Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Nyeri Persalinan Sectio Caesarea Terhadap Terjadinya Depresi Postpartum Pada Ibu Primipara di RSUD Kota Yogyakarta J Nugrahaningtyas W Utami; Chici Riansih; Muhammad Untung; Herta Meisatama; Khairul Imam
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.874 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i1.266

Abstract

Background: Depression is very common in women, especially  on reproductive age. It is estimated that 14% -23% of pregnant women experience depression during pregnancy, and 5% -25% experience postpartum depression. Mothers with caesarean sectio labor experience high scale pain during the first 24 hours. Objective : this study aims to analyze the relationship between caesarean section labor and postpartum depression in primiparous mothers. Methods: The research method used is descriptive analytic with cross-sectional approach. The sample in this study were 20 postpartum caesarean mothers in Yogyakarta City Hospital taken by purposive sampling. Data collection tools in this study are using the Numeric Category Scale (NCS) questionnaire to measure the level of neyri and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to measure the level of depression of respondents. Analysis using the Chi-Square correlation test.  Results: Most of the level of pain in postpartum SC mothers is in the moderate category that is there are 9 people or (45.0%). Most postpartum mothers in the moderate depression category were 9 people or (45.0%). Statistical results with the Chi Square test showed that there was a significant relationship between labor pain in caesarean section and postpartum depression in primiparous mothers with (p-value = 0.002) (p <0.05). Conclusion: There is a relationship between labor pain in caesarean section and postpartum depression in primiparous mother.
KEJADIAN FLAT FOOT TERHADAP KESEIMBANGAN PADA ATLET BULUTANGKIS JUNIOR Khairul Imam; Muhammad Untung
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v17i4.676

Abstract

Latar belakang: Salah satu kelainan yang sering terjadi pada bentuk lengkung telapak kaki atau arcus pedis adalah kondisi flat foot. Bentuk telapak kaki flat foot akan mempengaruhi keseimbangan atlet pada saat bermain baik dalam latihan maupun saat bertanding. Tujuan: Mengetahui hubungan kejadian flat foot terhadap keseimbangan pada atlet bulutangkis junior. Metode : Penelitian deskriptif analitik, dengan rancangan penelitian analitik cross sectional yaitu pengukuran dan observasi dilakukan sekali waktu dengan teknik total sampling. 28 orang subjek penelitian adalah atlet bulutangkis junior yang tergabung pada PB Metla Raya di Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Instrumen penelitian dalam pengukuran flat foot menggunakan Wet test (sidik tapak kaki) dan pengukuran keseimbangan menggunakan Balance Beam Walking Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kejadian flat foot pada atlet sebesar 53,57% dan kondisi normal foot sebesar 46,43%. Kondisi keseimbangan atlet sebagian besar termasuk kategori baik (28,6%). Uji korelasi menggunakan uji Somer’s D diperoleh p-value : 0,000 dimana (ρ<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan kejadian flat foot terhadap keseimbangan atlet bulutangkis junior.
FENOMENA PENGALAMAN PERILAKU CARING KEPERAWATAN PERAWAT INDONESIA Mohamad Judha; Aris Setiawan; Khairul Imam; NiLuh Putu Erikawati
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/8a46sy18

Abstract

Latar belakang : Caring merupakan penilaian penting bagi masyarakat dalam menggunakan pelayanan kesehatan, namun sayangnya di Indonesia perilaku peduli dari beberapa hasil penelitian masih kurang. Masih terdapat perawat yang tidak peduli dan kurang motivasi terhadap pasien karena terbebani dengan pekerjaan yang bukan merupakan pekerjaan perawat. Tujuan : mengetahui pengalaman perawat dalam menerapkan prilaku caring, faktor yang mendukung dan menghambat motivasi untuk berbuat caring. Metode : desain kualitatif dengan wawancara mendalam tentang fenomena implementasi perilaku Caring, motivasi caring serta faktor-faktor yang menghambat prilaku caring. Partisipan diambil 11 orang dengan berbagai latar belakang. Hasil: terdapat 3 situasi yang bisa mewujudkan prilaku caring, ada 2 faktor yang bisa meningkatkan motivasi sebagai dukungan merawat pasien serta terdapat 4 faktor yang menghambat motivasi berprilaku caring. Diskusi: lingkungan kerja yang aman dan nyaman, peraturan kantor seperti pengaturan waktu istirahat, gaji, penghargaan atas prestasi, merupakan hal-hal yang dapat memotivasi seseorang untuk bekerja di suatu tempat. sedangkan harga diri perawat dianggap sebagai bagian dari citra diri, aktualisasi diri atas eksistensi diri seseorang dalam bekerja