Ratna Idayati, Ratna
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Shalat Tahajjud sebagai Aktivitas Ibadah Untuk Mencegah Hipertensi pada Kelompok Usia Muda Yusni, Yusni; Idayati, ratna; Zakiaturrahmi, Zakiaturrahmi; Hasballah, Kartini; Saminan, Saminan; Nugraha, Gartika Setiya; Asqalani, Muhammad Hafiz; Rangkuti, Raihan Daffa Anugrah
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 4 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jpki.v4i2.265

Abstract

Shalat adalah aktifitas fisik yang memiliki gerakan yang sangat kompleks sehingga jika dilakukan secara benar dan teratur maka akan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Hasil penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa tidak banyak orang muslim yang tahu bahwa shalat bermanfaat untuk kesehatan, dengan demikian kami berupaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat tahajjud dalam mengontrol tekanan darah. Aceh sebagai salah satu daerah yang menerapkan syariat Islam sudah sepatutnya menggalakkan masyarakatnya gemar untuk shalat tahajjud secara teratur sehingga akan membantu upaya menurunkan risiko hipertensi pada usia muda. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah memberikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang tahajjud, melakukan pemeriksaan tekanan darah, dan memberikan edukasi tentang tahajjud sebagai aktifitas fisik untuk preventif hipertensi. Kegiatan ini dilakukan terhadap 30 orang pria (n=14) dan wanita (n=16), usia 18-21 tahun, dan beragama Islam. Hasil kegiatan pengabdian ini: sebanyak 33,33% dari partisipan memiliki tekanan darah diatas normal, 63,33% partisipan melakukan tahajjud, namun yang tahajjud teratur hanya sekitar 16,67%, dan partisipan yang mengetahui bahwa tahajjud bermanfaat untuk kesehatan adalah berjumlah 16,67%. Kesimpulannya adalah tahajjud yang dilakukan secara teratur akan dapat mengontrol tekanan darah sehingga akan mengurangi resiko terjadinya hipertensi pada usia muda. Disarankan agar masyarakat terutama kaum muda untuk menggalakkan salat tahajjud untuk meningkatkan kesehatan khususnya unutk mengontrol tekanan darah sehingga dapat menurunkan resiko hipertensi.
The impact of drinking brewed coffee on VO2max and blood lactate levels in sedentary males with physical activity treatment Shidqi, Muhammad; Idayati, Ratna; Yusni, Yusni
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 14, No 1 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.14.1.59-67

Abstract

ABSTRACTBackground: Coffee is a popular ergogenic beverage that improves stamina and reduces fatigue. Coffee's caffeine content is thought to be the main ingredient in ergogenic supplements, which increase endurance during physical activity.Objective: This study investigates the acute effect of brewed coffee on muscle fatigue markers, namely blood lactate and volume of oxygen maximum (VO2max), in sedentary males after a standardized physical activity protocol.Methods: This research was quasi-experimental (posttest-only with a control group design). The subjects were men aged 18-22 years, with 16 people. They were divided into a control group (n=9) and a intervention group (n=7). The intervention was heavy physical activity (1600-meter run) and Gayo Arabica coffee. Data analysis used an independent sample t-test (p < 0.05).Results: Blood lactate levels were significantly higher in the intervention group than in the control group (15.04 ± 2.38 vs. 10.60 ± 4.10; p = 0.018), even though VO2max values were higher but not statistically significant (39.57 ± 2.37 vs. 37.62 ± 4.17; p = 0.297).Conclusions: Coffee consumption considerably raises blood lactate levels, but it has no discernible effect on VO2max values in sedentary men who exercise vigorously. Therefore, more research is necessary to fully understand how coffee affects ergogenic and fatigue.Keywords: Coffee; VO2max; blood lactate; sedentary; heavy physical activity
MENJAGA KESEHATAN DAN KEBUGARAN KARDIORESPIRASI MELALUI PEMERIKSAAN KOMPREHENSIF SEBAGAI UPAYA PREVENTIF HIPERTENSI Yusni, Yusni; Idayati, Ratna; Zakiaturrahmi, Zakiaturrahmi; Murzalina, Cut; Nugraha, Gartika Setiya; Shidqi, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29565

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan kebugaran jantung paru (kardiorespirasi) merupakan suatu upaya meningkatkan kesehatan dan deteksi dini terhadap penyakit jantung termasuk hipertensi pada masyarakat. Mengingat hipertensi merupakan penyakit lifetime risk dan silent killer sehingga kegiatan deteksi dini ini penting untuk menurunkan risiko kematian akibat komplikasi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tingkat kebugaran kardiorespiratori pada masyarakat khususnya kelompok usia muda. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemeriksaan kesehatan (anamnesis, pemeriksaan denyut nadi istirahat, dan tekanan darah (TD)) dan pemeriksaan kebugaran kardiorespirasi dengan mengukur nilai Volume Oksigen Maksimum (VO2 maks). Mitra pada kegiatan PKM ini adalah kelompok anak muda laki-laki (usia 19-22 tahun) yang berjumlah sebanyak 12 orang, Banda Aceh. Evaluasi hasil pemeriksaan tekanan darah adalah normal jika nilai sistolik <120 mmHg dan diastolik <80 mmHg. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa total sebanyak 12 orang memiliki tekanan darah dan denyut nadi normal. Nilai VO2maks menunjukkan 1 orang (8,33%) memiliki kebugaran kardiorespirasi yang baik, sebanyak 10 orang (83,34%) memiliki kebugaran kardiorespirasi pada kategori cukup. Didapatkan sebanyak 1 orang (8,33%) yang memiliki kebugaran kardiorespirasi buruk dan sudah kami sarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke pelayanan kesehatan. Kami menyarankan untuk perlu adanya pengontrolan kebugaran kardiorespirasi secara teratur dan juga dibutuhkan pemberian edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kardiorespirasi dan aktivitas fisik agar resiko terjadinya hipertensi rendah.Abstract: Cardiorespiratory fitness examinations are an effort to improve health and early detection of heart disease, including hypertension, in the community. Considering that hypertension is a lifetime risk disease and a silent killer, early detection activities are essential to reduce the risk of death due to complications. This Community Service Activity (CSA) aims to conduct health checks and cardiorespiratory fitness levels in the community, especially the young age group. This activity is carried out using the health check method (anamnesis, resting pulse rate, and blood pressure (BP)) and cardiorespiratory fitness checks by measuring the Maximum Oxygen Volume (VO₂ max) value. The partners in this CSA activity are a group of young men (aged 19-22 years) totaling 12 people in Banda Aceh. Evaluation of blood pressure examination results is normal if the systolic value is <120 mmHg and diastolic <80 mmHg. The results show that twelve people have normal blood pressure and pulse. The VO2max value shows that one person (8.33%) has good cardiorespiratory fitness, and ten people (83.34%) have cardiorespiratory fitness in the sufficient category. It was found that one person (8.33%) had poor cardiorespiratory fitness, and we have recommended further examination to health services. We suggest that regular cardiorespiratory fitness monitoring is needed, and public education is also needed about the importance of conducting cardiorespiratory examinations and physical activity to reduce the risk of hypertension.