Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Potential Assessment and Ecotourism Carrying Capacity in Suwi Wetlands on Essential Ecological Areas East Kutai, Indonesia Sulistyorini, Iin Sumbada; Edwin, Muli; Kadang Allo, Jerlita; Kusneti, Monica; Isa, Nur Linda
Gadjah Mada Journal of Tourism Studies Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajts.v7i1.103419

Abstract

The conservation and protected areas within the Essential Ecological Areas of the Mesangat-Suwi Wetlands are ecologically significant due to their high biodiversity, local community fishing resources, and habitat for endangered species. The distinctiveness of the Suwi Wetlands as a habitat for proboscis monkeys (Nasalis larvatus) and Crocodylus siamensis enhances the prospects for sustainable ecotourism through natural attractions.  This study references the evaluation of natural tourism attractions' potential and the carrying capacity of both biotic and abiotic environments.  Of the fourteen prospective variables evaluated, nine exhibit significant potential: natural attractions, market potential, surrounding circumstances, climate, accommodation, supporting infrastructure, security, area carrying capacity, and market share.  The Physical Carrying Capacity (PCC) for the maximum number of visitors is 80 individuals per day, whereas the Real Carrying Capacity (RCC) is 3 individuals per day.  The quantity of visitors is consistent with the condition of biophysical characteristics.  Wetlands of significant conservation significance must be safeguarded via sustainable ecotourism approaches.   Conservation initiatives beyond forested regions should focus on cultivating ecotourism potential to guarantee long-term environmental sustainability.
Desain Jalur Kunjungan Wisata untuk Pengembangan Ekowisata Dusun Kabo Jaya dan Prevab Taman Nasional Kutai Edwin, Muli; Ramadhan, Indra Maya
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 1 Mei 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v1i1.25

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi obyek wisata dan membuat desain jalur kunjungan ekowisata di desa Kabo Jaya yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Prevab Taman Nasional Kutai. Manfaat dari penelitian ini untuk memberikan informasi dan rekomendasi dalam pengembangan ekowisata di Kabo Jaya Desa dan Prevab Taman Nasional Kutai, sehingga dapat mendukung program ekowisata yang berwawasan lingkungan di Taman Nasional Kutai Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu mengumpulkan data potensi objek ekowisata dari data sekunder, penentuan daya tarik wisata yang potensial, pengambilan titik interpretasi koordinat setiap objek dan kegiatan desain baik fasilitas maupun jalur kunjungan ekowisata. Berdasarkan data objek yang diperoleh dibuat tiga jalur kunjungan wisata, pertama adalah daya tarik pariwisata di daerah hutan tropis kawasan Prevab TNK dengan objek hutan alam, pohon besar, sungai kecil, fauna dan flora, yang kedua adalah wisata budaya dan agro di Kabo Jaya dengan atraksi seperti budaya, kuliner, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata air atau penelusuran sungai, dan ketiga penelusuran sungai Sangatta di TNK dengan daya tarik berupa sungai, riam, hutan di kanan dan kiri sungai, flora dan fauna pinggir sungai Sangatta. Dari hasil identifikasi dan analisis tiga jalur tersebut diperoleh dari objek yang berbeda dan kegiatan ekowisata berbeda pula yang dapat dikembangkan sebagai paket kunjungan pariwisata, dari berbagai objek dan lokasi wisata, itu dapat dikelompokkan menjadi tiga paket yang meliputi kunjungan ekowisata. Penelusuran hutan Prevab. hutan ini menarik dari segi keanekaragaman hayati hutan tropis (Flora dan Fauna) Penelusuran desa Kabo Jaya, menikmati potensi budaya yang unik/beragam dan tempat tinggal masyarakat Penelusuran sungai Sangatta. tempat ini memiliki daya tarik utama dari keanekaragaman hayati
Analisis Kandungan Karbon Tanah Organik Di Taman Botani Bukit Pelangi, Sangatta Kabupaten Kutai Timur Putra, Mufti Perwira; Edwin, Muli; Charlie, Charlie
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 1 Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v4i1.34

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan karbon tanah organik (SOC) di Taman Botani, Bukit Pelangi Sangatta. Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu kurang lebih 4 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dan analisis laboratorium terhadap sampel tanah. Pengambilan sampel dengan dua cara, yaitu pengambilan sampel tanah terganggu (komposit) dan sampel tanah tidak terganggu.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa berdasarkan karakteristik tanah baik fisik dan kimia, diketahui Taman Botani memiliki tingkat kesuburan tanah rendah. Kesuburan tanah rendah umumnya dimiliki oleh Ultisols, sehingga dapat diasumsikan, berdasarkankarakteristik tanah tersebut telahmengalami pencucian tingkat lanjut (tinggi) atau termasuk jenis tanah tua. Kandungan SOC telah dihitung di tiga lokasi,lokasi pertama sebesar 7,51 ton/ha, lokasi ketiga 6,90 ton/ha dan yang terkecil pada lokasi kedua sekitar 6,38 ton/ha. Total luas Taman Botani 20,5 ha, sehingga dapat diprediksi bahwa kandungan SOC keseluruhan Taman Botani sekitar 142,07 ton atau 6,93 ton/ha. Berdasarkan kondisi vegetasi di lapangan diketahui bahwa pada vegetasi yang tertutup rapatmenunjukkan kandungan SOC tinggi. Pada areal dengan biomassa yang lebih besar berpotensi menyumbang SOC yang tinggi di dalam tanah.Kandungan SOC di Taman Botanitergolong rendah disebabkan oleh kondisi lahan dengan lereng yang curam sehingga erosi juga cukup tinggi, kemudian perkembangan hutan masih tergolong hutan sekunder muda denganjenis tanah tua.
Penilaian Karakteristik Tanah Di Taman Botani Dan Hulu Sungai Sungai Sangatta Edwin, Muli
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 2 November 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v1i2.54

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi dan karateristik tanah yang ada di Taman Botani dan hulu sungai Sangatta.Manfaat dari penelitian ini untuk menambah informasi mengenai keragaman sifat-sifat tanah yang ada di wilayah sekitar Sangatta. Dengan diketahuinya potensi serta permasalahan mengenai tanah dan lahan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan dalam rangka menuju pembangunan yang berbasis kelestarian lingkungan.Dari hasil pengamatan awal diketahui di kedua lokasi masing-masing terdapat dua system lahan, yaitu Pendreh pada lokasi hulu sungai Sangatta dan Maput pada lokasi Taman Botani. Kedua system lahan tersebut memiliki karakteristik lahan yang berbeda seperti lanform, relief, great group tanah, intensitas curah hujan dan batuan.Berdasarkan karakterstik lahan yang berbeda, ditemukan juga karakteristik tanah yang berbeda di kedua lokasi, dimana pada tanah hulu sungai Sangatta memiliki tingkat kesuburan yang tinggi dibanding tanah di Taman Botani hal tersebut dapat dilihat dari nilai KTK maupun sifat tanah yang lainnya. Begitu juga dengan ketebalan tanah, tanah pada hulu sungai Sangatta sedikit lebih dalam dibanding tanah di Taman Botani. Dari peta tanah secara umum terdapat dua ordo tanah di wilayah Sangatta, yaitu ordo Ultisols dan Inceptisol. Selain kedua ordo tersebut terdapat juga ordo tanah lainnya yang menempati sebagian kecil kawasan tertentu. Studi pada kawasan hulu sungai Sangatta di Pendili-Mentoko dengan ketinggian tempat > 100 m dpl ditemukan ordo tanah Entisols yang merupakan tanah hasil sedimentasi aliran air sungai. Tanah di Taman Botani pada kelerengan 15-30% dengan ketinggian tempat 0-100 (tepatnya 80 m dpl) ditemukan tanah ordo Ultisols dengan horizon penciri yaitu Argilik. Berdasarkan tingkat pencucian liat pada kedua lokasi, telah menunjukkan adanya perbedaan kadar penimbunan liat pada setiap kedalaman tertentu, dimana untuk jenis tanah tua yaitu Ultisols terdapat peningkatan penimbunan liat seiiring bertambahnya kedalaman tanah. Sedangkan tanah baru, yaitu Entisols cenderung belum mengalami tingkat pencucian lanjut terhadap liat.
Penilaian Perkembangan Tanah Berdasarkan Tingkat Pencucian Liat Dan Nilai Kapasitas Tukar Kation Pada Daerah Hulu Sungai Sangatta Kutai Timur Norrahmad, Norrahmad; Edwin, Muli; Putra, Mufti Perwira
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 1 Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v3i1.92

Abstract

The purpose of this study is to see the extent of the development of clay soil by leaching and the value of Cation Exchange Capacity (CEC) at study sites in the upstream areas Sangatta. Soil is a natural body at the earth's surface formed by the influence of factors of soil formation. In the process of soil formation factors are interrelated or some may be dominant factors that influence the formation of heterogeneous land surface of the earth. The level of development of the land had been developed further ground if kandugan minerals are easily weathered primary is less than difficult weathered minerals. Furthermore, for a description of the condition of the soil and the soil profile observation pengampilan soil samples for laboratory analysis. From the results of calculations and laboratory analysis will be described in quantitative descriptive presented in tabels and graphs. At the study site is a plateau or hilly slope which has 28% with altitude of about 100 m asl. From the research, the development of land at the study site is influenced by several factors, especially soil formation factors tofografi ie slope and altitude, and climatic factors (rainfall). Based on the rate of leaching of clay, soil development on the location of the study prove the land is still in the early stages of development level. Such soil clay content which generally have little and no addition of clay seiiring with increasing soil depth. Then further evidenced by clay CEC value is 35,06 meq/100 indicating that land is the land with the development of the initial level or younger soil. Both based on the level of leaching and clay CEC and clay mineral content of the soil is known Illit most likely a young land, ie the order Alluvial soil (PPT Bogor) or Entisol (USDA).
Penilaian Perkembangan Tanah Berdasarkan Tingkat Pencucian Liat Dan Kapasitas Tukar Kation Tanah Pada Areal Taman Botani Sangatta Kutai Timur Pamula, Apreski Dian Sari; Edwin, Muli; Putra, Mufti Perwira
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 2 Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v3i2.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencucian liat dan Kapasitas Tukar Kation Tanah pada Areal Taman Botani Sangatta Kutai Timur, sehingga dapat memberikan informasi kepada pengelolah Taman Botani mengenai tingkat pencucian liat yang menyangkut kesuburan tanah pada areal tersebut. Penelitian dilaksakan kurang lebih 6 bulan terdiri dari observasi lapangan, pengumpulan data, uji laboratorium, analisis data dan penyusunan hasil penelitian. Adapun prosedur penelitiannya pertama pemilihan penampang profil, kedua pembuatan dan pengamatan penampang profil, ketiga pecatatan hasil pengamatan, keempat pengambilan contoh tanah, kelima uji laboratorium dan yang terakhir analisa data. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat perkembangan tanahnya dalam fase lanjut dengan KTK liat <16me/100g liat dan termasuk tanah yang subur karena didominasi oleh kation-kation asam. Pada ketinggian ±50 mdpl KTK liatnya 20,24 meq/100 Liat maka tanah tersebut kemungkinan besar memiliki kandungan mineral liat Illit, sedangkan pada ketinggian ±80 mdpl KTK liatnya 18,53 meq/100g liat kemungkinan besar memiliki mineral liat Klorit. Berdasarkan pencucian liatnya terdapat horizon Argilik (Bt) yang umumnya dimiliki tanah ordo Ultisols dan lapisan A harus di atas 15 % dimana lapisan Argilik (Bt) adalah % liat A x 1,2. Hasilnya yaitu pada ketinngian ±50 mdpl lapisan Argiliknya mencapai 22,8% sedangkan ±80 mdpl lapisan Argiliknya mencapai 22, 8 %.
Kombinasi Pengaruh Media Tanam Akar Pakis dan Arang Sekam Terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit Eucalyptus pellitaL. Muell. Putra, Mufti Perwira; Edwin, Muli
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V No 2 Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v5i2.123

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Febuari sampai April 2016. Penelitian ini berlokasi di persemaian PT Surya Hutani Jaya, Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita L. Muell. dan mengetahui komposisi media tanam yang terbaik untuk pertumbuhan bibit E. pellita. Penelitian disusun menggunakan pola nonfaktorial di dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan media tanam akar pakis dan arang sekam yang masing-masing diulang 4 kali. Perlakuan yang diberikan adalah M0 = akar pakis 100%, M1 = akar pakis 90%+arang sekam 10%, M2 = akar pakis 80%+arang sekam 20%, M3 = akar pakis 70%+arang sekam 30%, dan M4 = akar pakis 60%+arang sekam 40%. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perlakuan berpengaruh tidak signifikan terhadap perkecambahan benih E. pellita, tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang, kekompakan akar serta serangan hama dan penyakit. Jadi perlakuan yang diberikan sama baiknya untuk perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit E. pellita.
Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur Murtinah, Veronika; Edwin, Muli; Bane, Oktavina
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V No 2 Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v5i2.133

Abstract

Kebakaran hutan berdampak terhadap sifat fisika, kimia tanah, biologi tanah, erosi, kapasitas menyimpan air tanah, penghilangan serasah serta humus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kebakaran hutan terhadap sifat fisik dan sifat kimia di Prevab, Taman Nasional Kutai. Tujuan penelitian didekati dengan membandingkan areal bekas terbakar dan areal tidak terbakar. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium, selanjutnya dilakukan analisis data dengan mengacu pada kriteria penilaian sifat fisik dan kimia tanah yang telah ditetapkan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa sampai 19 tahun setelah terbakar, diketahui kebakaran hutan berdampak terhadap sifat fisik tanah, yaitu meningkatnya kerapatan lindak/Bulk Density, penurunan porositas dan permeabilitas tanah serta tekstur tanah dengan fraksi pasir lebih dominan. Sifat kimia tanah memiliki kriteria yang sama antara areal bekas terbakar dan tidak terbakar yaitu pH sangat masam, DHL sangat rendah dan KTK rendah, sedangkan untuk kation-kation basa secara umum lebih tinggi pada areal tidak terbakar dibandingkan dengan areal terbakar, kecuali untuk Kalium (K).
Analisis Status Kerusakan Tanah Pada Lahan Kering di Kampung Jawa Dusun Kabo Jaya, Sangatta Putra, Mufti Perwira; Edwin, Muli
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v6i2.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kerusakan tanah di Kampung Jawa Dusun Kabo Jaya Kecamatan Sangatta Utara. Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dari bulan Juli sampai September 2016. Penelitian ini berdasarkan metode survei tanah, pengambilan sampel tanah dan pengamatan lapangan. Kemudian penetapan status kerusakan tanah mengacu pada peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Tahun 2006 Tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa. Kedua lokasi penelitian merupakan lahan budidaya, pertama adalah lahan tanaman Jati yang berumur 15 tahun, kedua adalah lahan semak bekas kebun. Kedua lahan tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama, terutama topografi. Tanah di kedua lokasi merupakan jenis tanah masam. Dari 10 parameter yang digunakan untuk menilai status kerusakan tanah, terdapat 2 parameter yang melebihi ambang kritis, yaitu pH dan DHL, sehingga kedua lokasi merupakan lahan yang telah mengalami penurunan kualitas, terutama dalam produksi biomassa. Oleh karena itu perlu ada upaya konservasi atau perbaikan lahan terutama untuk mengurangi tingkat keasaman tanah.
Pendugaan Cadangan Karbon Atas Permukaan Menggunakan Citra Satelit Di Areal Ijin Industri Metanol Kecamatan Bengalon Putra, Mufti Perwira; Edwin, Muli; Oktapianus, Oktapianus
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid X Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v10i2.471

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis cadangan karbon atas permukaan pada areal yang akan dilakukan land clearing oleh perusahaan industri methanol di Sekerat Kecamatan Bengalon, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan analisis kuantitatif. Analisis tutupan lahan dilakukan dengan penerapan teknologi Sistem Informasi Geografis dan analisis karbon atas permukaan dilakukan dengan menggunakan persamaan allometrik. Hasil ditemukan sebanyak 12 jenis tipe tutupan lahan. Pada 7 jenis tipe tutupan lahan tersebut merupakan areal non vegetasi yaitu lahan kosong, pemukiman, bangunan industri, rumput rawa, jalan hauling, jalan raya, dan danau memiliki total luasan sebesar 222,09 ha. Pada 5 tipe tutupan lahan lainnya merupakan areal bervegetasi yaitu hutan lahan basah sekunder, hutan lahan kering sekunder, semak belukar, mangrove dan hutan pantai dengan luas total 855,70 ha. Berdasarkan analisis diketahui cadangan karbon atas permukaan total 176,80 ton/ha. Cadangan karbon terbesar ditemukan pada hutan lahan kering sekunder sebesar 46,11 ton/ha dan terkecil pada semak belukar sebesar 0,34 ton/ha.