Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Application of the LCM Method in Randomizing Colloid and Electrolyte Questions for Basic Chemistry Subjects at SMP N 45 Medan Based on Android Rahmat Rizal; Frinto Tambunan; Edy Victor Haryanto; Lahmudin Sipahutar; Ika Sartika
Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2023): January, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.316 KB) | DOI: 10.55927/modern.v2i1.2790

Abstract

The learning process that is only guided by the teacher and textbooks greatly affects the learning outcomes of students because not all students are involved in the learning process. In providing learning materials, there are some students who will feel bored and bored in receiving teacher explanations. The problems that occur include the lack of interest in learning and the attraction of students to learning materials that are considered difficult, difficult to understand, and there are certain terms in the material. the. And from the previous mapping, it was found that some students who were less able to accept learning were still in one direction, namely by learning from teacher to student. With the application of technology that will give a touch to students through an application that is embedded in a system on Android mobile or often called a smart phone. So that the increase in learning can be assessed as effective and efficient through a Smart Phone. Apart from that, this system also provides convenience in addition to learning students are also given a test or hone their skills related to the material they understand from a topic. Where practice questions are randomized systematically using the Linear Congruent Method (LCM)
ANALISIS KINERJA AGEN DALAM PENGURUSAN SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PANDU PADA SAAT KEDATANGAN KAPAL OLEH PT. SEA ASIH LINES BELAWAN Sartika, Ika; M. Aprian; Rainhard Calvin H.S
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 2 (2024): Articel Research Juli
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jasa pemanduan yaitu kegiatan pandu dalam membantu, memberikan saran dan informasi kepada nakhoda tentang keadaan perairan setempat agar navigasi pelayaran dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib dan lancar demi keselamatan kapal dan lingkungan pelabuhan. Jasa pelayanan pemanduan kapal merupakan pelayanan pertama dan terakhir yang diberikan kepada kapal yang akan singgah di suatu pelabuhan. Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal No. 57 Tahun 2015 Pasal 1 ayat 4, pandu adalah pelaut yang memiliki keahlian dibidang nautika yang telah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pemanduan kapal. Personil pandu akan membantu nakhoda dalam memberikan nasihat, informasi pelabuhan serta petunjuk kepada nakhoda tentang keadaan perairan setempat yang artinya tanggung jawab kapal sepenuhnya tetap berada pada nakhoda. Dari hasil penelitian ini di dapatkan bahwa PT. Sea Asih Lines Belawan salah satu Perusahaan pelayaran dalam bidang keagenan. Keagenan kapal yang bertugas untuk melayani kebutuhan kapal, selain itu juga PT. Sea Asih Lines Belawan juga menerima layanan pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) pandu. Dari uraian-uraian sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan dalam pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) Pandu sebagai berikut: 1) Kinerja agen dalam pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) Pandu membuat dokumen permohonan seperti mencari nomor Rencana Pengoperasian kapal Linear atau Tramper (RPK), pengajuan warta kedatangan kapal, memasuki from data kapal seperti membuat manifest kapal,awak kapal, dan sertifikat kapal setelah itu agen membuat PKK dan SPM jika PKK dan SPM telah disetujui agen menghubungi Perusahaan bongkar muat atau PBM agar mengajukan KBM untuk diverifikasi setelah diverifikasi maka agen membuat surat permohonan penggunaan jasa pandu. 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi agen pada saat pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) dikarenakan prosedur penggunaan sistem yang rumit,surut air laut diarea dermaga,dan keterbatasan pandu. 3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan terjadi dalam pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) Pandu dikarenakan terjadinya prosedur penggunaan sistem yang rumit untuk mengatasi permasalahan menanyakan yang berpengalaman seperti kepala operasional atau opersional,untuk mengatasi permasalah surut air laut agen harus tau jam/waktu dangkal dan naiknya air laut diarea dermaga, Keterbatasan pandu mengatasi dengan cara agen melaporkan kepada
ANALISIS MANAJEMEN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DI PERGURUAN TINGGI Hendri Sembiring; Hendri Indra; Ika Sartika
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 03 (2025): Article Juli 2025
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One-Stop Integrated Services (PTSP) in higher education institutions is an effort to improve the efficiency and quality of academic and administrative services. However, the implementation of PTSP management still faces various challenges, such as procedural inefficiencies, lack of supervision, and suboptimal service to users. This study aims to analyze the implementation of PTSP management based on the classic POAC management functions (Planning, Organizing, Actuating, and Supervision) and its impact on service quality in higher education institutions. The research method used is quantitative descriptive and verification, with a survey approach through questionnaires to 2 PTSP employees and 20 students as service users. The data analysis technique uses multiple linear regression to test the influence of management variables on service quality. The novelty of this study lies in the combination of the POAC model with the SERVQUAL dimension in the context of PTSP in higher education environments, which has not been widely studied before. Previous studies generally only discuss the implementation of PTSP in the government sector or have not emphasized the direct relationship between managerial functions and perceptions of service quality.