Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tren penelitian pendidikan mengenai kemampuan representasi matematis yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal pendidikan matematika di Indonesia pada periode 2014 sampai 2022. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif, penelitian ini menelaah berbagai pola yang meliputi desain penelitian, jenjang pendidikan subjek penelitian, topik matematika yang dikaji, teknik analisis data yang digunakan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta keterkaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah publikasi mengalami perkembangan yang tidak stabil, dengan peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2018 setelah terjadi penurunan tajam pada tahun 2017. Dari sisi metodologi, desain penelitian kuantitatif masih sangat mendominasi, khususnya penelitian yang menggunakan statistik deskriptif dan metode inferensial dasar, seperti uji t dan ANOVA. Ditinjau dari subjek penelitian, peserta didik tingkat sekolah menengah pertama merupakan kelompok yang paling sering dijadikan objek kajian. Sementara itu, materi geometri menjadi topik yang paling banyak diteliti, sedangkan domain bilangan masih relatif jarang mendapatkan perhatian. Dalam aspek pemanfaatan teknologi, sebagian besar penelitian belum mengintegrasikan teknologi secara eksplisit dalam proses pembelajaran, meskipun terdapat peningkatan yang cukup terlihat pada masa pandemi COVID-19. Selain itu, meskipun sebagian besar penelitian secara tidak langsung mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, keterkaitan secara eksplisit dengan kerangka keberlanjutan global masih sangat terbatas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kajian selanjutnya yang lebih beragam dari sisi metodologi, lebih luas dalam cakupan materi matematika, serta lebih terarah dalam mengaitkan penelitian pendidikan matematika dengan agenda pendidikan global dan pembangunan berkelanjutan.