Latar Belakang: Dismenorea primer merupakan nyeri menstruasi tanpa kelainan ginekologis yang sering dialami oleh remaja putri. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, hingga kehadiran di sekolah. Salah satu alternatif nonfarmakologis yang aman dan efektif untuk meredakan nyeri adalah kompres hangat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer pada remaja putri kelas 7 di SMP Sultan Agung Sleman. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 18 siswi kelas 7 yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan mengaplikasikan kompres hangat menggunakan bantal elektrik bersuhu ±38°C selama 20 menit. Tingkat nyeri diukur sebelum (hari ke-1 menstruasi) dan sesudah intervensi (hari ke-3 menstruasi) menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji parametrik Paired Sample t-Test. Hasil: Rata-rata (mean) skala nyeri sebelum intervensi adalah 2,11 (kategori nyeri sedang), dengan rincian 22,2% nyeri ringan, 44,4% nyeri sedang, dan 33,3% nyeri berat. Setelah intervensi kompres hangat, rata-rata skala nyeri turun menjadi 1,39 (kategori nyeri ringan), dengan rincian 61,1% nyeri ringan, 38,9% nyeri sedang, dan 0% nyeri berat. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = 5,333 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer pada remaja putri kelas 7 di SMP Sultan Agung Sleman. Kompres hangat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis mandiri yang efektif di lingkungan sekolah maupun rumah.