Widya Astuty Lolo
Universitas Sam Ratulangi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT TK II. R.W. MONGISIDI MANADO Sergio Christiano Mandagi JR; Widya Astuty Lolo; Gerald Edward Rundengan
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48958

Abstract

Pelayanan kefarmasian berfokus pada layanan yang penuh tanggung jawab pada pasien bertujuan menambah kualitas kehidupan pasien. Tujuan penelitian untuk melakukan evaluasi penerapan pelayanan kefarmasian dari pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di rumah sakit TK II. R.W. Mongisidi Manado berdasarkan standar pelayanan kefarmasian Permenkes RI no 72 tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif menggunakan metode observasi (checklist) dilengkapi dengan wawancara, hasil diolah secara deskriptif, dianalisis dengan mengelompokkan tiap bagian dan diolah dalam bentuk skor persen. Hasil penelitian menunjukkan total rata-rata skor sebesar 82,18%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian dari pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di rumah sakit TK II. R.W. Mongisidi Manado sesuai dengan standar Permenkes RI no 72 tahun 2016.
Analisis Pelayanan Informasi Obat Kepada Pasien di Instalasi Farmasi RSUD Kotamobagu Admia Terkasih Mokoginta; Widya Astuty Lolo; Karlah L. R. Mansauda
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49326

Abstract

Pelayanan informasi obat sangat penting dalam upaya untuk menunjang pengelolaan dan penggunaan obat secara rasional. Pelayanan informasi obat sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan pasien terhadap obat yang diterima. Suatu pelayanan dikatakan baik apabila sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian pelayanan informasi obat di instalasi farmasi rumah sakit umum daerah kotamobagu dengan mengacu pada Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara terhadap apoteker rumah sakit umum daerah kotamobagu. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan informasi obat di instalasi farmasi rumah sakit umum daerah kotamobagu belum sesuai dengan standar permenkes dimana kegiatan pelayanan informasi obat meliputi menjawab pertanyaan,menerbitkan buletin,leaflet dan poster, menyediakan informasi, serta melakukan kegiatan penyuluhan bagi pasien rawat jalan belum terlaksana sepenuhnya sehingga dapat disimpulkan bahwa pelayanan informasi obat belum sesuai dengan standar Permenkes No. 72 Tahun 2016. Kata kunci: Pelayanan kefarmasian, Pelayanan informasi obat (PIO), Instalasi Farmasi
Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Risiko di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Manado Marchella Sofi Van Woesik; Widya Astuty Lolo; Gerald Edward Rundengan
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49438

Abstract

Manajemen Risiko merupakan suatu cara dalam mengorganisir suatu risiko yang akan dihadapi dengan cara mengurangi risiko. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen risiko yang diterapkan di Instalasi Farmasi RS X Manado berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian terkait manajemen risiko yang meliputi menentukan konteks, mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, serta mengatasi risiko. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Risiko di RS X belum berjalan dengan efektif. Terdapat 8 risiko yang teridentifikasi 2 diantaranya didapatkan dari laporan insiden dan 6 lainnya berdasarkan wawancara dan observasi, hal ini menunjukkan bahwa risiko belum dapat teridentifikasi secara menyeluruh. Instalasi Farmasi juga belum bisa menentukan tingkat dari keparahan risiko serta penanganan risiko yang hanya dilakukan saat risiko terjadi. Hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa kendala diantaranya, tidak adanya monitoring, beban kerja tinggi serta tidak adanya pelatihan yang dilakukan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan manajemen risiko di RS X Manado belum efektif secara keseluruhan.
Traditional vs. Modern Medicine: Community Preferences and Health Anthropology in North Sulawesi Weny Indayany Wiyono; Widya Astuty Lolo; Paulina Veronika Yolanda Yamlean
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 2 (2026): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v9i2.11186

Abstract

This study explores community preferences and decision-making in the use of traditional and modern medicine in North Sulawesi from a health anthropology perspective. Using a qualitative descriptive approach, in-depth interviews were conducted with 15 participants, and data were analyzed thematically to identify patterns of perception and factors influencing treatment choice. The results show that traditional medicine is preferred for mild illnesses due to perceptions of safety, affordability, and cultural familiarity, whereas modern medicine is favored for severe or chronic conditions because of its clinical validation, measurable outcomes, and professional supervision. However, a growing trend of complementary use, combining both traditional and modern treatments, was observed, motivated by safety concerns, family or peer advice, and information obtained through the internet, especially social media. The study concludes that decision-making in the use of traditional and modern medicine in North Sulawesi is influenced by illness severity, perceptions, social factors, and access to information. Traditional medicine is preferred for mild conditions, whereas modern medicine is used for severe or chronic illnesses. The combined use of both reflects a pragmatic approach within a pluralistic health system. These findings highlight the need for culturally grounded integration and improved health literacy.
Efektivitas Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Dagusibu Obat Pada Lansia di Desa Tember Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa Damai Sondakh; Widya Astuty Lolo; Dian Parwati
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/pgx55q52

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami kesalahan penggunaan obat karena rendahnya tingkat pengetahuan. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat) merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan DAGUSIBU obat pada lansia di Desa Tember Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 93 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah edukasi, dengan perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi DAGUSIBU efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan lansia terkait pemahaman penggunaan obat yang baik dan benar.
Perbandingan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa  Farmasi dan Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi  tentang Penggunaan Antibiotik yang Rasional Dheya Kumolontang; Widya Astuty Lolo; Dian Parwati
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5rq0mq16

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional meningkatkan resistensi bakteri sebagai masalah kesehatan global, sehingga diperlukan pemahaman yang baik mengenai penggunaannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa Farmasi dan Non Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi terkait penggunaan antibiotik secara rasional. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 85 responden angkatan 2022 yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney (α = 0,05). Hasil menunjukkan seluruh mahasiswa Farmasi (100%) memiliki pengetahuan kategori baik, sedangkan mahasiswa Non Farmasi didominasi kategori baik (66,6%), cukup (30,7%) dan kurang (2,5%). Uji Mann–Whitney menunjukkan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Disimpulkan bahwa mahasiswa Farmasi memiliki tingkat pengetahuan lebih baik dibandingkan Non Farmasi terkait penggunaan antibiotik rasional