Farhanah Wahyu
Budidaya Perairan, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI BUDIDAYA IKAN NILA HEMAT LISTRIK DAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN TEKNOLOGI JET AERASI Dewi Hikmah Marisda; Farhanah Wahyu; Ilham Hadianto Karamma; Ihzan Wahyudi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11193

Abstract

Abstrak: Permasalahan mitra adalah borosnya pemakaian listrik, mitra belum memperhatikan kandungan oksigen dalam budidaya, dan belum konsisten menggunakan pakan. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dengan cara mengedukasi mitra tentang budidaya ikan. Selain itu, mengikutsertakan mahasiswa dengan mengenalkan mahasiswa pada kegiatan di luar kampus. Metode yang digunakan adalah sosialisasi pemberian edukasi kepada mitra tentang teknologi jet aerasi, teknis pelaksanaan budidaya dan penyakit ikan yang bisa saja muncul pada saat budidaya. Mitra kegiatan ini adalah KUB Chanos Jaya yang berjumlah 10 orang. Namun, peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi berjumlah 21 orang yang terdiri dari anggota KUB Chanos Jaya, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar. Sebelum memberikan materi, tim dosen mengevaluasi pemahaman awal peserta dengan pertanyaan seputar budidaya. Di akhir kegiatan sosialisasi, tim PkM mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Berdasarkan jawaban peserta, hasil pre-test ada 45% peserta yang mengetahui budidaya, dan hasil post-test ada sekitar 80% peserta memahami proses budidaya setelah pemberian edukasi.Abstract: Partner problems are wasteful use of electricity, partners have not paid attention to the oxygen content in cultivation, and have not consistently used feed. The purpose of the activity is to educate partners about tilapia cultivation that is environmentally friendly and saves electricity by using jet aeration technology in tilapia cultivation. In addition, involving students by introducing students to off-campus activities. The method used is the dissemination of education to partners about jet aeration technology, technical implementation of aquaculture and fish diseases that may arise during cultivation. The partners of this activity are KUB Chanos Jaya, which consists of ten people. However, the participants who attended the socialization activity were 21 people consisting of members of KUB Chanos Jaya, community leaders, and the surrounding community. Before giving the material, the lecturer team evaluated the participants' initial understanding with questions about cultivation. At the end of the socialization activity, the PkM team evaluated the increase in participants' understanding. Based on the participants' answers, the pretest results showed that 45% of the participants knew about cultivation, and the post-test results showed that 80% of the participants understood the cultivation process after providing education.
PENDAMPINGAN INOVASI TEKNOLOGI PERLUASAN SKALA BUDIDAYA UDANG VANAME MENGGUNAKAN SISTEM RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM Hamrun Hamrun; Farhanah Wahyu; Nurhikmah Paddiyatu; Andi Annisa Amalia; Muh. Adjie Syahriansyah Amir; Syaiful Anwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36860

Abstract

Abstrak: Pokdakan Kallang Bayang merupakan mitra kegiatan Pengabdian Berbasis Kemitraan Masyarakat yang bergerak dalam budidaya udang vaname di kawasan Muara Sungai Jeneberang, Kampung Lette, Makassar. Kelompok ini beranggotakan 15 orang dan menghadapi permasalahan keterbatasan pendapatan, jangkauan pemasaran yang sempit, serta kerentanan kolam terhadap banjir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, dan penataan ruang budidaya melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui pelatihan teknis sistem filtrasi RAS, pembangunan kolam bioflokulasi berstruktur beton, penguatan manajemen kelembagaan, serta perancangan zonasi tata ruang usaha budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan RAS mampu meningkatkan survival rate udang hingga lebih dari 80% melalui efisiensi penggunaan air dan stabilitas kualitas lingkungan. Infrastruktur kolam beton juga meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan menurunkan risiko kerusakan. Inovasi teknologi dan penguatan kapasitas kelompok terbukti meningkatkan produksi udang konsumsi dan adaptivitas usaha, meskipun pengembangan lanjutan masih diperlukan untuk efisiensi energi dan keberlanjutan budidaya.Abstract: Pokdakan Kallang Bayang is a partner in the Community-Based Partnership Service program engaged in vaname shrimp farming in the Muara Sungai Jeneberang area, Kampung Lette, Makassar. This group consists of 15 members and faces problems of limited income, narrow marketing reach, and pond vulnerability to flooding. This community service activity aims to increase production capacity, business management, and cultivation space planning through the application of Recirculating Aquaculture System (RAS) technology. The implementation method is carried out participatively through technical training on the RAS filtration system, construction of concrete bioflocculation ponds, strengthening of institutional management, and the design of cultivation business zoning. The results of the activity show that the application of RAS can increase the survival rate of shrimp to more than 80% through efficient water use and stable environmental quality. Concrete pond infrastructure also increases resistance to flooding and reduces the risk of damage. Technological innovation and capacity building of the group have been proven to increase shrimp production and business adaptability, although further development is still needed for energy efficiency and sustainable aquaculture.