Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Nationalism and Islam in Religious Learning: Optimization of Insan Kamil Character Building Yulia Rahman; Abdul Rahman Ritonga
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 7, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.04 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v7i1.4517

Abstract

This study aims to explain that religious learning held in public schools is able to instill the values of nationalism and Islam, thus forming the character of students of insan kamil. This theory refutes the opinion which states that religious education creates civic conflict and cannot be a complement to civic education. This research complements several previous studies by adding research on Rohis (spiritual learning program) as part of religious learning in public schools. The research method used is a mix-method research with qualitative analysis and a sociological approach. The conclusion of this study is that religious learning, both in terms of material and methodology, is able to instill the value of religious-nationalism. The internalization of the values of nationalism-religion is applied in PAI (Islamic) learning in the classroom which is guided by teachers, and religious learning in Rohis which is guided by mentorsPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa pembelajaran agama yang diselenggarakan di sekolah umum mampu menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan Islam, sehingga membentuk karakter peserta didik yang insan kamil. Teori ini membantah pendapat yang menyatakan bahwa pendidikan agama berpotensi melahirkan konflik kewarganegaraan dan tidak mampu menjadi komplemen pendidikan kewarganegaraan. Penelitian ini melengkapi beberapa penelitian terdahulu dengan menambahkan penelitian pada pembelajaran Rohis sebagai bagian dari pembelajaran agama di sekolah umum. Metode penelitian yang digunakan adalah mix-method research dengan analisis kualitatif dan pendekatan sosiologi pendidikan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pembelajaran agama, baik dari segi materi dan metodologinya mampu menanamkan nilai nasionalisme-religius. Internalisasi nilai nasionalisme-religius ini diterapkan dalam pembelajaran PAI di kelas yang dibimbing oleh guru dan pembelajaran agama di Rohis yang dibimbing oleh para mentor
Kreativitas Guru PAI dalam Menciptakan Suasana Belajar Siswa Setelah Pandemi di SMA N 1 Kec Payakumbuh Annisa Saskia; Yulia Rahman; Fauzan Fauzan; Bambang Trisno
Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sidu.v2i4.1437

Abstract

The purpose of this study is to understand the creativity of PAI teachers in creating a student learning atmosphere after the pandemic at SMA N 1 Payakumbuh District. The background of this research is that when the learning process takes place the atmosphere in the class becomes uncontrollable or noisy. Through this type of research using a qualitative approach which explains the creativity of PAI teachers in creating a student learning atmosphere after the pandemic at SMA N 1 Kec Payakumbuh. This study obtained data through interviews with class X PAI teachers who were the main data, and observations for supporting data from the interview results. The results of the study show that Islamic education teachers in class X at SMA N 1 Payakumbuh District have been creative in creating an atmosphere for student learning after the pandemic. By implementing teacher creativity in creating a learning atmosphere after the pandemic, it can realize teacher creativity in learning which aims to create a good and fun learning atmosphere after the pandemic.
Penerapan Budaya Religius dan Dampaknya Terhadap Kecerdasan Spiritual Peserta Didik di SDN 35/VI Seling Kabupaten Merangin Jambi Nila Nurul Afifah; Yulia Rahman; Jasmienti Jasmienti; Nurhasnah Nurhasnah
Simpati Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v1i4.464

Abstract

This research was structured with the aim of knowing the application of religious culture, and the impact of the application of religious culture on the spiritual intelligence of students, as well as to find out the inhibiting and supporting factors in the application of religious culture at SDN 35/VI Seling Kab, Merangin, Jambi. This type of research is qualitative research. Data sources who are key informants are students, and supporting informants are educators. Data was collected through using observation, documentation and interviews. The results showed that the forms of the application of the religious culture of students at SDN 35/VI Seling were congregational prayers, the culture of tadarus Al-Qur'an and prayer together, Istighosah and Asmaul Husna, mutual respect and tolerance, Islamic school dress code, smiles, greetings and greetings (3S), disciplined school members, school members who take care of the beauty of themselves, the room and the school environment, Islamic boarding schools, commemoration of Islamic holidays. The impact of applying religious culture to the spiritual intelligence of students is the midday prayer in congregation and the Islamic way of dressing trains students to feel the presence of Allah, congregational prayers, istighosah and asmaul husna trains students to get used to always remembering and praying to Allah, Tadarus Al-Qur'an makes the habit of reading Al-Qur'an students increasing. Mutual respect and tolerance makes students tend to be good, mutual respect and tolerance at school makes students treat people well and like to help others. The supporting and inhibiting factors for the application of students' religious culture are from the school principal, educators, students, from the community and parents, as well as facilities and infrastructure.
Impementasi Model Pembelajaran LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi dan Refleksi) Untuk Memfasilitasi Pembelajaran Pemikiran Pendidikan Islam di Perguruan Tinggi Desti Sartini; Yulia Rahman
Instructional Development Journal Vol 9, No 1 (2026): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v9i1.39293

Abstract

Pembelajaran Pemikiran Pendidikan Islam di perguruan tinggi memerlukan strategi yang mampu mendorong keterlibatan aktif mahasiswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Namun, proses pembelajaran masih cenderung bersifat teoritis sehingga mahasiswa kurang memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi pemikiran tokoh secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi) dalam memfasilitasi pembelajaran Pemikiran Pendidikan Islam di perguruan tinggi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran LOK-R dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, dosen melakukan analisis kebutuhan mahasiswa serta menyiapkan sumber belajar, perangkat pembelajaran, kegiatan, dan penilaian yang dituangkan dalam RPS dan LKPD. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berlangsung melalui empat tahapan utama. Literasi dilakukan melalui kegiatan membaca dan menelusuri sumber pemikiran tokoh serta menyusun konsep materi. Orientasi dilakukan dengan menetapkan fokus dan tujuan pembelajaran yang relevan dengan pemikiran tokoh pendidikan Islam. Kolaborasi dilaksanakan melalui kerja kelompok dengan pembagian tugas yang jelas agar setiap mahasiswa berperan aktif. Refleksi dilakukan melalui penyajian materi, diskusi, serta pengaitan pemikiran tokoh dengan konteks pendidikan modern yang diperkuat oleh penjelasan dosen. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi dasar perbaikan perencanaan pembelajaran selanjutnya. Penerapan model LOK-R terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kerja sama mahasiswa, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan literasi, dan dinamika kerja kelompok. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada mata kuliah Pemikiran Pendidikan Islam.