Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Filmora dalam Rangka Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar Menuju Implementasi Kurikulum Merdeka di KKG Guru SD Singojuruh Banyuwangi Arum Andary Ratri; Inno Cahyaning Tyas; Muhammad Hilmy
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.495

Abstract

Saat ini telah hadir sebuah kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka yang berfokus pada kebebasan dan pemikiran kreatif siswa. Salah satu penerapan kurikulum merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar, salah satu perangkat pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah video pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan para guru mengenai penguasaan teknologi terutama dalam hal pembuatan media pembelajaran yaitu video untuk mendukung implementasi dari kurikulum merdeka belajar. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah kelompok kerja guru SD di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu kombinasi metode penyuluhan, workshop dan diskusi yang dilaksanakan secara tatap muka. Hasil dari kegiatan ini yaitu tersedianya media pembelajaran berupa video yang dapat dimanfaatkan guru-guru di mitra dalam kegiatan belajar mengajar serta kemampuan yang dimiliki guru-guru di mitra untuk bisa menghasilkan video pembelajaran yang menarik untuk siswa.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA MASYARAKAT OSING BANYUWANGI PADA MATA KULIAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR DI POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI Muhammad Hilmy; Inno Cahyaning Tyas; Arum Andary Ratri
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v23i2.18652

Abstract

Pengembangan modul berbasis kearifan lokal telah terbukti mampu menyajikan materi yang menghubungkan antara teori dengan konteks kehidupan nyata yang dihadapi peserta didik. Pengembangan modul ini sangat tepat jika dipadukan dengan mata kuliah ilmu sosial budaya dasar yang memuat materi kehidupan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode research and development. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kevalidan modul dan mengujinya kepada peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa modul berbasis kearifan lokal ini sangat valid dengan perolehan poin 3,5 atau persentase 87,5% kemudian respon mahasiswa juga menunjukkan hasil yang positif yaitu 3,55 atau persentase 88,75 sehingga modul ini sudah bisa digunakan.
Program Optimalisasi Skill Siswa SMK pada Bidang Fotografi dan Videografi untuk Persiapan Menghadapi Dunia Kerja Arum Andary Ratri; Inno Cahyaning Tyas; Muhammad Hilmy
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024674

Abstract

Dewasa ini, persaingan akan dunia kerja semakin ketat. Jumlah pencari kerja dengan lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding (Arifin Sani, 2019). Para pencari kerja haruslah memiliki skill atau keterampilan agar mempunyai nilai lebih pada saat mencari pekerjaan. Salah satu skill yang saat ini banyak dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi adalah skill fotografi dan videografi. SMK Safinatul Huda yang lulusannya nanti diharapkan siap untuk menghadapi dunia kerja belum pernah mendapatkan pembekalan ataupun pelatihan seputar Fotografi dan Videografi. Metode yang dapat diterapkan adalah dengan memberikan pelatihan seputar Fotografi dan Videografi. Pelatihan tersebut terlebih dahulu diberikan beberapa pemaparan terkait pengetahuan apa saja yang diperlukan, kemudian dilakukan praktek langsung. Berdasarkan hasil dari kegiatan pelatihan yang telah dilakukan, seluruh peserta kegiatan pelatihan yang awalnya sama sekali tidak memiliki pengetahuan seputar fotografi dan videografi menjadi bisa. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa foto dan video yang telah dihasilkan dan berdasarkan testimoni dari beberapa peserta pelatihan.  
Pemberdayaan masyarakat menuju desa bersih mandiri melalui pembuatan aplikasi bank sampah benelanlor Siska Aprilia Hardiyanti; Muhammad Hilmy; Khoirul Umam; Tri Maryono Rusadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.30044

Abstract

Abstrak Permasalahan pengelolaan sampah anorganik di Desa Benelanlor, Banyuwangi, masih menjadi tantangan besar. Sampah yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan pencemaran lingkungan, penumpukan di aliran sungai, serta polusi udara akibat bau yang mengganggu. Meskipun telah tersedia Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPS 3R), masyarakat setempat merasa terbebani dengan biaya operasional yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Program ini bertujuan membentuk Bank Sampah berbasis digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan efisiensi pengelolaan sampah. Metode yang digunakan mencakup survei, FGD, pengembangan aplikasi Bank Sampah, sosialisasi, serta pelatihan kepada masyarakat dan pengelola. Mitra dalam kegiatan ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Subur Makmur Benelanlor, yang bertindak sebagai pengelola utama Bank Sampah. Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk warga desa dan perangkat desa. Hasilnya, terbentuk sistem Bank Sampah digital yang mendorong masyarakat memilah sampah dan memperoleh manfaat ekonomi serta menciptakan solusi berkelanjutan bagi lingkungan. Kata kunci: bank sampah; desa benelanlor; pengelolaan sampah; BUMDES; TPS. Abstract The issue of inorganic waste management in Benelanlor Village, Banyuwangi, remains a significant challenge. Poor waste management causes environmental pollution, waste accumulation in river streams, and air pollution due to unpleasant odors. Although the Integrated Waste Disposal Site (TPS 3R) is available, the local community feels burdened by its high operational costs. Therefore, an alternative solution that can be independently implemented by the community is needed. This program aims to establish a digital-based Waste Bank to improve community awareness and the efficiency of waste management. The methods used include surveys, Focus Group Discussions (FGD), Waste Bank application development, socialization, and training for the community and managers. The partner in this activity is the Village-Owned Enterprise (BUMDes) Subur Makmur Benelanlor, which acts as the main manager of the Waste Bank. This program involves active community participation, including village residents and local officials. As a result, a digital Waste Bank system was established, encouraging the community to sort waste, gain economic benefits, and create sustainable environmental solutions. Keywords: waste bank; benelanlor village; waste management; BUMDES, TPS.
Pemberdayaan masyarakat desa wisata pantai Ria Bomo melalui revitalisasi ekosistem dan branding digital Siska Aprilia Hardiyanti; Muhammad Hilmy; Khoirul Umam; Tri Maryono Rusadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34176

Abstract

Abstrak Desa Bomo memiliki potensi wisata pantai yang besar, khususnya di kawasan Pantai Ria Bomo. Namun, pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan seperti penurunan kualitas lingkungan akibat sampah dan kerusakan vegetasi pantai serta kurangnya promosi dan branding digital untuk menjangkau wisatawan lebih luas. Kondisi ini berdampak pada minimnya kunjungan wisata dan rendahnya kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata bagi masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi wisata pantai secara berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi kerusakan ekosistem pesisir serta kurangnya promosi wisata secara digital. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara tim pengabdi, mitra selaku pengurus pokdarwis, masyarakat lokal, dan perangkat desa. Pendekatan ini melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Melalui kegiatan ini, dilakukan penanaman pohon di kawasan pantai, sosialisasi pelestarian lingkungan dengan melibatkan warga lokal, serta pembuatan dan pelatihan website destinasi. Hasil kegiatan ini diharapkan dengan penanaman pohon memperkuat ekosistem pesisir, penyadaran lingkungan menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap pantai, dan website menjadi sarana promosi jangka panjang. Dampak keberlanjutan tercermin dari peningkatan kesadaran, perbaikan ekosistem, serta meningkatnya kunjungan wisatawan. Kata kunci: branding digital; pantai Ria Bomo; promosi wisata; revitalisasi ekosistem. Abstract Bomo Village has significant potential for beach tourism, particularly in the Ria Bomo Beach area. However, its management still faces several challenges such as declining environmental quality due to waste and coastal vegetation damage, as well as a lack of promotion and digital branding to reach a wider range of tourists. These conditions have resulted in low tourist visits and minimal economic contributions from the tourism sector to the local community. The community service activity aims to enhance the capacity and self-reliance of the community in sustainably managing coastal tourism potential. The main problems faced by the partners include coastal ecosystem degradation and the lack of digital tourism promotion. The implementation method of this program was carried out through a participatory and collaborative approach involving the service team, partners as Pokdarwis managers, local communities, and village officials. This approach engaged the community from the planning and implementation stages to the evaluation stage. The activities included tree planting along the coastal area, environmental conservation awareness programs involving local residents, as well as the development and training of a destination website. The outcomes expected from these activities are that tree planting will strengthen the coastal ecosystem, environmental awareness will foster a sense of ownership among the community toward the beach, and the website will serve as a long-term promotional tool. The sustainability impact is reflected in increased awareness, improved ecosystems, and the growth of tourist visits. Keywords: digital branding; Ria Bomo beach; tourism promotion; ecosystem revitalization.