was able to process organic waste into organic fertilizer. Activities to utilize technology to process community organic waste have been carried out well. One of the most important factors in processing organic waste into compost is that it can preserve the village environment and is beneficial for community plants. The conclusion of this service activity is that people can make their own fertilizer and sort organic waste from non-organic waste.