p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PAUD AGAPEDIA
Sumardi Sumardi
Program Studi PGPAUD UPI Kampus Tasikmalaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTER TANGGUNG JAWAB ANAK USIA 4-5 TAHUN DENGAN PENGASUHAN YANG MELIBATKAN AYAH Elan Elan; Sumardi Sumardi; Nosyanti Adya Safitri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52008

Abstract

involvement in parenting is important to optimize the child's character development.This study aims to explore the character of the responsibility of children aged 4-5 years who involve fathers in their care. This study uses a qualitative research design with a case study method to children aged 4-5 years in Siti Khadijah Kindergarten, Cihideung District, Tasikmalaya City through observation, interviews and checklists. The results showed that children whose parenting involved their fathers had significant developments in cognitive, social, emotional and positive development.Di masa ini pengasuhan selalu diberatkan kepada ibu. Ayah hanya berperan sebagai pencari nafkah. Namun, keterlibatan ayah pada pengasuhan merupakan hal yang perlu menjadi bahan perhatian untuk mengoptimalkan perkembangan karakter anak.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendalami karakter tanggung jawab anak usia 4-5 tahun yang melibatkan ayah dalam pengasuhannya. Pada penelitian digunakan desain penelitian kualitatif dengan metode studi kasus kepada seorang anak usia 5 tahun di TK Siti Khadijah, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya melalui teknik observasi, wawancara dan daftar ceklis. Hasil penelitian menghasilkan bahwa anak yang dalam pengasuhannya melibatkan ayah memiliki perkembangan yang cukup signifikan pada perkembangan kognitif, sosial, emosional dan perkembangan positif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM DENGAN MEDIA LOOSE PARTS PADA ANAK USIA DINI DI TK BIAS SIDAMULYA Dewi Rifka Anisyah; Sumardi Sumardi; Heri Yusuf Muslihin
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52009

Abstract

This study discusses the improvement of fine motor skills through weaving activities with  loose parts in early childhood at BiAS Sidamulya Kindergarten. The purpose of this study was to determine the improvement of fine motor skills through weaving activities with loose parts in early childhood at BiAS Sidamulya Kindergarten. This study uses classroom action research (CAR) with the Kemis and Mc. Taggart. The research subjects were children aged 4-5 years in TK BIAS Sidamulya as many as 15 children. This research was conducted at BIAS Sidamulya Kindergarten in May-June of the 2021/2022 academic year. The data collection technique used unstructured interview techniques, research and data collection. The data obtained were analyzed using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of this study prove that the fine motor skills of early childhood in Bias Sidamulya Kindergarten can be improved through weaving activities with  loose parts media. In the first cycle, weaving activities were carried out using loose parts with the theme of recreation and recreational areas sub-theme, in the second cycle weaving activities using loose parts with the recreation theme and recreational transportation sub-theme, and in the third cycle weaving activities using loose parts with the theme of communication tools. and sub-themes of various means of communication. There was an increase in the fine motor skills of children in BiAS Sidamulya Kindergarten after the action was carried out through weaving activities with loose parts. In the pre-action, the value of fine motor development of children in the BSH category was 0%, the first cycle was 20%, the second cycle was 60%, and the third cycle was 73%. Penelitian ini membahas peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan menganyam dengan media loose parts pada anak usia dini di TK BiAS Sidamulya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan menganyam dengan media loose parts pada anak usia dini di TK BiAS Sidamulya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di TK BIAS Sidamulya sebanyak 15 anak. Penelitian ini dilakukan di TK BIAS Sidamulya pada bulan mei-juni tahun ajaran 2021/ 2022. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tidak struktur, penelitian dan pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini membuktikan maka kemampuan motorik halus anak usia dini di TK Bias Sidamulya dapat ditingkatkan melalui kegiatan menganyam dengan media loose parts. Pada siklus I dilakukan kegiatan menganyam menggunakan media loose parts dengan tema rekreasi dan subtema tempat rekreasi, pada siklus II dilakukan kegiatan menganyam menggunakan media loose parts dengan tema rekreasi dan subtema transportasi rekreasi, dan siklus III dilakukan kegiatan menganyam menggunakan media loose parts dengan tema alat komunikasi dan subtema macam-macam alat komunikasi. Terjadi peningkatan kemampuan motorik halus anak di TK BiAS Sidamulya setelah dilakukan tindakan melalui kegiatan menganyam dengan media loose parts. Pada pratindakan diperoleh nilai perkembangan motorik halus anak kategori BSH sebesar 0%, siklus I sebesar 20%, siklus II sebesar 60%, dan siklus III sebesar 73%.
PENANAMAN SIKAP SOPAN SANTUN ANAK USIA DINI MELALUI POLA ASUH KELUARGA Fanny Risanti Rachmawati; Sumardi Sumardi; Heri Yusuf Muslihin
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52011

Abstract

The lack understanding of politeness makes the ypunger generations do behavior without restrictions. Feel free without thinking about the norms that have been set. Caourtesy is an unwritten norm but has been approved and accepted by the social environment. With the attitude of politeness, humans remain in their nature and do not deiations that can cause a bad response in society. So this study was conducted to eamine the inculcation of manners in early childhood through family parenting. This rsearch uses a literature review method and collects data from sources related to the research topic. The results obtained are based on literature review that to relaize a good personality, parents play an important role in proiding habituation to children through the chosen parenting pattern. This parenting is an effort to optimize the development process in children. One of the habits that parents need to apply is good manners. Pada saat ini di lingkungan masyarakat banyak tersebar berita-berita tentang penyimpangan budaya terutama budaya sopan santun. Berkurangnya pemahaman tentang kesopanan membuat generasi-generasi muda melakukan perilaku tanpa batasan. Merasa bebas tanpa memikirkan norma-norma yang sudah ditetapkan. Sopan santun merupakan sebuah norma tidak tertulis namun sudah disetujui dan diterima oleh lingkungan sosial. Dengan adanya sikap sopan santun manusia tetap berada pada fitrahnya dan tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan yang dapat menimbulkan respon buruk di masyarakat. Maka penelitian ini dilakukan untuk mempelajari tentang penanaman sikap sopan santun anak usia dini melalui pola asuh keluarga. Peneltiian ini menggunakan metode kajian pustaka serta mengumpulkan data dari sumber-sumber yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil yang didapatkan berdasarkan kajian kepustakaan bahwa untuk mewujudkan peribadi yang baik orang tua berperan penting dalam memberikan pembiasaan kepada anak melalui pola asuh yang dipilih. Pola asuh ini adalah sebuah upaya dalam mengoptimalkan proses perkembangan pada anak. Salah satu pembiasaan yang perlu orang tua terapkan adalah sopan santun.
PENYUSUNAN INSTRUMEN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM UPAYA PENINGKATAKAN KETERAMPILAN SOSIAL Elan Elan; Sumardi Sumardi; Amanda Salsabila Juandi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i1.51339

Abstract

This study aims to make a design for the preparation of instruments in classroom action research (CAR) in order to facilitate research in accordance with the rules and oriented to the goals to be achieved in the research. The research method used is a qualitative method with group discussion data collection techniques or Focus Discussion Group (FGD). conducting FGD in this study as a data collection tool to obtain instruments in the Classroom Action Research method. The results of this study were carried out in order to find out how the preparation of research instruments with some improvements had been made by researchers in accordance with the direction of validators who were experts in the field of material that determined whether or not they were suitable for use by students. So with improvements to the learning design carried out, research instruments to improve children's social skills will be produced which are declared valid by experts and are worthy of being tested on students.Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah rancangan penyusunan instrumen pada penelitian tindakan kelas (PTK) agar memudahkan penelitian sesuai dengan kaidah-kaidah dan berorientasi pada tujuan yang akan di capai dalam penelitian tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data diskusi kelompok  atau Focus Discusion Group (FGD). dilakukannya FGD pada penelitian ini sebagai alat pengumpulan data untuk memperoleh instrumen dalam metode Penelitian Tindakan Kelas.  Hasil penelitian ini dilakukan agar mengetahui bagaimana penyusunan intrumen penelitian dengan beberapa perbaikan yang telah dilakukan oleh peneliti sesuai dengan arahan validator yang ahli di bidang materi yang menentukan apakah layak atau tidaknya digunakan oleh peserta didik. Maka dengan adanya perbaikan terhadap rancangan pembelajaran yang dilakukan akan dihasilkan intrumen penelitian peningkatan keterampilan sosial anak yang dinyatakan valid oleh para ahli dan layak diujikan pada siswa.