Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Cradle to Gate Simple Life Cycle Assessment of Biodiesel Production in Indonesi Hidayatno, Akhmad; M. Zagloel, Teuku Yuri; Purwanto, Widodo Wahyu; Carissa, Carissa; Anggraini, Lindi
Makara Journal of Technology Vol. 15, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The focus of this research is to analyze potential environmental impact in the supply chain of palm oil biodiesel industries. Simple Life Cycle Assessment (LCA) is applied to analyze impacts, produced by the three main units in the supply chain of Palm-Oil-based Biodiesel, which are Palm Plantation, CPO mill, and Biodiesel Plant. We developed LCA calculation model using spreadsheet software, used to assess a number of input scenarios to evaluate the best scenario, in variation of: land quality, land area and the rate of clearing, land clearing technique and type of the original land. The biggest potential environmental impact is the contribution to global warming impact which emissions are produced mostly from unit plantation. Although plantation has biggest potential to contribute to environmental impact, it also gives biggest reduction to global warming impact. In general, the biggest environmental impact in the LCA category is climate change, followed by photo-oxidant formation and eutrophication. The biggest impacts in the supply chain are from the plantation, especially when choosing the right technique for land clearing. In addition, due to LCA linearity nature, the scenario that we tested does not change the total accumulative environmental impacts.
Evaluasi Modul RISHA pada Rumah Susun Kampung Deret Petogogan Carissa, Carissa; Larasati, Dewi; Triyadi, Sugeng; Slamat, Virginia
Journal of Sustainable Construction Vol 1 No 2 (2022): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.632 KB) | DOI: 10.26593/josc.v1i2.5708

Abstract

Penyediaan rumah susun merupakan salah satu program pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan murah. Untuk mempercepat pembangunan rumah susun tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan teknologi prapabrikasi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) sejak tahun 2004 . Modul Risha yang digunakan pada hunian di Kampung Deret Petogogan adalah modul berukuruan 3 m x 3 m x 3 m. Hunian di Kampung Deret Petogogan memiliki tiga tipe yaitu: 18, 36, dan 36 khusus untuk dua kepala keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh tipe hunian pada Kampung Deret Petogogan yang terbentuk dari modul Risha dapat mengakomodasi aktivitas yang ada sesuai fungsinya sebagai hunian. Penelitian kualitatif ini terdiri dari tiga tahapan analisis, yaitu: analisis ketersediaan ruang dan isi ruang, hubungan antar ruang, dan dimensi ruang terhadap aktivitas yang terjadi dalam fungsi hunian. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung ke penghuni Kampung Deret Petogogan, sedangkan perolehan data sekunder didapat dari standar desain hunian dari studi literatur yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul Risha 3 m x 3 m x 3 m yang diterapkan di Kampung Deret Petogogan belum efektif untuk mengakomodasi aktivitas yang ada di seluruh tipe hunian.
Pengukuran Tingkat Risiko Aplikator dalam Penerapan Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Indonesia Wimala, Mia; Rasta, Theodorus; Carissa, Carissa
Journal of Sustainable Construction Vol 2 No 1 (2022): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.279 KB) | DOI: 10.26593/josc.v2i1.6196

Abstract

Dalam upaya pengadaan rumah RISHA, Direktorat Bina Teknik Perumahan dan Permukiman melatih, memberikan lisensi, dan menugaskan para aplikator untuk melakukan produksi dan perakitan. Pada praktiknya, berbagai masalah masih dihadapi oleh para aplikator. Berbagai permasalahan ini perlu diidentifikasikan, dievaluasi, dan dicarikan solusinya agar penerapan RISHA semakin membaik di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat risiko yang kemungkinan dihadapi oleh para aplikator berdasarkan permasalahan yang ada, dengan mempertimbangkan nilai probabilitas dan dampaknya. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui kajian literatur, wawancara serta penyebaran kuesioner kepada aplikator RISHA. Hasil penelitian menunjukkan beberapa masalah yaitu kendala mobilisasi material dan/atau panel RISHA, banyaknya tenaga kerja baru yang senantiasa berubah, belum adanya pedoman yang seragam terkait ukuran cetakan, serta ketidaksesuaian gambar desain dengan kondisi di lapangan termasuk ke dalam kategori risiko tinggi. Sementara itu, risiko yang termasuk ke dalam kategori sedang meliputi permasalahan kenaikan harga baja tulangan dan permintaan calon pengguna yang seringkali tidak dapat diakomodasi oleh teknologi RISHA, sedikitnya tenaga ahli yang tersedia, serta pemasangan panel tidak sesuai standar karena kurangnya pelatihan. Permasalahan yang termasuk dalam kategori rendah terkait dengan ketidakpahaman masyarakat mengenai RISHA, pengadaan panel oleh pihak ketiga, dan besarnya anggaran untuk modal awal.
RELATIONSHIP BETWEEN LOCATION FACTORS AND RESIDENTIAL CHOICE IN SUNGAI RAYA DALAM VILLAGE Carissa, Carissa; Sulistyarini, Sulistyarini; Harjanti, Diah Trismi
GEOREFERENCE Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gr.v2i2.78822

Abstract

Sungai Raya Dalam Village is part of an area located on the outskirts of Pontianak City. The rapid growth of Pontianak City has had an impact on Sungai Raya Dalam Village, one of which is the need for housing. The increasingly expensive need for housing in urban areas makes people choose to live in suburban areas. The research aims to describe the relationship between location factors and the choice of residence in Sungai Raya Dalam Village. This form of research is descriptive quantitative research. This study had a population of 6,269 heads of families and the sample was calculated using the Slovin formula so that a sample of 98 respondents was obtained. The methods for collecting data were used as follows: primary survey techniques, secondary survey techniques, documentation study techniques, and literature study techniques. The tools and materials used to collect data in this research were: a  laptop, SPSS version 27, and questionnaires. The relationship between location factors and choosing a place to live in Sungai Raya Dalam Village is -0.253, according to the results of research conducted using the product moment correlation technique. The results of statistical calculations show the calculated r = -0.253 compared to the r table of 0.195, with a significance level of 5%.
Pengaruh Kompetensi Kerja, Disiplin Kerja dan Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan CV. Maju Bersama Kisaran Chandra, Darren; Carissa, Carissa; Siregar, Ina Namora Putri; Sirait, Dita Eka Pertiwi
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i5.9517

Abstract

Maju Bersama adalah distributor produk kebutuhan sehari-hari di Kisaran, menghadapi penurunan kinerja karyawan yang ditandai dengan menurunnya kualitas dan kuantitas hasil kerja, keterlambatan penyelesaian tugas, serta meningkatnya komplain pelanggan. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya kompetensi kerja akibat kurangnya pelatihan dan pengembangan keterampilan, menurunnya disiplin kerja seperti absensi dan keterlambatan, serta stres kerja yang tinggi karena beban dan target yang berat tanpa dukungan manajemen memadai. Faktorfaktor tersebut berdampak pada turunnya produktivitas, loyalitas, dan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena memiliki alur yang sistematis dan terstruktur dengan baik. Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dengan sifat kausal atau eksplanatori, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara dua variabel yang berbeda. Dalam penelitian ini, perubahan pada salah satu variabel bebas akan memengaruhi atau menyebabkan perubahan pada variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh karyawan yang bekerja di CV. Maju Bersama Kisaran sebanyak 87 orang. Sehubungan dengan jumlah populasi yang berjumlah sebanyak 87 orang, maka teknik penentuan sampel menggunakan sampel jenuh dimana seluruh karyawan akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Kerja berpengaruh terhadap Kinerja karyawan CV. Maju Bersama Kisaran, Disiplin Kerja berpengaruh terhadap Kinerja karyawan CV. Maju Bersama Kisaran, Stres Kerja berpengaruh terhadap Kinerja karyawan CV. Maju Bersama Kisaran, Kompetensi Kerja, Disiplin Kerja dan Stres Kerja berpengaruh terhadap Kinerja karyawan CV. Maju Bersama Kisaran.
Evaluasi Modul RISHA pada Rumah Susun Kampung Deret Petogogan Carissa, Carissa; Larasati, Dewi; Triyadi, Sugeng; Slamat, Virginia
Journal of Sustainable Construction Vol 1 No 2 (2022): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v1i2.5708

Abstract

Penyediaan rumah susun merupakan salah satu program pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan murah. Untuk mempercepat pembangunan rumah susun tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan teknologi prapabrikasi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) sejak tahun 2004 . Modul Risha yang digunakan pada hunian di Kampung Deret Petogogan adalah modul berukuruan 3 m x 3 m x 3 m. Hunian di Kampung Deret Petogogan memiliki tiga tipe yaitu: 18, 36, dan 36 khusus untuk dua kepala keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh tipe hunian pada Kampung Deret Petogogan yang terbentuk dari modul Risha dapat mengakomodasi aktivitas yang ada sesuai fungsinya sebagai hunian. Penelitian kualitatif ini terdiri dari tiga tahapan analisis, yaitu: analisis ketersediaan ruang dan isi ruang, hubungan antar ruang, dan dimensi ruang terhadap aktivitas yang terjadi dalam fungsi hunian. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung ke penghuni Kampung Deret Petogogan, sedangkan perolehan data sekunder didapat dari standar desain hunian dari studi literatur yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul Risha 3 m x 3 m x 3 m yang diterapkan di Kampung Deret Petogogan belum efektif untuk mengakomodasi aktivitas yang ada di seluruh tipe hunian.
Pengukuran Tingkat Risiko Aplikator dalam Penerapan Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Indonesia Wimala, Mia; Rasta, Theodorus; Carissa, Carissa
Journal of Sustainable Construction Vol 2 No 1 (2022): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v2i1.6196

Abstract

Dalam upaya pengadaan rumah RISHA, Direktorat Bina Teknik Perumahan dan Permukiman melatih, memberikan lisensi, dan menugaskan para aplikator untuk melakukan produksi dan perakitan. Pada praktiknya, berbagai masalah masih dihadapi oleh para aplikator. Berbagai permasalahan ini perlu diidentifikasikan, dievaluasi, dan dicarikan solusinya agar penerapan RISHA semakin membaik di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat risiko yang kemungkinan dihadapi oleh para aplikator berdasarkan permasalahan yang ada, dengan mempertimbangkan nilai probabilitas dan dampaknya. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui kajian literatur, wawancara serta penyebaran kuesioner kepada aplikator RISHA. Hasil penelitian menunjukkan beberapa masalah yaitu kendala mobilisasi material dan/atau panel RISHA, banyaknya tenaga kerja baru yang senantiasa berubah, belum adanya pedoman yang seragam terkait ukuran cetakan, serta ketidaksesuaian gambar desain dengan kondisi di lapangan termasuk ke dalam kategori risiko tinggi. Sementara itu, risiko yang termasuk ke dalam kategori sedang meliputi permasalahan kenaikan harga baja tulangan dan permintaan calon pengguna yang seringkali tidak dapat diakomodasi oleh teknologi RISHA, sedikitnya tenaga ahli yang tersedia, serta pemasangan panel tidak sesuai standar karena kurangnya pelatihan. Permasalahan yang termasuk dalam kategori rendah terkait dengan ketidakpahaman masyarakat mengenai RISHA, pengadaan panel oleh pihak ketiga, dan besarnya anggaran untuk modal awal.