Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Juridical Analysis of The Execution of Confiscated Objects: A Case Study of Narcotics in the Blora State Court of Positive Law And Islamic Law Perspective Karyono Karyono; Aidul Fitriciadia Azhari; Natangsa Surbakti
Khazanah Hukum Vol 4, No 3 (2022): Khazanah Hukum Vol 4, No 3 November (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kh.v4i3.19055

Abstract

The Blora District Prosecutor's Office is a state agency with authority to carry out lawsuits against perpetrators of criminal cases, including narcotics crime cases. In the case of narcotics, the Prosecutor's office is also authorized to store and destroy confiscated narcotics. This is to the laws and regulations that narcotics confiscated objects should be stored in the State Confiscated Objects Storage House (Rupbasan) by Article 44 of the Criminal Procedure Code. The destruction of narcotics confiscated objects is carried out no later than seven days after obtaining a legal decision and has permanent legal force from Blora District Court, as regulated in Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. In this study, researchers took several legal decisions at the Blora District Court, which had differences in executing narcotics confiscated objects. This qualitative research combines data on legal decisions and interviews with law enforcement officials. This study also uses positive legal theory and Islamic Law to analyze the problems that occur in criminal narcotics cases, especially in the execution of narcotics confiscated objects. So the results of this study conclude that there is discretion from the results of legal decisions with laws and regulations governing the execution of confiscated objects in narcotics crime cases at the Blora District Court.
Epistemologi Al-Qur'an Dan Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Izzan Naqiba; Ria Nata Kusuma; Karyono Karyono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5607

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis bagaimana epistemologi Qur’ani melalui integrasi wahyu, akal, dan ilmu dapat merekonstruksi paradigma pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber utama dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Qur’ani membangun sistem pengetahuan yang bersifat integratif dan transformatif, di mana ilmu berfungsi tidak hanya sebagai sarana rasional, tetapi juga spiritual dan moral. Integrasi epistemologi Qur’ani dengan model al-Jabiri menghasilkan sintesis pendidikan Islam yang holistik yang menyatukan teks, rasionalitas, dan intuisi dalam proses pembentukan manusia berilmu dan berakhlak. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran paradigma pendidikan Islam yang kontekstual dan humanistik, yang menjawab tantangan era kontemporer melalui penguatan hubungan antara ilmu, iman, dan kemanusiaan.
Epistemologi Al-Qur'an Dan Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Izzan Naqiba; Ria Nata Kusuma; Karyono Karyono; Andri Nirwana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5806

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis bagaimana epistemologi Qur’ani melalui integrasi wahyu, akal, dan ilmu dapat merekonstruksi paradigma pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber utama dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Qur’ani membangun sistem pengetahuan yang bersifat integratif dan transformatif, di mana ilmu berfungsi tidak hanya sebagai sarana rasional, tetapi juga spiritual dan moral. Integrasi epistemologi Qur’ani dengan model al-Jabiri menghasilkan sintesis pendidikan Islam yang holistik yang menyatukan teks, rasionalitas, dan intuisi dalam proses pembentukan manusia berilmu dan berakhlak. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran paradigma pendidikan Islam yang kontekstual dan humanistik, yang menjawab tantangan era kontemporer melalui penguatan hubungan antara ilmu, iman, dan kemanusiaan.