Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PENTINGNYA PROSEDUR KERJA PENGELOLAAN REKAM MEDIS TEBAL (VOLUMENIOUS BULKY) DI RSKJ SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU Nofri Heltiani; Ismail Arifin; Khairunnisyah Khairunnisyah; Liza Putri
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v2i3.152

Abstract

Volumenious bulky medical records are one of the problems that often occur in storage and in circumstances where the medical records of patients with certain diseases who routinely go on an outpatient basis or are treated for a long time and routinely become very thick because the patient's entire medical history is stored in one folder. Based on the results of the research that has been done, it is known that the Soeprapto Social Hospital in Bengkulu Province does not have standard medical record thickness and work procedures for volumenious bulky medical record management. The purpose of this Community Service activity is to create a culture of using work procedures as a guideline for procedures or stages in managing volumenious bulky medical records. Community Service activities are carried out for 2 months, from November to December 2022 at the Soeprapto Social Hospital in Bengkulu Province with 10 participants. The method used in this Community Service activity is community education through socialization/counseling and training by demonstrating the use of work procedures for volumenious bulky medical record management. Socialization/ extension and training on the use of volumenious bulky medical record work procedures for filing officers at the Soeprapto Social Hospital in Bengkulu Province went well. Understanding in the application of work procedures can be implemented. After the PKM activities have been carried out, the Soeprapto Social Hospital in Bengkulu Province plans to evaluate the use of these work procedures in stages according to patient visits.
Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Rujukan Pasien Di Puskesmas X Kota Bengkulu Khairunnisyah Khairunnisyah; nofri heltiani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 7 No. 2 (2022): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v7i2.370

Abstract

Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Salah satu pelayanan yang ada dalam sistem pelayanan puskesmas adalah pelayanan rujukan pasien. Sistem rujukan adalah sistem yang dikelola secara strategis, proaktif, pragmatif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan komperensif bagi masyarakat yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi rujukan pasien di puskesmas X, permasalahan dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi di lapangan, wawancara kepada petugas rekam medis yang bertugas dalam proses pembuatan rujukan pasien serta pelaporan rujukan pasien dan studi pustaka yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang di kaji. pengembangan perangkat lunak menggunakan metode waterfall. Sedangkan perancangan sistem informasi menggunakan pemodelan DFD (Data Flow Diagram) yang di implementasikan dengan menggunakan Bahasa pemrograman Microsoft Visual Studio 2010 dan Microsoft Acces 2016 sebagai database. Hasil: dari hasil penelitian didapatkan beberapa masalah mengenai pelaporan rujukan pasien di puskesmas X yaitu rekapitulasi pasien yang dirujuk di puskesmas X setiap harinya di rekap dengan cara menghitung jumlah pasien yang dirujuk, proses penyusunan laporan yang masih kurang efisien karna harus di rekap ulang kedalam Microsoft Excel, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyajkan informasi