Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisa Kerusakan Pada Sistem Kopling Mobil Toyota Rush Menggunakan Metode Uji Sem (Scanning Electron Microscope) N Syahputra; Junaidi; Yulfitra
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v4i1.861

Abstract

The` powe`r tra`nsfe`r syste`m broa`dly consists of clu`tch u`nits, tra`nsmissions, de`fe`cts, on the` a`xis a`nd ve`hicle` whe`e`ls. While` the` position of the` clu`tch u`nit a`nd its compone`nts (clu`tch a`sse`mbly), is loca`te`d a`t the` front e`nd a`nd powe`r tra`nsfe`r syste`m on the` ve`hicle`. In a`ccorda`nce` with its fu`nction, na`me`ly to bre`a`k a`nd conne`ct, the` u`nit de`cide`s a`nd conne`cts the` flow of powe`r / motion / mome`nt from the` ma`chine` to the` powe`r tra`nsfe`r syste`m. The` ba`ckgrou`nd of the` a`u`thor in choosing the` title` of this stu`dy is du`e` to the` la`ck of knowle`dge` of ve`hicle` u`se`rs in ca`ring for the` clu`tch syste`m, so tha`t sma`ll da`ma`ge` will be` la`rge` a`nd will incre`a`se` the` cost of ma`inte`na`nce` a`nd re`pa`ir, disru`ption tha`t ofte`n occu`rs in the` clu`tch syste`m is we`a`r on the` clu`tch pla`te`, a`s we`ll a`s da`ma`ge` to the` compone`nt Othe`rs du`e` to la`ck of tre`a`tme`nt. This stu`dy u`se`s a` friction te`st me`thod. In the` re`su`lts of the` re`se`a`rch da`ma`ge` occu`rre`d in the` clu`tch syste`m is we`a`r a`u`s, we`a`k ple`nde`s, dry dra`gh tha`t ca`n ca`u`se` da`ma`ge` to the` clu`tch syste`m. The` ma`in fa`ctor tha`t ca`u`se`s da`ma`ge` to the` clu`tch syste`m is hu`ma`n e`rror or drive`r ofte`n u`se`s ha`lf a` clu`tch tha`t ca`n ca`u`se` da`ma`ge` to the` clu`tch syste`m a`nd ca`ble`. Su`gge`stions The` improve`me`nt is do not ofte`n u`se` ha`lf the` clu`tch a`nd do re`gu`la`r se`rvice`.
STUDI KUALITAS PERMUKAAN PEMBUBUTAN KERING PADA BAJA AISI 4340 MENGGUNAKAN PAHAT PVD DAN CVD BERLAPIS Junaidi Junaidi; Yulfitra Yulfitra
Jurnal Simetri Rekayasa Vol 3 No 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to manufacture a component of high quality, surface quality is the most important requirement for users. An understanding of the chip removal process in metal cutting is essential for material selection and tool design, and also for ensuring consistent dimensional accuracy and surface integrity of the finished product. Friction in metal cutting affects cutting power, machining quality, tool life and production costs. The most important measure of surface quality during the machining process is the average surface roughness (Ra). When the tool wear reaches a certain value, the cutting force, vibration and cutting temperature increase, causing the dimensional error to be larger than the tolerance and the surface integrity to deteriorate. This tool wear is one of the most important aspects of hard turning. Usually abrasion, adhesion and diffusion are considered the main tool wear mechanisms in hard machining. However, the individual effect of each mechanism depends on the tool geometry, tool grade or class, cutting parameters, and workpiece hardness. Tool wear increases linearly with increasing cutting parameters. This indicates that the increased tool wear at higher cutting conditions may be due to abrasion especially at the rake and flank during machining. The selection of dry machining is carried out with environmental efforts to minimize or eliminate the use of cutting fluid waste.
MEKANISME PEMBENTUKAN CHIP PROSES PEMBUBUTAN KERING MENGGUNAKAN PAHAT PVD DAN CVD BERLAPIS Veri Akhmal Ramadhan Syah; Din Aswan A. Ritonga; Yulfitra Yulfitra; Junaidi Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam studi pemesinan, sisa dari pemotongan yang dikerjakan dalam pemesinan disebut chip (geram), chip yang dihasilkan dari proses pemesinan memiliki bentuk dan ketebalan yang berbeda, bentuk chip yang dihasilkan pada proses pembubutan memiliki karakteristik yang sangat berkaitan dengan mode aus pahat. penting untuk mengenal mekanisme dasar yang mempengaruhi pembentukan chip untuk mengembangkan cutting tools  (pahat potong) yang efisien. Penyelidikan pembentukan chip dimulai sekitar Perang Dunia II dengan peningkatan penggunaan mesin pemotong yang kuat dan lebih bertenaga, umumnya untuk pemotongan logam dengan munculnya pemotong baja kecepatan tinggi baru. Parameter pembubutan utama yaitu kecepatan potong, laju pemakanan, kedalaman potong ,geometri pahat dan bahan pahat memiliki pengaruh yang signifikan untuk mengontrol pembentukan chip.Benda kerja yang digunakan pada penelitian ini adalah Baja AISI 4340 (48 ± 1 HRC) dan pahat yang digunakan adalah pahat PVD dan CVD berlapis.Alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan chip pada penelitian ini adalah software Micro Capture Plus.Pada proses pembubutan dilakukan 8 kondisi pemotongan menggunakan mesin bubut CNC.Pada hasil akhir penelitian pembubutan kering ini didapatkan variabel-variabel yang paling signifikan terhadap ketebalan chip adalah dengan kondisi pemotongan optimal yaitu  V =180 m/min , vf =352,4 mm/min maka mendapatkan karakteristik ketebalan chip senilai a =0,934 mm.
PERANCANGAN KERANGKA DAN POMPA AIR TRAKTOR MINI PENGGEMBUR TANAH DENGAN MOTOR BERKAPASITAS 6,5 HP Pratama, Adam; Junaidi, Junaidi; Yulfitra, Yulfitra
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.9858

Abstract

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka akan medorong dunia industri yang juga kian mengalami perkembangan. Dimana mayoritas pertanian negeri masih disokong oleh pertanian yang konvensional. Traktor adalah alat yang sering digunakan untuk menggemburkan lahan pertanian, kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah atau untuk menarik trailer atau implemen yang digunakan dalam pertanian atau kontruksi. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini. Tujuan yang diinginkan yaitu merancang traktor mini penggembur tanah menggunakan mesin 6,5 hp, menghitung daya poros dan besar-besaran perancangan kontruksi mesin dan mendesain traktor mini penggembur tanah sesuai kebutuhan petani. Jenis tanah yang sesuai untuk kegiatan pertanian akan menjadi aspek penting dalam sektor pertanian. Dimana instrumen pertanian bermesin pertama adalah mesin portebel pada tahun 1800 an, yaitu mesin uap yang bisa digunakan untuk mengendalikan mekanis pertanian. Besi UNP merupakan bahan baja utama yang biasanya dipakai di Indonesia berdasarkan kebutuhan kontruksi. Bahan kontruksi jenisini sudah memenuhi standart kontruksi sehingga sangat direkomendasikan sebagai bahan kontruksi. Besi pipa merupakan suatu alat yang digunakan untuk transportasi fluida (cair, gas) dari suatu tempat ke tempat lainnya. Besi pipa struktural secara umum adalah jenis pipa kontruksi baja yang memenuhi standart komposisi kimia dan sifat mekanik tertentu. Adapun perhitungan ialah daya motor 6,5 hp, putaran motor 29673,9 rpm, panjang poros 1000 mm, bahan poros S 50C, kekuatan tarik 62 kg/  dan diameter 20 mm. Mendesain adalah suatu perancangan dimana pembuatan struktur rangka dan mesin yang mau digunakan. Dari proses pembuatan rangka traktor mesin penggembur tanah, mulai dari persiapan alat dan bahan, pengukuran dan pemotongan, pengelasan, pengecatan dan uji traktor. Dan setiap komponen yang sesuai digunakan dan dapat melakukan perhitungan setiap komponen.
PENGARUH HASIL PENGELASAN MODEL SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA STAINLESS 201 DAN STAINLESS 304 Harahap, Muhammad Ali Akbar; Junaidi, Junaidi; Lubis, Yulfitra
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 3 (2024): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i3.9868

Abstract

Metode pengelasan SMAW adalah metode yang paling sering digunakan untuk pengelasan, metode ini dipilih karena peralatan yang digunakan sederhana, murah, dan mudah untuk dipindahkan, karena pengelasan memiliki daerah akses yang  terbatas  dan  metode  ini  paling  sesuai untuk  stainless 201 dan 304. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kondisi Pengelasan Model SMAW, bentuk struktur dan pengaruh hasil pengelasan model SMAW Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Pada Stainless 201 dan Stainless 304. Penelitian ini dilakukan di Laboturiaum mekanika bahan dan Manufaktur jurusan Teknik Mesin Polmed Medan. Waktu penelitian ini selama 7 bulan dimulai dari studi literatur, dan selanjutnya dilakukan tahapan-tahapan lainnya. Spesimen uji kekrasan Vickers ini mengacu pada standar ASTM E10, dengsn ketebalan spesimen 1,5 mm. Diameter bola indicator yang digunakan adalah 10 mm, lebar spesimen pada uji kekerasa vikers adalah 30 mm dan panjang 40 mm. Adapun hasil dari nilai Pengelasan Model SMAW Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekerasan Pada Stainless 201 Dan Stainless 304 pengujian tarik tegangan maksimal terdapat pada hasil dari perhitungan nilai kekuatan tarik pengelasan E-308 dengan posisi pengelasan 1G, dimana nilai kekuatan tarik yang di dapatkan rata-rata sebesar 5,20 kg/mm2, sedangkan posisi pengelasan 2G dengan nilai kekuatan tarik rendah dengan nilai rata-rata 5,02kg/mm2.