Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KESIAPAN PENGGUNA E-LEARNING UNIVERSITAS KUNINGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TECHONOLOGY READINESS INDEX (TRI) Fahmi Yusuf; Tri Septiar Syamfithriani; Nita Mirantika
NUANSA INFORMATIKA Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.83 KB) | DOI: 10.25134/nuansa.v14i2.2991

Abstract

Readiness in adopting new technology, especially in Online Learning in a certain University, is determined by user’s readiness i.e. the User in Online Learning.  In Kuningan University, we have concern in e-class: Online learning System, which is categorized as a new technology. The research is to analyze the user’s readiness and to measure the success of the e learning applied in our University. The method that we use in this research to measure user’s readiness level is the Technology Readiness Index (TRI). TRI is an index to measure the User’s readiness in using new technology to achieve the daily learning. The measurement is done by using four variables ; optimism, innovativeness, discomfort and insecurity. We use SPSS 21 application to analyze our data. The Research data is collected by giving Questioners to 371 respondents in Kuningan University (UNIKU). After we had calculated the data, we got the result that the TRI total value was 2.81 (categorized as Low Technology Readiness Index) and the user group was categorized as Skeptics Group (the optimism, innovativeness, discomfort and insecurity were low. These made the students of Kuningan University had uncertain feeling towards the e-class.Key words: Technology readiness index, e-learning, LMS
Implementasi Algoritma K-Medoids Clustering Untuk Menentukan Segmentasi Pelanggan Nita Mirantika; Tri Septiar Syamfithriani; Ragel Trisudarmo
NUANSA INFORMATIKA Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fkom uniku.v17i1.7264

Abstract

Dalam melakukan pengelolaan hubungan dengan pelanggan, perusahaan harus mengenali karakteristik setiap pelanggan sehingga perusahaan dapat membuat strategi pengelolaan yang tepat sesuai dengan karakteristik tersebut. Identifikasi karakteristik pelanggan dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pelanggan yaitu dengan mengelompokkan pelanggan yang memiliki kesamaan karakteristik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan segmentasi pelanggan pada XYZ Store dengan menggunakan teknik data mining clustering yaitu dengan menggunakan algoritma K-Medoids yang menggunakan perwakilan data sebagai pusat cluster. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis RFM yang terdiri dari tiga atribut yaitu: recency, frequency dan monetary. Penentuan jumlah cluster optimal menggunakan metode Silhouette coefficient  dan evaluasi hasil cluster menggunakan metode Davies-Bouldin Index (DBI). Dengan menggunakan bantuan aplikasi RStudio hasil segmentasi pelanggan diperoleh tiga segmen pelanggan yaitu loyal customer yang mempunyai nilai recency tinggi (baru), frequency paling banyak dan monetary paling banyak sebanyak 21 pelanggan; typical customer yang memiliki recency rendah (lama), frequency sedang dan monetary sedang sebanyak 31 pelanggan; dan newcomer yang mempunyai nilai recency paling tinggi (paling baru), frequency dan monetary paling rendah sebanyak 61 pelanggan. Dengan diperolehnya tiga segmen pelanggan, maka perusahaan dapat membuat kebijakan dan strategi bisnis dalam melakukan pengelolaan hubungan dengan pelanggan sehingga diharapkan keuntungan perusahaan akan meningkat.
Membangun Kesadaran dan Keamanan Penggunaan Fintech di Masyarakat Desa Timbang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Tri Septiar Syamfithriani; Elin Herlina; Nita Mirantika
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v3i2.77

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanaka di Desa Timbang Kabupaten Kuningan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Timbang tentang penggunaan fintech yang aman dan terpercaya, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat dalam penggunaan fintech agar terhindar dari berbagai ancaman keamanan seperti kebocoran data dan penipuan. Kegiatan ini dilakukan secara luring bertemu dengan masyarkat pelaku UMKM Desa Timbang, dengan pendekatan sosialiasi dan pelatihan. Sesi sosialiasasi di paparkan pengetahuan mengenai fintech (pengertian, peran dan jenis fintech, manfaat dan resiko), dilanjut dengan memberikan pengetahuan mengenai kesadaran dan literasi keuangan, terakhir di lanjut dengan pelatihan praktik penggunaan fintceh (demonstrasi transaksi dan panduan keamanan) diakhiri dengan tanya jawab. Hasil menunjukan 80% dari mereka mengalami peningkatan tingkat pemahaman dari rendah menjadi tingkat sedang atau tinggi.
Peningkatan Partisipasi Posyandu Melati Indah di Ciporang Kuningan Melalui Komunikasi Persuasif dan Media Digital Elin Herlina; Tri Septiar Syamfitriani; Nita Mirantika
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v5i1.205

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu melalui penerapan komunikasi persuasif dan pemanfaatan media digital. Permasalahan utama yang dihadapi Posyandu Melati Indah di Ciporang-Kuningan adalah rendahnya partisipasi warga yang disebabkan oleh keterbatasan keterampilan komunikasi kader serta karakteristik masyarakat yang cenderung individualistis dan memiliki keterbatasan waktu. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan melalui observasi dan identifikasi masalah, pelatihan komunikasi persuasif bagi kader, pendampingan praktik komunikasi, serta implementasi strategi digital menggunakan WhatsApp Group dan media sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 30 November 2025 dengan melibatkan 20 kader Posyandu dan 10 peserta perwakilan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi kader dalam menyampaikan pesan kesehatan secara persuasif serta peningkatan partisipasi masyarakat sebesar 7% berdasarkan data absensi kehadiran warga sebelum dan sesudah program dilaksanakan. Selain itu, diterapkan strategi tindak lanjut berupa kunjungan rumah (jemput bola) bagi warga yang tidak hadir untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan. Kegiatan ini juga berdampak pada meningkatnya kapasitas kader dalam melakukan komunikasi mandiri secara berkelanjutan serta mendorong perubahan perilaku partisipatif masyarakat yang diproyeksikan terus meningkat pada kegiatan Posyandu berikutnya.