Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Explosion Box Dalam Peningkatan Minat Belajar Sejarah Siswa Kelas X IIS di SMA Negeri 12 Banda Aceh Eka Deviana
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 6, No 4 (2021): November, Analisis Sejarah dan Pembalajaran Masa Kini
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v6i4.22271

Abstract

This research is entitled “Application of Explosion Box Media to Increase Interest in Learning History at SMA Negeri 12 Banda Aceh”. The problem in this research is the lack of interest in learning history of students. This study aims to determine the interest in learning history of class X IIS students with explosion box media. The type of research used in this research is descriptive with a qualitative approach. The subjects of this research were students of class X IIS 2, totaling 19 students. Data collection is done by observation and questionnaires. The results of observing activities in the implementation of learning are 82% in the very good category. Student interest in the application of explosion box media 23.4% answered strongly agree, 36.2% of students gave interest in agreeing, 34% answered disagreed and 6.2% answered strongly disagreed with either category. So it can be concluded that in the process of applying explosion box media it can increase students' interest in learning history.
Keabsahan Tanda Tangan Elektronik dalam Perjanjian Jaminan pada Transaksi Fintech Lending: Kajian Hukum Normatif Yuridis Andreas Saryadi; Eka Deviana; Putri Valentine; Jovan Revaldo; Jerry Indrawan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya teknologi digital menyebabkan transformasi signifikan dalam kerangka kontrak, khususnya di sektor keuangan berbasis teknologi seperti fintech lending. Dalam penerapannya di dunia nyata, perjanjian elektronik menggunakan tanda tangan digital biasanya digunakan untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan efisiensi secara keseluruhan, termasuk dalam perjanjian terkait agunan. Meskipun demikian, hal ini menimbulkan tantangan hukum mengenai keaslian dan bobot pembuktian tanda tangan elektronik, terutama karena undang-undang jaminan di Indonesia masih kaku dan bergantung pada dokumen yang berwujud. Kajian  ini menerapkan metode pendekatan yuridis normatif. dengan mengevaluasi langkah-langkah perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, serta POJK Nomor 10/POJK. 05/2022 dan POJKiNomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen. Temuan merepresentasikan tanda tangan digital mempunyai pengakuan hukum; namun penggunaannya dalam kontrak penjaminan digital masih memerlukan keselarasan antara undang-undang digital dan undang-undang penjaminan. Pembaruan peraturan, kolaborasi antar institusi, dan pedoman bukti digital sangat penting untuk menciptakan kejelasan hukum dan melindungi konsumen dalam lanskap fintech di Indonesia.