Nurhikmah Paddiyatu
Arsitektur, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI AISYIYAH MELALUI EDUKASI PENGGUNAAN LISTRIK RUMAH TANGGA Rahmania Rahmania; Nurhikmah Paddiyatu; Rohana Rohana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16798

Abstract

Abstrak: Permasalahan saat ini adalah: (1) Masyarakat khususnya ibu rumah tangga, belum memahami pentingnya mengetahui metode penggunaan dan pengoperasian listrik di rumah; dan (2) Tidak ada wadah atau organisasi untuk ibu rumah tangga, yang terkait dengan sumber informasi mengenai bahaya penggunaan listrik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga permukiman, tentang pentingnya penggunaan listrik rumah tangga, serta mengetahui tata cara menghemat energi listrik yang baik dan benar, serta manfaat dari berorganisasi. Metode pelaksanaan menggunakan metode demonstrasi dan contoh, dengan pendekatan Pelatihan Partisipatif yang melibatkan warga lorong 3-5 sekitar 63 ibu-ibu rumah tangga yang ikut berpartisipasi, melalui beberapa tahapan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa, sekitar 70% peningkatan wawasan mitra (ibu-ibu rumah tangga) yang cukup memahami tentang berbagai bentuk edukasi yang dilaksanakan pada lokasi kawasan permukiman padat penduduk. Untuk kegiatan sosialisasi oleh pengurus Aisyiyah, antusiasme ibu-ibu untuk mengetahui lebih lanjut tentang keberhasilan organisasi 'Aisyiyah" cukup mendapat respon positif. Melalui sosialisasi tersebut, tentunya banyak harapan bahwa organisasi tersebut menjadi potensi bagi perempuan dalam melakukan berbagai kegiatan, yang akan melanjutkan visi misi organisasi.Abstract: The current problems are: (1) The community, especially housewives, do not understand the importance of knowing the method of using and operating electricity at home; and (2) There is no forum or organization for housewives related to sources of information about the dangers of using electricity. This activity aims to increase the awareness of residents of settlements about the importance of using household electricity, as well as knowing the proper and correct ways to save electricity, as well as the benefits of being organised. The method of implementation uses demonstration methods and examples, with a participatory training approach involving about 45 housewives from aisle 3-5 residents, through several stages. The results of the service show that, around 70% increase in the insight of partners (housewives) who understand enough about various forms of education carried out in densely populated residential areas. For socialization activities by Aisyiyah management, so many mothers were enthusiastic enough to find out more about the success of the 'Aisyiyah organization" organization.
PENDAMPINGAN INOVASI TEKNOLOGI PERLUASAN SKALA BUDIDAYA UDANG VANAME MENGGUNAKAN SISTEM RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM Hamrun Hamrun; Farhanah Wahyu; Nurhikmah Paddiyatu; Andi Annisa Amalia; Muh. Adjie Syahriansyah Amir; Syaiful Anwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36860

Abstract

Abstrak: Pokdakan Kallang Bayang merupakan mitra kegiatan Pengabdian Berbasis Kemitraan Masyarakat yang bergerak dalam budidaya udang vaname di kawasan Muara Sungai Jeneberang, Kampung Lette, Makassar. Kelompok ini beranggotakan 15 orang dan menghadapi permasalahan keterbatasan pendapatan, jangkauan pemasaran yang sempit, serta kerentanan kolam terhadap banjir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, dan penataan ruang budidaya melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui pelatihan teknis sistem filtrasi RAS, pembangunan kolam bioflokulasi berstruktur beton, penguatan manajemen kelembagaan, serta perancangan zonasi tata ruang usaha budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan RAS mampu meningkatkan survival rate udang hingga lebih dari 80% melalui efisiensi penggunaan air dan stabilitas kualitas lingkungan. Infrastruktur kolam beton juga meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan menurunkan risiko kerusakan. Inovasi teknologi dan penguatan kapasitas kelompok terbukti meningkatkan produksi udang konsumsi dan adaptivitas usaha, meskipun pengembangan lanjutan masih diperlukan untuk efisiensi energi dan keberlanjutan budidaya.Abstract: Pokdakan Kallang Bayang is a partner in the Community-Based Partnership Service program engaged in vaname shrimp farming in the Muara Sungai Jeneberang area, Kampung Lette, Makassar. This group consists of 15 members and faces problems of limited income, narrow marketing reach, and pond vulnerability to flooding. This community service activity aims to increase production capacity, business management, and cultivation space planning through the application of Recirculating Aquaculture System (RAS) technology. The implementation method is carried out participatively through technical training on the RAS filtration system, construction of concrete bioflocculation ponds, strengthening of institutional management, and the design of cultivation business zoning. The results of the activity show that the application of RAS can increase the survival rate of shrimp to more than 80% through efficient water use and stable environmental quality. Concrete pond infrastructure also increases resistance to flooding and reduces the risk of damage. Technological innovation and capacity building of the group have been proven to increase shrimp production and business adaptability, although further development is still needed for energy efficiency and sustainable aquaculture.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT PESISIR MELALUI MITIGASI BENCANA DAN PEMBINAAN KEAGAMAAN OLEH MUHAMMADIYAH DI KAWASAN RAWAN BANJIR Nurhikmah Paddiyatu; Farida Gaffar; Rohana Abdullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33720

Abstract

Abstrak: Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir di kawasan rawan banjir melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan mitigasi bencana dan pembinaan keagamaan. Wilayah pesisir sering menghadapi risiko tinggi akibat bencana banjir, yang tidak hanya merusak fisik tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan spiritual masyarakat. Metode pelaksanaan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui dua pendekatan utama: mitigasi bencana seperti pelatihan dan simulasi, dilanjutkan pembinaan keagamaan melalui penyampaian materi serta diskusi bersama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa, terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 65% terkait pemahaman risiko bencana, keterampilan mitigasi, dan tanggap darurat. Tercatat 85% dari total peserta yang hadir dalam sosialisasi menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan simulasi. Masyarakat menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, yang terlihat dari inisiatif untuk membentuk kelompok siaga bencana di tingkat RT/RW, dan terjadi perubahan perilaku positif, seperti adanya partisipasi aktif dalam latihan simulasi evakuasi dan kesediaan untuk menyiapkan tas siaga bencana. Selain itu, terjalinnya hubungan yang lebih erat antara masyarakat, pemerintah daerah, dan organisasi Muhammadiyah serta terciptanya keharmonisan di lingkungan wilayah pesisir.Abstract: This community service program aims to increase the capacity of coastal communities in flood-prone areas through a holistic approach that integrates disaster mitigation and religious guidance. Coastal areas often face high risks due to flooding, which not only causes physical damage but also impacts the psychological and spiritual conditions of the community. The implementation method focuses on increasing community capacity through two main approaches: disaster mitigation such as training and simulations, followed by religious guidance through the delivery of materials and group discussions. The results of the community service show a 65% increase in knowledge related to understanding disaster risks, mitigation skills, and emergency response. It was recorded that 85% of the total participants who attended the socialization showed active participation in the discussion and simulation sessions. The community demonstrated a higher awareness of the importance of disaster preparedness, as seen from the initiative to form disaster preparedness groups at the RT/RW level, and positive behavioral changes, such as active participation in evacuation simulation exercises and willingness to prepare disaster preparedness bags. In addition, closer relationships were established between the community, local government, and Muhammadiyah organizations and the creation of harmony in the coastal area environment.