Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGOPTIMALAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DAN E-COMMERCE DALAM MEMPERTAHANKAN AKSESIBILITAS UMKM UD WARDANA Gangsar Ragil Tri Waluyo; Deta Riza Aulya; Muhammad Ahmi Husein
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. UD Wardana menjadi penggerak usaha dalam bidang sepatu boots, sepatu mayoret, dan tas ransel yang mana pengoptimalan strategi pemasaran digital sangat perlu digencarkan untuk meningkatkan citra produk pada masyarakat. Adapun rumusan masalah yang dikaji yaitu pemanfaatan dan strategi pemasaran melalui sosial media dan e-commerce dalam UMKM UD Wardana. Tujuannya untuk mengetahui manfaat sosial media dan e-commerce dan strategi pemasaran dalam mempertahankan aksesibilitas UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subyek penelitian dan pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi pada pemilik usaha disentra industri UD Wardana. Secara keseluruhan hasil analisis penggunaan strtategi sosial media dan e-commerce berpengaruh signifikan terhadap perluasan pemasaran produk. Berdasarkan pandangan bisnis, penggunaan e-commerce pada sentra industri bahwa manusia harus berusaha merubah keadaannya agar lebih baik seperti halnya pengunaan sosial media dan e-commerce memberikan dampak perubahan terhadap usaha. Sehingga bagi pemerintah maupun masyarakat dapat untuk terus membantu mempromosikan produk dari UD Wardana ini agar memiliki citra baik dan dikenal oleh masyarakat luas.
Pendampingan Dan Pengembangan Umkm Di Kelurahan Kepanjenlor Kota Blitar Melalui Re-Branding Dan Integrated Marketing Communication (IMC) Isna Agustina Safira; Mu’tasim Billah; Muhammad Nashir Hasan; Aura Arindra Ramadhani; Annisa’ Laras Atie; Lintang Aji Arroziqi; Ira Wikartika; Muhammad Ahmi Husein
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.506 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v2i2.545

Abstract

Re-Branding is an effort by a company to change and re-new their brand, with the intention to make it better. Re-branding does not ignore the initial goal of its company, which is profit-oriented. IMC is the approach that makes sure a communication of the brand is conformable for your marketing channel. The purpose of this service is to promote digitally and help the product development in order to increase the quality. The methods that are used in this service are observing the UMKM, designing logo with supergraphic, and conceiving the design of UMKM product inovation. The result of this service is the increase of enthusiasm of the UMKM in Kepanjenlor village, Kepanjen Kidul Sub-District, Blitar city. They are excited in the process of rebranding and IMC.
Analysis Of Obstacles And Opportunities For Digital Technology Adoption For The Women Tailor Community In The City Of Surabaya   silvie Silvie; Muhammad Ahmi Husein
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/s6804e49

Abstract

This article investigates the obstacles and opportunities in digital technology adoption among women tailors in Surabaya, Indonesia a dynamic community-based entrepreneurship sector celebrated for traditional sewing expertise yet challenged by post-pandemic demands to modernize. These entrepreneurs must integrate design applications (e.g., IbisPaint, Procreate, CorelDRAW, 3D CAD, Pinterest, Canva, Rich Peach, Adobe Illustrator, Gemini AI) and e­commerce platforms (e.g., Shopee, Tokopedia, E-Peken), alongside social media tools (e.g.,Instagram, WhatsApp). However, generational mindsets, heavy domestic responsibilities, and cultural loyalty to manual methods exacerbate the digital gender gap, reflected in lower digitalization rates for female MSMEs (60.5%) versus males (63%) Positioning Surabaya's women tailors as a unique case for examining digital adoption amid social barriers and community dynamics, this study employs a qualitative interpretive phenomenological design. Data from semi-structured interviews with 15 expert informants women tailors aged 20–61years operating businesses for at least two years across Surabaya communities were analyzed thematically using NVivo 12 until saturation.Findings highlight community support via training and peer sharing as a key accelerator for adapting to design and sales tools. Conversely, social mindset barriers among those over 40 and inconsistent motivation impede full transitions to e-commerce and advanced digital workflows, underscoring the need for targeted interventions.
The Influence Of The Challenges Of Applying Artificial Intelligence On Students Business Creativity In The Entrepreneurship Study Program Mochamad Farhan; Muhammad Ahmi Husein
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/fw82m976

Abstract

This study examines the influence of Artificial Intelligence (AI) usage challenges namely elaboration fluency, effectiveness, and ethical concerns on students’ creativity exploration in entrepreneurship education. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed through a survey of 344 students from the Entrepreneurship Study Program at Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to simultaneously assess the relationships among constructs. The findings reveal that ethical challenges of AI have a positive and significant effect on students’ creativity exploration, while effectiveness and elaboration fluency challenges do not show significant effects. These results indicate that ethical dimensions play a more prominent role than technical aspects in shaping technology-based creative exploration processes. Theoretically, this study extends the understanding of human–AI interaction in the context of creativity and knowledge-driven innovation. Practically, the findings provide insights for educational institutions to integrate AI ethics literacy into entrepreneurship education in order to support responsible and sustainable creativity exploration. This study contributes empirically by highlighting the multidimensional role of AI challenges in shaping students’ creativity and innovation processes.
Analisis Pengaruh Faktor Afektif Dan Kognitif Terhadap Niat Menggunakan AI: Peran Mediasi Pengalaman Menggunakan AI Pada Mahasiswa Kewirausahaan Zaskia Salsabilla Rachma; Muhammad Ahmi Husein
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/m2xxkk19

Abstract

Studi ini menganalisis bagaimana faktor afektif seperti kecemasan, efikasi diri, motivasi, dan berpikir kritis memengaruhi pengembangan keterampilan kewirausahaan melalui integrasi Kecerdasan Buatan (AI), dengan meneliti variasi antara paparan jangka pendek (<3 bulan) dan jangka panjang (>1 tahun). Temuan dari survei terhadap 344 mahasiswa di UPN "Veteran" Jawa Timur mengungkapkan bahwa meskipun penggunaan AI awal memicu kecemasan, paparan jangka panjang secara signifikan meningkatkan efikasi diri, motivasi, dan berpikir kritis, dengan pengalaman lebih dari satu tahun menumbuhkan kepercayaan diri yang paling tinggi. Studi ini menyimpulkan bahwa durasi paparan AI merupakan penentu penting dalam menstabilkan faktor-faktor tersebut, menyoroti perlunya dukungan sejak dini untuk mengurangi kecemasan dan mempercepat pengembangan keterampilan.
Pengaruh AI Anxiety, Dukungan Sosial, Dan Persepsi Risiko Ai Terhadap Self-Efficacy Mahasiswa Dalam Penggunaan Artificial Intelligence Ahmad Asyroful Ibad; Muhammad Ahmi Husein
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/tz5wsp45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh AI anxiety, dukungan sosial, dan persepsi risiko Artificial Intelligence terhadap self-efficacy mahasiswa dalam penggunaan Artificial Intelligence pada Program Studi Kewirausahaan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 344 mahasiswa yang pernah menggunakan Artificial Intelligence dalam kegiatan akademik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI anxiety berpengaruh negatif dan signifikan terhadap self-efficacy mahasiswa dalam penggunaan Artificial Intelligence. Dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy mahasiswa dalam penggunaan Artificial Intelligence. Sementara itu, persepsi risiko Artificial Intelligence tidak berpengaruh signifikan terhadap self-efficacy mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan keyakinan mahasiswa dalam menggunakan teknologi Artificial Intelligence dalam proses pembelajaran kewirausahaan.