Articles
PENDAMPINGAN KADER SANTRI DALAM MITIGASI BENCANA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO
Aditya Bhayusakti;
Dayu Satriya Wibawa;
Dwimantoro Iman Prilistyo;
Friska Ayu;
Aufar Zimamuz Zaman Al Hajiri;
Rifky Dwi Aditya Iryawan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/swarna.v1i4.207
Pengetahuan dan kewaspadaan mengenai bencana bersifat sangat penting, karena kerugian yang disebabkan oleh bencana dapat menyebabkan kerugian materi maupun korban jiwa. Mitigasi bencana terdiri dari regulasi, pendidikan, perubahan perilaku masyarakat, dan pengendalian lingkungan. Berdasarkan letak geografis, Kabupaten Probolinggo berpotensi mengalami bencana alam. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana kepada peserta di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Metode: Sebelum diberikan materi mengenai mitigasi bencana, peserta melakukan pengerjaan soal pre-test. Materi mengenai mitigasi bencana disampaikan selama 30 menit, dilanjutkan dengan sesi diskusi selama 20 menit. Kemudian peserta melakukan pengerjaan soal post-test. Pemberian soal pre-test dan post-test bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan materi mengenai mitigasi bencana. Hasil dan pembahasan: Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Mei 2022 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang dihadiri oleh 20 peserta. Nilai rata-rata pre-test peserta adalah 61,5 dan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 74. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 12,5% dan menunjukkan perbedaan nilai rata-rata yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat pendampingan kader santri dalam mitigasi bencana di Lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini terlaksana dengan baik dan tercapai sesuai target. Terdapat adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan materi mengenai mitigasi bencana.
Sosialisasi Prosedur Pemberian MPASI pada Kader Kesehatan di Kelurahan Wonokromo sebagai Upaya Menurunkan Stunting
Lailatul Khusnul Rizki;
Nur Masruroh;
Aditya Bhayusakti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1039.005 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.853
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Efek stunting tidak hanya berimbas bagi kesehatan tetapi juga berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah prosedur pemberian MPASI yang kurang tepat sehingga menyebabkan pemenuhan nutrisi dan zat gizi pada balita tidak mencukupi secara kualitas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai salah satu pemberian informasi serta edukasi tentang pemberian MPASI pada bayi dan balita sehingga kecukupan nutrisi dan zat gizi dapat terpenuhi. Metode yang akan digunakan adalah pemberian informasi dan edukasi pada kader RW 3 dan pelatihan tentang prosedur pemberian MPASI yang tepat.Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di RW 3 Kelurahan Wonokromo dengan melibatkan 20 orang kader. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap, secara daring dengan media zoom pada tanggal 17 Juni 2021, dan secara luring pada tanggal 25 Juni 2021. Tahap pertama (daring) dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang Pemberian MPASI yang tepat untuk menurunkan angka stunting. Tahap kedua dilakukan dengan melihat video praktik membuat MPASI yang tepat. Berdasarkan hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi pening katan pengetahuan dan keterampilan dalam mengaplikasikan Prosedur Pembuatan MPASI yang tepat. Hal ini terbukti dengan peningkatan nilai rata-rata dari skor pretest 42, 7 % menjadi skor post test 85,5 %.Program Pengabdian Masyarakat tentang Sosialisasi Prosedur tentang Pemberian MPASI yang tepat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan Kelurahan Wonokromo, sehingga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari sebagai upaya menurunkan dan mencegah stunting di Kelurahan Wonokromo.
Sosialisasi tentang Sifat Penyakit COVID-19 di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah Surabaya
M. Dwikoryanto;
Aditya Bhayusakti;
Renata Alya Ulhaq
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.459 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.901
Corona virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Tidak hanya kesehatan, pandemi COVID-19 ini berdampak juga terhadap ekonomi. Pondok pesantren merupakan center of exellence dalam aspek moralagama, moral-kesehatan, maupun moral-ekonomi bagi masyarakat sekitar ponpes. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan terbaru tentang COVID-19 di lingkungan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Kegiatan ini bertujuan mendukung pemulihan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar pondok pesantren yang tidak tersentuh programprogram pemerintah. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dalam bentuk webinar oleh tim Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) dan Departemen Ilmu Kedokteran MasyarakatKedokteran Pencegahan (IKM-KP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para santri dan pengurus mendapat pengetahuan baru tentang penyakit COVID-19, cara penularan penyakit COVID-19, dampak penularan penyakit COVID-19, dan pengetahuan tentang protokol kesehatan yang diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru sehingga dapat membantu terhindar dari penularan dan adanya klaster baru COVID-19 di lingkungan pondok pesantren.
The Role of Syzygium Polyanthum Leaf Extract in Reducing Renal Cell Damage with Potassium Oxonate-Induced Hyperuricemia
Dwimantoro;
Hotimah Masdan Salim;
Aditya Bhayusakti;
Dayu Satriya Wibawa
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jki.v11i2.19229
Abstract. Background: Kidney is an organ that plays an important rolein regulating homeostasis, excrete the foreign or toxic substances, andmetabolism product such as uric acid, urea, and creatinine in the bodythrough the urine. Syzygium polyanthum, has been used in loweringuric acid levels. The purpose of this research is to tested the effect ofbay leaf extract on kidney histopathology of hyperuricemia inducedmice model of potassium oxonate. Methods: This study is a laboratoryexperimentalstudy with a post-test only control group design, and wasdivided into a control group, a hyperuricemia (PO) group, an PO groupwith 75 mg/kg bay leaf extract, an PO group with 150 bay leaf extractand an PO group with 300 mg/kgBW bay leaf extract. The treatmentwas given for 14 days then histopathological examination of thekidneys was carried out with HE staining. Results: Histopathologicalinflammation occurred in all groups and necrosis was the most severefound in the positive control group where the administration of bayleaf extractsignificantly reduced inflammatory cellsfrom the lowest tothe highest dose with P < 0.001. Conclusion: Administration ofSyzygium polyanthum affected renal histopathology in potassiumoxonate-induced hyperuricemic mice.
PENDAMPINGAN KADER SANTRI DALAM MITIGASI BENCANA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO
Aditya Bhayusakti;
Dayu Satriya Wibawa;
Dwimantoro Iman Prilistyo;
Friska Ayu;
Aufar Zimamuz Zaman Al Hajiri;
Rifky Dwi Aditya Iryawan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/swarna.v1i4.207
Pengetahuan dan kewaspadaan mengenai bencana bersifat sangat penting, karena kerugian yang disebabkan oleh bencana dapat menyebabkan kerugian materi maupun korban jiwa. Mitigasi bencana terdiri dari regulasi, pendidikan, perubahan perilaku masyarakat, dan pengendalian lingkungan. Berdasarkan letak geografis, Kabupaten Probolinggo berpotensi mengalami bencana alam. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana kepada peserta di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Metode: Sebelum diberikan materi mengenai mitigasi bencana, peserta melakukan pengerjaan soal pre-test. Materi mengenai mitigasi bencana disampaikan selama 30 menit, dilanjutkan dengan sesi diskusi selama 20 menit. Kemudian peserta melakukan pengerjaan soal post-test. Pemberian soal pre-test dan post-test bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan materi mengenai mitigasi bencana. Hasil dan pembahasan: Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Mei 2022 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang dihadiri oleh 20 peserta. Nilai rata-rata pre-test peserta adalah 61,5 dan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 74. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 12,5% dan menunjukkan perbedaan nilai rata-rata yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat pendampingan kader santri dalam mitigasi bencana di Lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini terlaksana dengan baik dan tercapai sesuai target. Terdapat adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan materi mengenai mitigasi bencana.
Profil Deskriptif Pasien dengan Apendisitis Akut di Rumah Sakit Islam Jemursari
Dayu Satriya Wibawa;
Aditya Bhayusakti;
Dwimantoro;
Hotimah Masdan Salim;
David Sajid Muhammad
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jki.v13i1.21816
Latar Belakang: Apendisitis merupakan penyebab nyeri perut bawah dan sering menyebabkan kunjungan ke Unit Gawat Darurat. Apendisitis disebabkan oleh obstruksi luminal akibat berbagai etiologi sehingga meningkatkan produksi mukus dan pertumbuhan bakteri berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita apendisitis akut di RSIS Jemursari Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan crossectional dengan menggunakan data sekunder dari rekammedis periode 2022. Data didapatkan dari rekam medis pasien yang didiagnosis dengan apendisitis akut. Hasil: Rerata usia pada penelitian ini yaitu 19% adalah usia remaja akhir, dengan jenis kelamin terbanyak yaitu terjadi pada perempuan 73,7%. Adapaun pemeriksaan hematologi didapatkan leukositosis sebanyak 57,9% dengan kadar hemoglobin normal sebesar 47,4%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu Apendisitis akut dialami sebagian besar oleh perempuan. Dilihat dari jumlah leukosit, rata-rata pasien mengalami leukositosis. Kata Kunci :Apendisitis akut, Profil, RSI Jemursari
DETEKSI DINI APENDISITIS AKUT UNTUK WARGA IMIGRAN DI INTERNATIONAL ORGANIZATION OF IMMIGRATION SIDOARJO
Dayu Satriya Wibawa;
Aditya Bhayusakti;
Dimas Bagus Dwi Saputra;
Mentari Najwaauliya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37600
Apendisitis akut adalah indikasi paling umum untuk operasi perut darurat di seluruh dunia dan alasan umum untuk konsultasi di unit gawat darurat. Dalam beberapa dekade terakhir, pencitraan diagnostik telah memainkan peran mendasar dalam mengidentifikasi radang usus buntu akut, membantu mengurangi angka laparotomi buta dan biaya rumah sakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai deteksi dini apendisitis akut kepada imigran di International Organization for Migration (IOM) Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan mengenai deteksi dini appendicitis atau usus buntu. Materi yang disampaikan mengenai definisi appendicitis, gejala dan tanda, serta langkah yang harus dilakukan jika terdapat orang disekitar yang mengalami gejala dan tanda appendicitis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana pada tanggal pelaksanaan pada hari Kamis tanggal 29 Agustus 2024. Acara dilaksanakan di halaman parkir kampus B Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 40 peserta. Peserta merupakan warga migran di bawah naungan IOM. Evaluasi penulis mengenai kegiatan ini adalah peserta dapat menjawab tiga pertanyaan dari pemateri dengan benar, diantaranya adalah anatomi perut, tanda dan gejala gawat darurat abdomen, dan apa yang harus dilakukan jika ada orang disekitar yang mengalami keluhan tersebut. Peserta antusias dan aktif bertanya kepada pemateri seputar materi yang disampaikan. Harapan penulis agar peserta mengetahui tanda-tanda dan gejala usus buntu, sehingga jika terjadi pada orang sekitarnya mereka dapat memberi masukan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan segera guna mengatasi kondisi gawat daruratnya
EDUKASI KESEHATAN TENTANG GAWAT DARURAT ABDOMEN DI INTERNATIONAL ORGANIZATION OF IMMIGRATION SIDOARJO
Aditya Bhayusakti;
Dayu Satriya Wibawa;
Moch Syafirul Nur Shafly;
Muhammad Aqil Siroj Jazuli
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37605
Gawat darurat abdomen atau nyeri akut abdomen adalah suatu kasus kegawatdaruratan abdomen yang dapat terjadi karena masalah bedah dan non bedah, ditandai dengan keluhan nyeri abdomen yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 24 jam. Pemahaman yang kuat tentang anatomi dasar dan fisiologi saluran pencernaan diperlukan untuk diagnosis dini yang akurat. Hal ini dapat terlihat saat menilai riwayat pasien dan, khususnya, saat melakukan pemeriksaan fisik pada perut. siapa saja. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan Pelatihan Kader Kesehatan Pengungsi tentang Gawat Darurat Abdomen di International Organization for Migration (IOM) Sidoarjo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada imigran IOM Sidoarjo. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2024 di halaman kampus B Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode presentasi mengenai tanda gawat darurat abdomen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana pada tanggal pelaksanaan pada hari Kamis tanggal 29 Agustus 2024. Acara dilaksanakan di halaman parkir kampus B Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Evaluasi penulis mengenai kegiatan ini adalah peserta dapat menjawab tiga pertanyaan dari pemateri dengan benar, diantaranya adalah anatomi perut, tanda dan gejala gawat darurat abdomen, dan apa yang harus dilakukan jika ada orang disekitar yang mengalami keluhan tersebut. Materi mengenai kegawatdaruratan abdomen telah tersampaikan dengan baik kepada peserta. Peserta antusias dan aktif bertanya kepada pemateri seputar gawat darurat abdomen. Harapan penulis agar peserta mengetahui mengenai gawat darurat abdomen, sehingga jika terjadi pada orang sekitarnya mereka dapat memberi masukan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan segera guna mengatasi kondisi gawat daruratnya.
Health Education for Immigrants: Improving Awareness of Early Cancer Screening through a Participatory Approach
Aditya Bhayusakti;
Dayu Satria Wibawa;
Dwimantoro Imam Prilistyo;
Yuriske Agnovianto;
Liana Faizah Aulia
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36720/csji.v8i1.846
Immigrants are a vulnerable population with substantial barriers to accessing health information and medical services, including early detection of chronic diseases such as cancer. Low health literacy among immigrants may be caused by linguistic and cultural differences, uncertain legal status, and financial limitations. These conditions lead to delayed diagnosis and increased risk of cancer-related complications. Early detection through screening has been proven effective in reducing cancer mortality. For instance, colorectal cancer screening may reduce mortality risk by 35%, while mammography can decrease breast cancer mortality by 41%. However, screening coverage among immigrant populations remains low. Studies suggest that sociocultural barriers, limited knowledge, and lack of physician recommendations contribute to poor participation in cancer screening programs. This community service activity aimed to increase immigrants' knowledge of early cancer screening and health education using an interactive and participatory community-based counseling approach. A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was employed. The program involved 14 immigrants residing in temporary shelters under the coordination of the International Organization for Migration (IOM). Participants attended a counseling session accompanied by pre- and post-intervention knowledge assessments. Results showed a 37.3% improvement in mean knowledge scores, and the paired t-test produced p = 0.0000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test scores. These findings demonstrate that the counseling intervention effectively improved participants’ understanding of cancer and the importance of early detection. The activity also highlights the importance of cross-sector collaboration, especially with IOM, in developing sustainable health promotion and disease prevention programs for immigrant communities.
Improving Immigrants’ Preparedness: Community-Based Injury Prevention and First Aid Education
Dayu Satria Wibawa;
Aditya Bhayusakti;
Paul Agus Dwiyanu;
Yuriske Agnovianto;
Muhammad Aqil Siroj Jazuli
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36720/csji.v8i1.847
Migrants represent a highly vulnerable population due to their limited access to health information, healthcare services, and emergency response mechanisms. These vulnerabilities are exacerbated by language barriers, cultural differences, socioeconomic constraints, and the unpredictability of their living environments in host countries. The absence of knowledge and basic skills in handling injuries significantly increases their risk of complications, disability, and preventable mortality. This community-engagement program aimed to strengthen the emergency preparedness of migrants under the coordination of the International Organization for Migration (IOM) by providing culturally adapted education on injury prevention and first aid. A total of 20 migrants participated in an interactive session consisting of counseling, demonstrations, and hands-on skill practice. Knowledge acquisition was assessed using pre-test and post-test questionnaires containing ten multiple-choice items. The results revealed a 38.8% improvement in average knowledge scores (pre-test: 45.2; post-test: 74.0), with a paired t-test showing statistical significance (p = 0.0000, p < 0.05). Participants also demonstrated enthusiasm and high engagement during the practical sessions. These findings indicate that community-based, participatory education is effective for increasing first-aid competence among vulnerable migrant groups. This initiative can serve as a replicable model for migrant shelters and humanitarian organizations seeking to strengthen public health resilience.