Iin Sumbada Sulistyorini, Iin Sumbada
Forestry Of Study Program, High School Of Agriculture (STIPER) East Kutai, Sukarno-Hatta Street Number 01, Sangatta, East Kalimantan 75683

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ESTIMASI ANGKUTAN SEDIMEN MELAYANG DAN KUALITAS AIR SUNGAI DI KAWASAN EKOSISTEM PENTING LAHAN BASAH MASANGAT SUWI KALIMANTAN TIMUR As, Muli Edwin; Murtinah, Veronika; Bang, Falentino Usat; Sulistyorini, Iin Sumbada; Kusneti, Monica; Isa, Nur Linda
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2025.012.1.7

Abstract

The Important Ecosystem Area of ​​Mesangat Suwi Wetlands has a total area of ​​around 14,722.69 ha located in East Kutai Regency, East Kalimantan. These wetlands have a strategic role as a regulators of the upstream water system, a source of freshwater fisheries, and a habitat for important protected animals. This study aimed to determine the rate of suspended sediment transport and river water quality. The study was conducted in two stages, the first was data and sample collection in the field, and the second was laboratory testing. The results of the study showed that the river water discharge and TSS in the Suwi and Masangat Rivers at the study location were directly proportional to the height of suspended sediment. The total average of suspended sediment in Suwi was smaller, it's 0.79 tons/year compared to Masangat at 2.64 tons/year. suspended sediment grains could settle and become bottom sediment. The rate of sedimentation in the river would accelerate the shallowing process which affected the wetlands ecosystem. The reduction in vegetated or forested areas in the Masangat wetlands was due to high human activity compared to Suwi. Currently, the water quality in the study areas, including COD, BOD, TDS, and TSS, is generally still below the standard quality threshold and is categorized as class two, namely water that can be used for freshwater fish farming, recreational facilities, livestock farming, and can be used to irrigate crops or rice fields.
Potential Assessment and Ecotourism Carrying Capacity in Suwi Wetlands on Essential Ecological Areas East Kutai, Indonesia Sulistyorini, Iin Sumbada; Edwin, Muli; Kadang Allo, Jerlita; Kusneti, Monica; Isa, Nur Linda
Gadjah Mada Journal of Tourism Studies Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajts.v7i1.103419

Abstract

The conservation and protected areas within the Essential Ecological Areas of the Mesangat-Suwi Wetlands are ecologically significant due to their high biodiversity, local community fishing resources, and habitat for endangered species. The distinctiveness of the Suwi Wetlands as a habitat for proboscis monkeys (Nasalis larvatus) and Crocodylus siamensis enhances the prospects for sustainable ecotourism through natural attractions.  This study references the evaluation of natural tourism attractions' potential and the carrying capacity of both biotic and abiotic environments.  Of the fourteen prospective variables evaluated, nine exhibit significant potential: natural attractions, market potential, surrounding circumstances, climate, accommodation, supporting infrastructure, security, area carrying capacity, and market share.  The Physical Carrying Capacity (PCC) for the maximum number of visitors is 80 individuals per day, whereas the Real Carrying Capacity (RCC) is 3 individuals per day.  The quantity of visitors is consistent with the condition of biophysical characteristics.  Wetlands of significant conservation significance must be safeguarded via sustainable ecotourism approaches.   Conservation initiatives beyond forested regions should focus on cultivating ecotourism potential to guarantee long-term environmental sustainability.
Studi Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam di Pantai Kenyamukan dan Teluk Kaba Kabupaten Kutai Timur Sulistyorini, Iin Sumbada; Ismail, Andi Hendry
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 1 Mei 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v1i1.24

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di pantai Kenyamukan dan Kaba. Selanjutnya, untuk analisis kesesuaian komponen produk dalam menentukan arah pengembangan ekowisata pantai. Kegiatan penelitian meliputi observasi lapangan, pengumpulan data dan pengolahan data. Selain itu observasi flora dan fauna dilakukan untuk menentukan jenis fauna flora yang ditemukan di daerah tersebut serta survei langsung di lapangan melalui korespondensi kepada masyarakat di sekitar lokasi studi. Penilaian ODTWA berdasarkan semua potensi yang ada pantai Kenyamukan dan Kaba baik itu flora, fauna, alam dan semua bentuk kegiatan yang dapat dilakukan di daerah pantai. Analisis lebih lanjut berdasarkan hasil survei langsung di lapangan selanjutnya dimasukkan dalam analisis berdasarkan pedoman regional untuk penilaian objek dan wisata alam dari dirjen PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam), Departemen Kehutanan. Dari hasil penelitian ini pantai Kenyamukan dan Kaba ternyata memiliki potensi yang tinggi mulai dari kondisi seperti pantai pasir, laut flora dan fauna yang merupakan atraksi alam dan serta atraksi buatan (kegiatan masyarakat) seperti kegiatan penangkapan ikan dan sebagainya. Hal tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut lagi untuk meningkatkan daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata pantai. Potensi objek wisata alam pantai Kenyamukan dan Kaba memiliki produk kepariwisataan yang dapat diarahkan untuk pengembangan wisata pantai, wisata pendidikan dan wisata minat khusus. Jenis pariwisata memerlukan perhatian untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat menjadi tujuan wisata alam pantai yang banyak diminati oleh wisatawan, terutama Lokal dan nasional.
Analisis Pengembangan Ekowisata Di Sei Seleq PT Gunung Gajah Abadi Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Allo, Jerlita Kadang; Sulistyorini, Iin Sumbada
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 1 Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v4i1.40

Abstract

Kawasan PT Gunung Gajah Abadi di Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur adalah salah hutan produksi yang memiliki beberapa potensi wisata yang mampu menarik masyarakat untuk berkunjung dan melakukan kegiatan wisata alam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk merumuskan alternatif upaya pengembangan ekowisata Sei Seleq yang ada di kawasan hutan PT Gunung Gajah Abadi Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan PT.Gunung Gajah Abadi di Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2015. Pengumpulan data dilapangan berupa data primer dan sekunder, di mana data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden yang di lakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 30 orang pengunjung dan 5 orang pihak pengelola/ perusahaan. Untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata di kawasan PT Gunung Gajah Abadi digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian memberikan rumusan strategi dalam pengembangan ekowisata Sei Seleq di PT. Gunung Gajah Abadi yaitu melalui penguatan organisasi dan kelembagaan pelaku jasa ekowisata, penguatan ekonomi lokal, penguatan kompetensi sumberdaya manusia dan peningkatan kepuasan wisatawan.
Analisa Kualitas Sumber Air di Kawasan PT Gunung Gajah Abadi Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Sutanti, Wahyu Ningtias; Sulistyorini, Iin Sumbada; Allo, Jerlita Kadang
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid II nomor 2 Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v2i2.84

Abstract

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang sangat berharga, tanpa air tidak mungkin ada kehidupan di muka bumi ini. Salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan adalah air tanah. Air tanah adalah air yang bergerak dalam tanah yang terdapat di dalam ruang-ruang antara butir-butir tanah yang membentuk dan di dalam retak-retak dari batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Sumber Air yang berada di Kawasan PT Gunung Gajah Abadi. Dalam penelitian ini menggunakan metode sederhana yaitu secara kimia dan biologi. Sampel air yang diuji terdiri dari Sungai Wahau, Seleq, Melguen, Jamtak, Hess, Klabeng dan Buaya yang memiliki pH berkisar 7-8. Pengujian dari sisi kimia ke 7 sungai tersebut yang tidak dapat dikonsumsi adalah sungai Wahau dan Jamtak. Dan pengujian dari sisi biologi ke 7 sungai tersebut yang tidak dapat dikonsumsi terdapat pada sungai Hess Hilir, Seleq, Hulu, Tengah, Jamtak dan Wahau, sedangkan untuk Sungai Hess Hulu, Tengah, Seleq Hilir, Melguen, Klabeng, dan Buaya secara biologi air tersebut dapat dikonsumsi.