Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Research Trends in the Use of Augmented Reality in Engineering Education: A Bibliometric Analysis Nisaudzakiah Utami; Agus Setiawan; Ida Hamidah
IJIE (Indonesian Journal of Informatics Education) Vol 6, No 2 (2022): IJIE (Indonesian Journal of Informatics Education)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijie.v6i2.68326

Abstract

This study aims to report on the overall research trend of research progress in the Augmented Reality (AR) field in engineering education. The research method used is bibliometric analysis (BA) using VoSviewer. The data is taken from the Scopus database. The findings show an increasing trend in citations and publications showing interest in using AR over the last decade. AR research in engineering education started in 2006 until now. Screening of selected articles from 2012 to 2022. The screening process based on inclusion and exclusion included the chosen language in English and based on the publication of final articles, resulting in a total of 858 articles. The results reveal that augmented reality, engineering education, and mobile learning are the most used keywords in the article. In contrast, the focus of the new article tends to be on augmented reality. In addition, the results show that the latest articles mostly focus on virtual and mobile learning. The most frequently used words in the abstract are engineering education, student, e-learning, education, and teaching. Recent articles have largely focused on students' and teachers' knowledge of technology-based learning. Billinghurst, Dede, and Martin are the most cited authors in this field, as they are the principal authors of AR. The journals cited are Computers & Education, Coeur Workshop Proceedings, Computers in Human Behavior, and the Journal of Science Education and Technology. The journal is the most prominent on the use of technology in education.
Teacher competency training in TEFA learning and scientific work at SMKN 4 Sukabumi Agus Setiawan; Aam Hamdani; Mumu Komaro; Nisaudzakiah Utami; Nisa Aulia Saputra
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.76236

Abstract

The training program to improve teacher competency in Teaching Factory (TEFA) and writing scientific papers is a strategic effort to encourage the improvement of the quality of education at SMKN 4 Sukabumi. This training was carried out because of a lack of understanding of vocational school teachers about implementing TEFA. This activity is designed to equip teachers with in-depth knowledge and practical skills to apply the TEFA concept based on the needs and work culture of the industry. The training is also focused on improving teachers' ability to write scientific papers as part of professional development and contributing to strengthening the academic literacy culture in schools by using training methods with an adult education approach. This training enabled teachers to develop applicable and contextual learning plans aligned with the evolving demands of the workforce. The results showed a significant improvement in understanding TEFA concepts and scientific writing skills. The impact is not only seen in the quality of the learning process, but also in the closer connection between schools and industry, as well as increasing teacher motivation to continue to innovate in daily teaching practices to create competent and work-ready graduates.   Abstrak Pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran Teaching Factory (TEFA) dan penulisan karya ilmiah merupakan upaya strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di SMKN 4 Sukabumi. Pelatihan ini dilakukan dengan alasan masih rendahnya pemahaman guru SMK tentang penerapan TEFA di sekolah. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para guru dengan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam menerapkan konsep TEFA yang berbasis pada kebutuhan dan budaya kerja industri. Pelatihan juga difokuskan pada peningkatan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional dan kontribusi terhadap penguatan budaya literasi akademik di sekolah dengan menggunakan metode pelatihan dengan pendekatan pendidikan orang dewasa. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu menyusun rancangan pembelajaran yang aplikatif, kontekstual, serta selaras dengan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep TEFA dan kemampuan menulis ilmiah. Dampaknya tidak hanya terlihat pada kualitas proses pembelajaran, tetapi juga pada keterhubungan yang lebih erat antara sekolah dan dunia usaha/industri, serta meningkatnya motivasi guru untuk terus berinovasi dalam praktik mengajar sehari-hari demi menciptakan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Kata Kunci: guru; karya tulis ilmiah; sekolah menegah kejuruan; teaching factory; TEFA
Rancang bangun sistem hydraulic ram pump untuk pengadaan air bersih Agus Setiawan; Aam Hamdani; Nisaudzakiah Utami; Nana Wartana
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.52822

Abstract

Water is the source of life for living things, especially humans. Humans cannot live without water. Parakan Wayang Hamlet, Sirnajaya Village, Gunung Halu Subdistrict, West Bandung Regency, is one area with difficulty getting clean water. Based on a survey, the area's economic, geographical, and remote aspects make it difficult for residents of the hamlet to get clean water. The hamlet's residents use the mountain valley river water for survival. They walk down the mountain carrying jerry cans to meet their daily clean water needs. River water that continues to flow in the area can potentially be used for energy. Based on these conditions, this community service program aims to design a hydraulic ram pump system to pump water from the river to residential areas at a height of 100 meters using two reservoirs installed every 50 meters. This system utilizes the potential energy of water that continues to flow to pump and distribute it to residents. This water pump system is expected to fulfill the need for clean water.   Abstrak Air sebagai sumber bagi kehidupan bagi makhluk hidup khususnya manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa air. Dusun Parakan Wayang Desa Sirnajaya Kecamatan Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan survey yang dilakukan, aspek ekonomi, geografis, dan terpencilnya daerah tersebut membuat warga dusun sulit mendapatkan air bersih. Pemanfaatan air sungai yang berada di lembah gunung oleh warga dusun digunakan untuk bertahan hidup, mereka berjalan menuruni dan menaiki gunung dengan membawa jerigen untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya. Air sungai yang terus mengalir di daerah tersebut dapat berpotensial untuk dapat digunakan energinya. Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengadakan rancang bangun sistem hydraulic ram pump untuk memompa air dari sungai ke pemukiman warga dengan ketinggian 100 meter dengan menggunakan dua bak penampungan yang dipasang pada setiap 50 meter. Sistem ini menggunakan sistem pemanfaatan energi potensial air yang terus mengalir untuk memompa dan menyalurkan ke warga. Sistem pompa air ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih. Kata Kunci: air bersih; pompa air; pompa hidram
Pelatihan peningkatan literasi energi bagi guru di Kabupaten Pangandaran Agus Setiawan; Ida Hamidah; Siti Aisyah; Dindin Nasrudin; Nisaudzakiah Utami; Nisa Aulia Saputra
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i2.64643

Abstract

The global economic development framework has shifted towards Economic Sustainable Development (ESD) by promoting the use of new and renewable energy sources that are environmentally friendly. On the other hand, the lack of energy and environmental literacy among the public, including educators and students, has led to inefficient energy consumption and further environmental degradation. Thus, improving public literacy on energy and the environment is essential. The education sector, including higher education, plays a vital and strategic role in enhancing energy and environmental literacy. However, current curricula still lack sufficient content oriented toward improving this literacy. One effort that higher education institutions can undertake is to prepare prospective teachers with strong energy literacy and improve in-service teachers' energy literacy. Through this activity, teachers were provided training to enhance their energy and environmental literacy and to integrate this content into their teaching. The training was conducted offline at SMKN 1 Pangandaran and attended by 50 science and vocational subject teachers. Four speakers delivered materials on energy literacy and its application in accordance with each teacher’s area of expertise. As a result of the training, 70.1 percent of the teachers could integrate energy literacy into their lesson plans.   Abstrak Framework pembangunan ekonomi dunia sudah berubah menjadi berbasis ESD (economic sustainable development) melalui pemilihan sumber energi baru dan terbarukan yang tidak merusak lingkungan. Disisi lain, kurangnya literasi energi dan lingkungan masyarakat termasuk para pendidik dan pelajar menyebabkan konsumsi energi yang tidak efisien dan kerusakan lingkungan. Untuk itu peningkatan literasi energi dan lingkungan masyarakat sangat penting dilakukan. Dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi berperan penting dan strategis dalam meningkatkan literasi energi dan lingkungan masyarakat. Namun kurikulum yang berjalan masih minim memuat pembelajaran yang berorientasi peningkatan literasi energi dan lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi adalah menyiapkan calon guru yang memiliki literasi energi dan meningkatkan literasi energi para guru dalam jabatan. Melalui kegiatan ini dilakukan pelatihan kepada guru agar memiliki literasi energi dan lingkungan yang lebih baik serta dapat mengintegrasikan konten literasi energi dan lingkungan ke dalam pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilakukan secara luring di SMKN 1 Pangandaran yang dihadiri oleh 50 guru IPAS dan Produktif. Terdapat 4 narasumber yang memberikan materi terkait literasi energi hingga penerapan literasi energi sesuai bidang keahlian yang diampu oleh masing-masing guru. Hasil dari kegiatan pelatihan ini, guru mampu mengintegrasikan literasi energinya kedalam rancangan pembelajaran yang dipresentasikan sebesar 70,1 persen. Kata Kunci: energi baru terbarukan; ESD.X; guru SMK; literasi energi