Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Building Religious Moderation Based on Al-Qur'an Values in Education in Medan Tembung District Agusman Damanik; Cindy Irawati Ramadani; Nadja Arija Azukma; Ahmad Rizki Pratama; M Wardaya
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 1, No 2 (2022): December 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.413 KB) | DOI: 10.57235/qistina.v1i2.198

Abstract

Religious moderation is the moderate understanding and practice of worship in religion, balanced, not extreme and exaggerated. Islam is a religion of rahmatan lil 'alamin, so religion needs to be manifested to become a problem solver in overcoming national problems. One of the nation's problems is the existence of radicalism thoughts and movements, namely thoughts and behaviors that put more emphasis on religious understanding which is harsh and extreme in nature and has an impact on the behavior of religious intolerance. Therefore, there is a need for religious moderation as a solution. Educational institutions are one of the strategic tools and are very appropriate to be "laboratories of religious moderation". Schools as educational institutions can build Qur'an-based religious moderation on the condition that exclusive views and acts of violent extremism in religious cloaks will damage the joints and fabric of a pluralistic nation. There are three main ways in which radical understanding and intolerance can penetrate the school environment; First, extracurricular activities. Second, the role of the teacher in the teaching and learning process. Third, through weak school policies in controlling the entry of radicalism in schools.
PERCERAIAN DALAM ISLAM DAN KRISTEN Hasan Bakti Nasution; Agusman Damanik; Deska Afriani Caniago
Studia Sosia Religia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v5i2.14753

Abstract

Divorce or often also referred to as talak in Islam is a breaker of husband and wife relations from a legal marriage relationship according to Islamic religious rules and the state, in Islam divorce is considered something that is permissible but is not liked by Allah. Meanwhile, divorce in Christianity is considered as a deviation from God's teachings, which is not allowed at all until death do them part. The purpose of this study is to discuss the views of Islam and Christianity but this divorce is very vulnerable to people doing at this time. The basic question in this research is what is meant by divorce and how do Muslim and Christian religious leaders view this divorce. This research is a field study research that uses a library research methodology. And collect the results of interviews with Islamic and Christian religious figures as evidence of research material. The findings obtained in this study are that divorce in Islam and Christianity is something that is hated by Allah but still many people take the act of divorce.
DETERMINASI KONSEP FALAH DENGAN TRADISI PESTA TAHUN: TINJAUAN EKONOMI ISLAM DAN BUDAYA (STUDI KASUS DI DESA SUKANDEBI KECAMATAN NAMAN TERAN KABUPATEN KARO) Agusman Damanik; Ummi Rahayu Saragih; Taufik Arnanda Marpaung; Muhammad Sholeh Khan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18784

Abstract

Suku karo memiliki banyak sekali tradisi, salah satunya Pesta Tahunan. Pesta Tahunan adalah tradisi yang dilakukan masyarakat Karo setiap tahun. Desa Sukandebi sendiri melakukan pesta tahunan ini setiap bulan Oktober. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana determinasi konsep falah dengan tradisi pesta tahun di Desa Sukandebi Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo. Data yang diambil dalam penelitian ini  adalah melalui penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini terletak di daerah Desa Sukandebi, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.Tidak semua kebudayaan mengikuti ajaran agama, namun pada dasarnya kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang memilih menganut suatu keyakinan atau agama tertentu. Konsep ekonomi dalam implementasi konsep al falah adalah kelangsungan hipup sosial; persaudaraan dan harmoni hubungan sosial. Maka, jika kita lihat dari tujuan diadakan pesta tahunan ini yaitu untuk mempererat silaturahmi antar sesama manusia. Dapat diambil kesimpulan bahwasannya apabila pesta tahunan yang diadakan di desa Sukandebi Kabupaten Karo ini yang dilakukan setiap tahunnya memiliki dampak yang positif terhadap masyarakat dari segi persaudaraan.
Dimensions of Islamic Theology: Analysis of Theological Verses Based on Asbab al-Nuzul Agusman Damanik; Andi Mahendra; Alim Muhadi Lubis; Anwar Hidayat Nasution
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i1.22147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi-dimensi teologi Islam berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an yang dianalisis dengan asbab al-nuzul. Teologi Islam tidak hanya mencakup pemahaman tentang Allah dan ajaran-ajaran-Nya, tetapi juga mencakup pemahaman tentang hubungan antara manusia dan penciptanya, serta implikasi kehidupan sehari-hari dari ajaran-ajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskripsi. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, konsep ketauhidan Allah yang termaktub dalam QS. al-‘Alaq ayat 1-5, menyoroti kebesaran dan keesaan Allah sebagai pencipta alam semesta dan sumber segala ilmu pengetahuan. Ayat-ayat tersebut menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam agama Islam, serta memperkuat landasan teologis Islam tentang keesaan Allah dan pentingnya pembelajaran. Kedua, konsep tentang akhirat atau hari kiamat, dengan mempertimbangkan Asbab al-Nuzul, terutama dalam QS. al-Qiyamah ayat 6-9, menegaskan kebenaran dan kepastian akan kebangkitan dan hari kiamat, serta pentingnya persiapan dan pertanggung-jawaban di akhirat bagi setiap individu. Ayat-ayat tersebut menegaskan keimanan umat Islam terhadap hari kiamat sebagai bagian integral dari keyakinan mereka. Ketiga, konsep kebebasan dalam Islam, yang dianalisis melalui Asbab al-Nuzul QS. Yusuf ayat 99, menekankan pentingnya kebebasan untuk memilih maaf dan pengampunan, kebebasan dari sikap permusuhan dan balas dendam, serta kebebasan dalam mencapai keselamatan spiritual. Ayat tersebut memberikan contoh tentang pentingnya memilih jalan damai dan pengampunan dalam hubungan antarmanusia. Dengan demikian, teks tersebut memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep teologis Islam, termasuk konsep tentang Allah, akhirat, dan kebebasan, serta menunjukkan bagaimana konsep-konsep tersebut tercermin dalam ayat-ayat al-Qur’an dengan mempertimbangkan Asbab al-Nuzul.
Konsep self healing dengan zikir dan syukur dalam Al-Qur'an Fitri Agustina Sari; Agusman Damanik
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 4 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033835000

Abstract

Berdasarkan wawancara oleh Mini International Neuropsychiatric Interview tahun 2018, hanya 9% dari penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan pada depresi yang dimilikinya. Banyak masyarakat yang mengalami gangguan psikologis, minimnya pemahaman masyarakat dalam menyikapi maupun mengobati penderita gangguan mental, dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai konsep self healing perspektif Al-Qur'an. Tujuan penelitian ini, menggali penafsiran Quraish Shihab terkait ayat zikir dan syukur sebagai penyembuhan diri dari penyakit dalam dada, menganalisa relevansi penafsiran Quraish Shihab terhadap praktik self healing di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kualitatif dengan bentuk library research. Sumber data utama yaitu kitab Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Hasil dalam penelitian ini adalah berdasarkan penafsiran Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah pada Al-Baqarah ayat 152, Al-A'raf ayat 201, Al-Ra'du ayat 28, Az-Zumar ayat 23, Ali-Imran ayat 145, Luqman ayat 12, dan Az-Zumar ayat 7, konsep self healing dengan zikir dan syukur menurut Quraish Shihab adalah zikir dan syukur dengan keseluruhan anggota tubuh berupa lisan, hati, pikiran dan perbuatan. Relevansi penafsiran Quraish Shihab terhadap praktik self healing di Indonesia, yakni eratnya keterkaitan zikir dan syukur dalam kesehatan mental. Secara psikologis, zikir mampu memberikan ketenangan jiwa sebagai konsekuensi menurunnya ketegangan pada tubuh serta tumbuhnya keyakinan pada sifat Allah SWT. ketika mengingat-Nya. Sedangkan self healing syukur memberikan manfaat secara psikologis berupa memperbaiki pikiran negatif, mengurangi rasa ketidak-puasan, menumbuhkan sifat positif serta semangat beribadah.
ANALISIS BATASAN PRAKTIK TAKZIM MENURUT PERSPEKTIF HADIS DI LINGKUNGAN PESANTREN RUBATH ADZ-DZIKRA LIL MU’MININ TEMBUNG PASAR 9 MEDAN: ANTARA FEODALISME DAN TAKZIM Sayyid Naufal Ibrahim Tanjung; Agusman Damanik
DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 6 No. 02 (2026): DIRAYAH: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/dirayah.v6i02.1239

Abstract

Takzim (reverence) is a common practice in pesantren (Islamic boarding schools) and is considered sacred when interacting with teachers. However, the diverse ways in which students (santri) express takzim have sparked public debate due to the lack of a clear boundary between genuine respect and individual cultism. Therefore, this study aims to delineate the boundary between reasonable and excessive takzim. Utilizing a qualitative approach, this field research was conducted at the Rubath Adz-Dzikra Lil Mu'minin Pesantren. The findings indicate that the analysis of takzim boundaries focuses on two prevalent practices at the institution: standing to welcome someone's arrival and bowing as a form of respect. The study reveals a divergence between the principles of Islamic education and modern education regarding the perception of teachers. Consequently, takzim practices within pesantren may be misconstrued as improper when viewed through the lens of modern educational philosophy. The results show differing scholarly opinions regarding bowing out of respect; some scholars deem it makruh (reprehensible), while others permit it provided it does not emulate the ruku' (bowing) position in prayer. Meanwhile, regarding standing to welcome someone, scholars agree that the practice is permissible, provided it does not foster arrogance or riya' (ostentation) in the individual being welcomed.
TRACING THE PHILOSOPHY OF RATIONALISM IN THE BOOK "MENGHILANG MENEMUKAN JATI DIRI" BY FAHRUDDIN FAIZ Agusman Damanik; Agung Prayogo; Muklis Siregar; Raden Bagus Astaman; Rakhmat Syawal; Fasrah Indah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2388

Abstract

This article aims to explore Fahruddin Faiz's work entitled disappearing, finding one's identity, which is phenomenal, especially in relation to its philosophical content. Next, this article will explore the deep thoughts that are the driving force for change and a deeper understanding of the nature of oneself. By providing a systematic introduction to the traces of the philosophy of rationalism. This paper is a type of Library Research research with a descriptive approach. The research process began with an intensive study of the contents of the book, where every word and concept presented by Faiz was analyzed to explore an understanding of rationalism. Next, secondary data collection was carried out through searching for related literature in scientific journals, publications and trusted web sources. Data analysis uses content analysis in the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The findings provide confirmation that can connect the reality of rationalist thinking with life that is very close to us. Fahruddin Faiz in his book wants to emphasize that the activities carried out in everyday life are related to the philosophy of rationalism brought by Descartes. The substance in this book states that finding one's true self has substance that encourages humans to have an awareness of the importance of correct philosophy. By philosophizing correctly the process of finding the meaning of life will be achieved