Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Kepariwisataan Desa Wisata Siboruon melalui Subsektor Kuliner di Desa Siboruon Christien Christien; Liyus Waruwu; Denata Rajagukguk; Robert Juni Tua Sitio; Yulia K.S Sitepu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4063

Abstract

This study aims to analyze the tourism conditions of Siboruon Tourism Village and explore its development opportunities through the culinary subsector. The research employed a qualitative descriptive approach using observation, in-depth interviews, and documentation, with data analyzed through SWOT analysis. The findings reveal that Siboruon Tourism Village holds significant potential to be developed as a tourist destination, primarily due to its natural beauty and cultural richness. These strengths serve as the main attraction for visitors, although the development process is still constrained by limited infrastructure, public facilities, and insufficient promotional efforts. Meanwhile, the culinary subsector demonstrates strategic value in supporting tourism growth. Local specialties such as Ayam Rias Siboruon, Otara Coffee, and Selai Toberu not only offer unique flavors but also represent the cultural identity of the community. These authentic culinary products can be developed into gastronomic tourism experiences and high-value souvenirs. The study concludes that the development of Siboruon Tourism Village requires collaborative strategies involving local government, business actors, and the community to strengthen its identity based on local potential in a sustainable manner.
Pengelolaan Ekowista Berkelanjutan pada Sumber Daya Lingkungan di Desa Hutaraja, Kabupaten Tapanuli Utara Mery Silalahi; Ade Putera Arif Panjaitan; Denata Rajagukguk; Tio RJ Nadeak; Rusmauli Simbolon; Apriliana Lase; Liyus Waruwu; Debora Purba
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8350

Abstract

Pariwisata memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian daerah, tak terkecuali bagi Desa Hutaraja, Provinsi Sumatera Utara. Pariwisata memberikan sumber pendapatan alternatif dan mendorong pengembangan infrastruktur. Namun, banyak orang mulai bertanya apakah manfaat ini sepadan dengan tingkat konsumsi, kerusakan ekologi, dan dampak negatif lainnya akibat kedatangan dan kepergian wisatawan setiap hari. Untuk menjawab persoalan itu, ekowisata sebagai salah satu bentuk dari pariwisata berkelanjutan menjadi solusi yang layak untuk mempertimbangkan secara menyeluruh dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pariwisata. Aktivitas wisatawan di Desa Hutaraja menguras sumber daya di daerah tersebut sehingga diperlukan panduan dan dasar bagi kebijakan, strategi, dan terutama tindakan dalam bidang pariwisata di Desa Hutaraja. Ekowisata adalah bentuk wisata yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dan komunitas lokal. Dengan demikian PKM ini berfokus pada Pendidikan Ekowisata bagi Masyarakat lokal Desa Hutaraja tentang perlindungan kawasan alam dan promosi praktik berkelanjutan yang berkontribusi pada perkembangan ekonomi komunitas lokal Desa Hutaraja. PKM ini juga melibatkan aktivitas seperti perjalanan ke alam, pengamatan satwa liar, dan pengalaman budaya yang mempromosikan kesadaran dan apresiasi terhadap lingkungan. Langkah awal yang dilakukan adalah mengevaluasi potensi Desa Hutaraja dengan metode evaluasi multi-kriteria (MCE), menilai dampaknya serta menjelajahi lanskap yang punya nilai ekonomis untuk ekowisata. Dampak dari PKM ini adalah Desa Hutaraja menjadi contoh tata kelola yang baik tentang pariwisata berkelanjutan dengan terus mendorong Masyarakat untuk lebih sadar lingkungan. Selain itu masyarakat Desa Hutaraja juga menjadi lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan yang mereka pilih terkait pariwisata.