Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMANFAATAN SAMPAH DAPUR DAN MAKANAN DALAM RANGKA PENINGKATAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI PP. ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Lini Delina; Paramita Sari; Annif Munjidah; Edza Aria Wikurendra; Yuriske Agnovianto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21796

Abstract

Pondok pesantren lebih sering memasak sendiri untuk para santri atau civitas pondok. Sehingga potensi sampah dapur setiap harinya cukup tinggi. Sampah dapur tersebut rata-rata hanya dibuang begitu saja ditempat sampah di area pekarangan masing-masing secara open dumping. Sampah merupakan problematika setiap rumah tangga. Setiap rumah tangga pasti menghasilkan sampah setiap harinya. Akan tetapi pengelolaan sampah seringkali belum tepat, sehingga justru sering menimbulkan potensi masalah misalnya degradasi kebersihan lingkungan, timbulnya aroma busuk, potensi virus, dan lain sebagainya. Sehingga perlu dilakukan upaya edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri untuk dapat memanfaatkan sampah dapur dan makanan di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya adalah untuk Meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi dan penyuluhan kepada santri husada agar dapat memanfaatkan sampah dapur dan makanan dalam rangka peningkatan kesehatan lingkungan di PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 14,1%. Kenaikan nilai rata-rata yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Dapat disimpulkan, pegabdian masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap pemanfaatan sampah dapur dan makanan.
PENGENALAN DAN PENCEGAHAN POTENSI BAKTERI PENYEBAB PNEUMONIA DI PP. AL HIKAM BANGKALAN Marinda Dwi P; Mustika Chasanatusy Syarifah; Paramita Viantry; Siti Damawiyah; Yuriske Agnovianto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21799

Abstract

Pondok pesantren (ponpes) adalah tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit, terutama penularan penyakit pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang mengenai saluran pernapasan bawah dengan tanda dan gejala seperti batuk dan sesak napas. Bacterial pneumonia, atau pneumonia bakterial adalah penyakit pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini masuk ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan atau peredaran darah. Sehingga perlu dilakukan upaya edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri untuk dapat mencegah terjadinya penyakit pneumonia di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya adalah untuk Meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi dan pengenalan kepada santri husada agar dapat mencegah potensi bakteri penyebab pneumonia di PP. Al Hikam Bangkalan sehingga dapat memutus rantai penularan lebih cepat. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test mengenai pengenalan dan pencegahan potensi bakteri penyebab pneumonia melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 16,1%. Kenaikan nilai rata-rata yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Pengenalan dan pencegahan potensi bakteri penyebab pneumonia di PP. Al Hikam Bangkalan telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit pneumonia.
Health Education Through The “Lawan TBC” Movement to Improve Tuberculosis Prevention Knowledge in Islamic Boarding Schools Marinda Dwi Puspitarini; Kartuti Debora; Aldilia Wyasti Pratama; Yuriske Agnovianto; Diana Arum Lisnawati; Muhammad Hefdi; Clarissa Septianingrum
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v5i1.2022

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Islamic boarding schools due to the high risk of disease transmission in communal living environments. This study aimed to evaluate the effectiveness of the "Lawan TBC" educational movement in improving students' knowledge of tuberculosis prevention. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 38 students in grades 10–12 at an Islamic boarding school in Surabaya. The intervention included lectures, interactive discussions, and question-and-answer sessions on TB transmission, symptoms, prevention, and proper cough etiquette. Knowledge was assessed using questionnaires administered before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The mean pretest score was 35.53 ± 10.05, increasing to 46.32 ± 7.86 in the posttest, with a mean difference of 10.79 points. Statistical analysis showed a significant improvement in knowledge after the intervention (p = 9.45 × 10⁻⁸; p < 0.01). The findings demonstrate that the "Lawan TBC" educational movement effectively improves students' knowledge of tuberculosis prevention. Educational programs in Islamic boarding schools can support TB prevention efforts and promote preventive health behaviors among adolescents.
Health Education for Immigrants: Improving Awareness of Early Cancer Screening through a Participatory Approach Aditya Bhayusakti; Dayu Satria Wibawa; Dwimantoro Imam Prilistyo; Yuriske Agnovianto; Liana Faizah Aulia
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.846

Abstract

Immigrants are a vulnerable population with substantial barriers to accessing health information and medical services, including early detection of chronic diseases such as cancer. Low health literacy among immigrants may be caused by linguistic and cultural differences, uncertain legal status, and financial limitations. These conditions lead to delayed diagnosis and increased risk of cancer-related complications. Early detection through screening has been proven effective in reducing cancer mortality. For instance, colorectal cancer screening may reduce mortality risk by 35%, while mammography can decrease breast cancer mortality by 41%. However, screening coverage among immigrant populations remains low. Studies suggest that sociocultural barriers, limited knowledge, and lack of physician recommendations contribute to poor participation in cancer screening programs. This community service activity aimed to increase immigrants' knowledge of early cancer screening and health education using an interactive and participatory community-based counseling approach. A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was employed. The program involved 14 immigrants residing in temporary shelters under the coordination of the International Organization for Migration (IOM). Participants attended a counseling session accompanied by pre- and post-intervention knowledge assessments. Results showed a 37.3% improvement in mean knowledge scores, and the paired t-test produced p = 0.0000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test scores. These findings demonstrate that the counseling intervention effectively improved participants’ understanding of cancer and the importance of early detection. The activity also highlights the importance of cross-sector collaboration, especially with IOM, in developing sustainable health promotion and disease prevention programs for immigrant communities.
Improving Immigrants’ Preparedness: Community-Based Injury Prevention and First Aid Education Dayu Satria Wibawa; Aditya Bhayusakti; Paul Agus Dwiyanu; Yuriske Agnovianto; Muhammad Aqil Siroj Jazuli
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.847

Abstract

Migrants represent a highly vulnerable population due to their limited access to health information, healthcare services, and emergency response mechanisms. These vulnerabilities are exacerbated by language barriers, cultural differences, socioeconomic constraints, and the unpredictability of their living environments in host countries. The absence of knowledge and basic skills in handling injuries significantly increases their risk of complications, disability, and preventable mortality. This community-engagement program aimed to strengthen the emergency preparedness of migrants under the coordination of the International Organization for Migration (IOM) by providing culturally adapted education on injury prevention and first aid. A total of 20 migrants participated in an interactive session consisting of counseling, demonstrations, and hands-on skill practice. Knowledge acquisition was assessed using pre-test and post-test questionnaires containing ten multiple-choice items. The results revealed a 38.8% improvement in average knowledge scores (pre-test: 45.2; post-test: 74.0), with a paired t-test showing statistical significance (p = 0.0000, p < 0.05). Participants also demonstrated enthusiasm and high engagement during the practical sessions. These findings indicate that community-based, participatory education is effective for increasing first-aid competence among vulnerable migrant groups. This initiative can serve as a replicable model for migrant shelters and humanitarian organizations seeking to strengthen public health resilience.