Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Epistemologi Al-Qur'an Dan Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Izzan Naqiba; Ria Nata Kusuma; Karyono Karyono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5607

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis bagaimana epistemologi Qur’ani melalui integrasi wahyu, akal, dan ilmu dapat merekonstruksi paradigma pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber utama dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Qur’ani membangun sistem pengetahuan yang bersifat integratif dan transformatif, di mana ilmu berfungsi tidak hanya sebagai sarana rasional, tetapi juga spiritual dan moral. Integrasi epistemologi Qur’ani dengan model al-Jabiri menghasilkan sintesis pendidikan Islam yang holistik yang menyatukan teks, rasionalitas, dan intuisi dalam proses pembentukan manusia berilmu dan berakhlak. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran paradigma pendidikan Islam yang kontekstual dan humanistik, yang menjawab tantangan era kontemporer melalui penguatan hubungan antara ilmu, iman, dan kemanusiaan.
Epistemologi Al-Qur'an Dan Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Izzan Naqiba; Ria Nata Kusuma; Karyono Karyono; Andri Nirwana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5806

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis bagaimana epistemologi Qur’ani melalui integrasi wahyu, akal, dan ilmu dapat merekonstruksi paradigma pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber utama dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Qur’ani membangun sistem pengetahuan yang bersifat integratif dan transformatif, di mana ilmu berfungsi tidak hanya sebagai sarana rasional, tetapi juga spiritual dan moral. Integrasi epistemologi Qur’ani dengan model al-Jabiri menghasilkan sintesis pendidikan Islam yang holistik yang menyatukan teks, rasionalitas, dan intuisi dalam proses pembentukan manusia berilmu dan berakhlak. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran paradigma pendidikan Islam yang kontekstual dan humanistik, yang menjawab tantangan era kontemporer melalui penguatan hubungan antara ilmu, iman, dan kemanusiaan.
Model Tata Kelola Kolaboratif Pembelajaran Digital: Analisis Peran Aktor Pendidikan Berbasis Mactor Muhammad Izzan Naqiba; Woro Yustia Pratiwi; Pujiono Pujiono; Muhammad Muhammad; Ari Priyono; Karyono Karyono; Muzakar Isa
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.4001

Abstract

Implementasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah menghadapi kendala kolaborasi antarpemangku kepentingan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi melalui analisis faktor strategis dan peran aktor pendidikan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives and Recommendations). Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap lima aktor: Kepala Sekolah, Guru, Pengawas Sekolah, Tim IT, dan Peneliti Pendidikan Digital. Analisis mencakup identifikasi tingkat pengaruh, ketergantungan, konvergensi, dan divergensi antaraktor terhadap tujuan strategis. Hasil menunjukkan Peneliti Pendidikan Digital memiliki influence, competitiveness, dan net scale of influence tertinggi. Kompetensi digital guru, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi pemangku kepentingan menjadi prioritas strategis utama, didukung konvergensi tinggi tanpa divergensi kepentingan. Penelitian menghasilkan Collaborative Digital Learning Governance Model yang mengintegrasikan peran seluruh aktor sebagai landasan transformasi pembelajaran digital secara kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.
The Deep Learning Approach as an Integrative Strategy between the Merdeka Curriculum and the Muhammadiyah Education Curriculum Muhammad Izzan Naqiba
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the deep learning approach as an integrative strategy between the Merdeka Curriculum and the Muhammadiyah Education Curriculum at SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. The research focuses on the planning, implementation, as well as the supporting and inhibiting factors in the application of deep learning within integrated learning practices. This study employs a descriptive qualitative approach in the form of field research, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The data were analyzed through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, supported by data triangulation. The findings indicate that the deep learning approach is capable of systematically integrating the Merdeka Curriculum and the Muhammadiyah Education Curriculum through learning planning based on four core components of deep learning, the implementation of contextual and reflective learning methods, and interdisciplinary collaboration grounded in Islamic values. Supporting factors for the implementation of deep learning include the availability of learning technologies, teachers’ quality and transformative mindsets, and a collaborative culture among teachers. In contrast, inhibiting factors include differences in teachers’ mindsets, the diversity of students’ characteristics and literacy levels, and limitations in instructional time allocation. The novelty of this study lies in the finding that deep learning functions as a pedagogical bridge that not only integrates academic achievement and Islamic character formation but also humanizes the educational process in a holistic and progressive manner.