Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI TENTANG KONTRASEPSI KONDOM DI PUSKESMAS PATUK 2 GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Dechoni Rahmawati; Nendhi Wahyunia Utami; Elvika Fit Ari Shanti
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA KEBIDANAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscbid.v4i2.190

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pertumbuhan populasi yang besar membuat populasi meningkat. Semakin besar peningkatan presentasi, semakin besar populasinya. Peningkatan ini tentu berdampak pada populasi Indonesia. Populasi dapat berubah dari waktu ke waktu, terkait dengan populasi yang tinggi, tentu saja ada faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah laju atau laju pertumbuhan populasi. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi laju pertumbuhan adalah program yang sangat penting yang ditawarkan oleh pemerintah harus didukung oleh masyarakat seperti keluarga berencana. Sehingga penurunan laju pertumbuhan populasi diperkirakan akan menurun. Tujuannya adalah mengetahui tingkat pengetahuan suami tentang kontrasepsi di Puskesmas Patuk 2 Gunungkidul Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan 32 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat.Hasil: Tingkat pengetahuan suami tentang kondom dikategorikan sebagai tingkat pengetahuan yang cukup dari 16 responden (50,0%), tingkat pengetahuan yang baik dari 9 responden (28,1%) dan kurangnya tingkat pengetahuan 7 responden (21,9%).Kesimpulan: Pengetahuan Suami tentang Kondom kontrasepsi di Puskesmas Patuk 2 Gunungkidul sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup dari 16 responden (50,00%). Kata kunci: Pengetahuan, Suami, Kontrasepsi Kondom
Efektivitas Pelatihan Kader Posyandu Dalam Penggunaan Buku KIA Dengan Metode Make a Match Dewi Zolekhah; Elvika Fit Ari Shanti; Liberty Barokah
Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 1 (2020): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v3i1.42

Abstract

Tugas kader posyandu dalam kegiatan KIA salah satunya adalah melakukan pencatatan. Kenyataanya masih banyak kader posyandu yang tidak mengetahui cara menggunakan buku KIA. Selama ini kader telah memperoleh pelatihan tentang Buku KIA. Pendekatan yang digunakan adalah konvensional. Kelemahan metode ini yaitu pengetahuan yang didapatkan cepat terlupakan. Metode Make A Match merupakan jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan kader posyandu dalam penggunaan buku KIA dengan metode make a match. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental, dengan rancangan penelitian one group pre test-post test group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang terdapat di Desa Lumbungrejo sebanyak 30 orang. Teknik sampel dengan total sampling. Analisis data menggunakan Wilxocon Sign test dan paired t test, didapatkan p value (0,000) < 0,005 sehingga terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan penggunaan buku KIA dengan metode make a match
The Effect of Murrotal Therapy With St Belt on Maternal and Fetal Wellbeing Tri Sunarsih; Ekawati Ekawati; Endah Puji Astuti; Elvika Fit Ari Shanti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.152 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1336

Abstract

Background. Improving fetal intelligence starts with stimulation made by his mother; maternal soul tranquility highly affects the stimulation a mother will make to her fetus. Maternal soul tranquility will make the mother stimulate her baby happily, thereby improving fetal intelligence. For pregnant women to be able to stimulate the fetus well, they should be healthy physically, mentally, spiritually, and socially. Objective. This research aims to find out the effect of St Belt on maternal and fetal spiritual well-being. Method. This research used a quasi-experimental method. The design used was a non-equivalent pre-test and post-test control-group design. The population of the research was all pregnant women with 24-38 week gestation having their pregnancy examined routinely in PMB Kuswatiningsih. The sampling technique used in this research was nonprobability sampling with purposive sampling. The main instruments used were Spiritual Well-Being and CTG. Data analysis was conducted using paired and independent t-tests. Result. There is no difference in breath movement, DJJ, and amniotic fluid volume between before and after intervention in the experimental group. There are 8 (eight) pregnant women with a score of 10, 1 (one) with a score of 8, and 1 (one) with a score of 6. In the control group, there is a difference in scores; in the prior examinations, 6 (six) pregnant women scored 10, but in the last examination, 7 pregnant women scored 10. There is a significant difference of anxiety levels after intervention in the respondents in the experimental group with a p-value = 0.002 (p less than 0.50). There is a significant difference in the spiritual level before intervention in the respondents of the experimental group with a p-value = 0.002 (p less than 0.50).
Intervensi Parenting Education untuk Menurunkan Risiko Stunting dan Wasting: Pendekatan Pola Asuh Holistik di Desa Srikayangan Sentolo Yogyakarta Tri Sunarsih; Kharisma; Ari Okta Viyani; Suyitno Suyitno; Murry Harmawan Saputra; Jeki Mediantari Wahyu; Endah Puji Astuti; Elvika Fit Ari Shanti
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1996

Abstract

Masalah stunting dan wasting pada anak usia dini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas kader posyandu melalui intervensi parenting education berbasis pola asuh holistik guna mendukung pencegahan gizi buruk secara berkelanjutan di tingkat desa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan stunting, wasting, serta pentingnya pola asuh holistik pada anak usia dini di Desa Srikayangan, Sentolo, Yogyakarta. Program telah dilaksanakan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi kasus, dengan pemberian materi SDIDTK serta edukatif kit kepada peserta. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen satu kelompok dengan pretest-posttest guna mengetahui efektivitas intervensi edukatif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan kader sebesar 72%, dari skor 54,8 menjadi 94,2 setelah kegiatan. Peningkatan paling tinggi tercapai pada aspek pemahaman tentang definisi, pencegahan, dan dampak stunting serta wasting, diikuti oleh aspek pola makan dan gizi anak. Temuan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader melalui parenting education efektif mendukung peran kader sebagai fasilitator edukasi keluarga dan mendorong pencegahan gizi buruk secara berkelanjutan di tingkat desa.
HUBUNGAN PERSEPSI KERENTANAN DAN PERSEPSI MANFAAT TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI DESA NGALANG KECAMATAN GEDANGSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL Ekawati .; Tri Sunarsih; Endah Puji Astuti; Elvika Fit A.S.; Tyasning Yuni Astuti A.
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.389

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Status gizi menjadi indikator ketiga dalam menentukan derajat kesehatan anak. Status gizi yang baik dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak untuk mencapai kematangan yang optimal. Status gizi dapat  mendeteksi lebih dini risiko terjadinya masalah kesehatan. Persepsi kerentanan merupakan kepercayaan seseorang dengan menganggap menderita penyakit adalah hasil melakukan perilaku tertentu. Persepsi manfaat berarti persepsi pemantauan status gizi dapat digunakan sebagai bentuk antisipasi dalam merencanakan perbaikan status kesehatan anak (Soekirman, 2006). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan persepsi kerentanan dan persepsi manfaat terhadap status gizi balita. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancang bangun crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita usia 0-60 bulan yang berjumlah 366 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan diperoleh sampel sebesar 79 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup, responden tinggal memilih jawaban dengan memberikan tanda tertentu dari pertanyaan yang diajukan. Analisis data menggunakan uji chi square pada batas kepercayaan 95% (0,05) (Arikunto, 2016). Penelitian ini dilaksankana di Desa Ngalang pada bulan 8 Juni samapai 2 Agustus 2020. Hasil penelitian: persepsi ibu yang menganggap rentan terhadap masalah gizi berdasarkan analisa data dengan uji chi square didapatkan nilai significancy 0,828 sehingga tidak ada hubungan antara persepsi kerentanan dengan status gizi. Sedangkan Persepsi manfaat untuk mencegah masalah gizi didapatkan analisa data dengan uji chi square didapatkan nilai significancy 0,235 sehingga tidak ada hubungan antara persepsi manfaat dengan status gizi. Simpulan: Tidak ada hubungan antara persepsi kerentanan dan persepsi manfaat dengan status gizi balita kemungkinan status gizi dipengaruhi faktor lain.Kata Kunci : Persepsi Kerentanan, Persepsi Manfaat, Status gizi Balita RELATIONSHIP OF VULNERABILITY PERCEPTION AND BENEFIT PERCEPTION OF CHILDREN'S NUTRITIONAL STATUS IN NGALANG VILLAGE, KECAMATAN GEDANGSARI, GUNUNG KIDUL DISTRICTABSTRACTBackground: Nutritional status is the third indicator in determining children's health status. A good nutritional status can help the child's growth and development process to reach optimal maturity. Nutritional status can detect the risk of health problems early. Perception of vulnerability is a person's belief by assuming suffering from a disease is the result of carrying out certain behaviors. Perception of benefits means that perceptions of nutritional status monitoring can be used as a form of anticipation in planning to improve children's health status (Soekirman, 2006). Objective: To determine the relationship between perceived vulnerability and perceived benefits on the nutritional status of children under five. Methods: This study is an observational study with a cross-sectional design. The population in this study were all mothers who have children aged 0-60 months, amounting to 366 mothers. The sampling technique used simple random sampling and obtained a sample of 79 people. The data was collected using a closed questionnaire, the respondents just need to choose the answer by giving certain signs of the questions asked. Data analysis used the chi square test at the 95% confidence limit (0.05) (Arikunto, 2016). This research was conducted in Ngalang Village from June 8 to August 2 2020. The results: the perception of mothers who think they are vulnerable to nutritional problems based on data analysis with the chi square test obtained a significance value of 0.828 so there is no relationship between perceived vulnerability and nutritional status. Meanwhile, the perception of benefits to prevent nutritional problems, data analysis with the chi square test obtained a significance value of 0.235 so that there is no relationship between perceived benefits and nutritional status. Conclusion: There is no relationship between perceived vulnerability and perceived benefits with the nutritional status of children under five, it is possible that nutritional status is influenced by other factors.Keywords : Perceptions of  Perceived Susceptibility, Perceptions of Perceived Benefits, Nutritional Status, Toddlers
HUBUNGAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK Tri Sunarsih; Endah Puji Astuti; Elvika Fit Ari Shanti; Ekawati .
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.01, JUNI 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i01.417

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Anak balita merupakan kelompok yang memerlukan perhatian yang lebih khusus dalam proses perkembangan dan pertumbuhannya. Apabila perkembangan dan pertumbuhan anak mengalami gangguan akan berakibat terhadap pembentukan anak yang berkualitas. Perkembangan anak memerlukan stimulasi khususnya dalam lingkungan keluarga.Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik orangtua dengan perkembangan anak. Metode: Jenis penelitian yaitu kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini adalah menggunakan desain Survai Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita < 60 Bulan di Desa Ngalang Wilayah Kerja Puskesmas Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020 dengan jumlah 366 sampel, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square bahwa hubungan pendidikan ayah dengan perkembangan didapatkan significancy 0,481,hubungan pendidikan ibu dengan perkembangan didapatkan nilai significancy 0,757, hubungan pekerjaan ayah dengan perkembangan didapatkan nilai significancy 0,082, hubungan pekerjaan ibu dengan perkembangan didapatkan nilai significancy 0,010, Penghasilan ayah dengan perkembangan didapatkan nilai significancy 0,793, Penghasilan ibu dengan perkembangan didapatkan nilai significancy 0,494. Simpulan: Pendidikan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ayah, penghasilan ayah, penghasilan ibu tidak berhubungan dengan perkembangan anak dan pekerjaan ibu berhubungan dengan perkembangan anak. Walaupun orangtua bekerja diluar rumah, sebaiknya orangtua tetap dapat memberikan waktu yang berkualitas untuk memperhatikan perkembangan anak agar perkembangan anak menjadi optimal.Kata kunci: karakteristik, orangtua, perkembangan, anakRELATIONSHIP CHARACTERISTICS OF PARENTS WITH CHILDREN'S DEVELOPMENTABSTRACTBackground: Children under five are a group that requires more special attention in the process of development and growth. If the development and growth of children who experience disruption will result in quality children's restaurants. Child development requires stimulation, especially in a family environment. Objectives : This study aims to knowing the relationship between parents and child development. Methods: This type of research is quantitative. The design in this study was to use an analytical survey design with a cross-sectional approach. The population in this study were all toddlers <60 months in Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul in 2020 with a total of 366 samples, the sampling technique used total sampling. Data analysis using Chi-Square Test. Results: Based on the results of the chi-square test, the relationship between father's education and development has a significance of 0.481, the relationship between maternal education and development has a significance value of 0.757, the relationship between father's work and development has a significant value of 0.082, the relationship between mother's work and development has a significance value of 0.010, father's income with development got a significance value of 0.793, maternal income with the development of a significance value of 0.494. Conclusions: Father's education, mother's education, father's job, stage, mother's stage are not related to child development, and mother's work is related to child development. Even though children work outside the home, parents can provide quality time (quality time) to pay attention to the child's development so that the child is optimal.Keywords: characteristics, parents, development, children