Abstract: The aloe vera plants cultivated by the Sumber Rejeki Women Farmers Group are currently in poor condition, characterized by yellowing leaves. This indicates a significant nutrient deficiency. However, the group members lack the skills to produce organic fertilizer. To address this, community service initiatives are needed to provide training on the production and application of Liquid Organic Fertilizer (LOF) using locally available materials, specifically goat manure and aloe vera leaf scraps. The primary objective of this program is to empower the members with the practical knowledge to create and apply this organic fertilizer to restore the health of their aloe vera crops. employed methods such as socialization, construction of fermentation barrels, hands-on training, evaluation, and mentoring. The training significantly improved participants' understanding, with overall comprehension of liquid organic fertilizer (increasing by 47%, knowledge of production methods rising by 41%, awareness of benefits growing by 29%, and familiarity with materials increasing by 50%. The resulting liquid organic fertilizer had an average composition of 0.56% organic carbon, 0.03% total nitrogen, 0.02% P₂O₅, 0.07% K₂O, and a C/N ratio of 18.86. Aloe vera plants fertilized with this liquid organic fertilizer exhibited greener fronds, a higher number of fronds, longer fronds, and an average frond weight of 300-400 grams.Abstrak: Tanaman lidah buaya milik KWT Sumber Rejeki mengalami penurunan kualitas yang ditandai dengan pelepah berwarna kekuningan. Kondisi ini menunjukkan kurangnya nutrisi, namun para anggota belum memiliki keterampilan untuk memproduksi pupuk secara mandiri. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia yaitu kotoran kambing dan sisa-sisa pelepah lidah buaya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan baku kotoran kambing dan sisa-sisa pelepah lidah buaya serta aplikasinya pada tanaman lidah buaya. Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi, pembuatan tong fermentasi serta pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik cair serta evaluasi kegiatan dan pendampingan. Tingkat pemahaman peserta pelatihan POC terdapat kenaikan 47%, dengan tingkat pemahanan sangat paham 18% dan cukup paham 82%. Pengetahuan peserta mengenai cara pembuatan POC meningkat sebesar 41% dengan tingkat pemahanam 9% sangat paham dan 91% cukup paham. Pemahaman mengenai manfaat POC mengalami peningkatan 29% (tadinya 71% menjadi 100% peserta). Pemahaman mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat POC meningkat sebesar 50%. POC yang dihasilkan mempunyai rata-rata kadar C-organik 0,56%, kadar N total 0,03%, kadar P2O5 0,02%, kadar K2O 0,07% dan rasio C/N sebesar 18,86. Tanaman lidah buaya yang dipupuk dengan POC akan memiliki warna pelepah yang hijau, jumlah pelepah lebih banyak, pelepahnya lebih panjang dan berat pelepah sekitar 300-400 gram