Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Forensic Findings in Exhumation Cases in North Sulawesi in 2019-2020 Aurelie B. Kasenda; Erwin G. Kristanto; Nola T. S. Mallo
e-CliniC Vol. 10 No. 1 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i1.37368

Abstract

Abstract: Exhumation is a procedure of removing a corpse carried out for medicolegal investi-gations, relocation, or other purposes. This study aimed to determine the overview of forensic findings in exhumation cases in North Sulawesi during the years 2019-2021. This was a descriptive and retrospective study using data of Visum et Repertum. The results obtained five cases of exhumation during the period of January 2019-August 2021. In year 2019 there was the most frequent exhumation performed, namely three cases (60%). Based on sex, three (60%) corpses were female. In 80% of the cases, the cause of death could still be determined, while in 20% of cases could not be determined anymore. Age was dominated by the adult age group, namely 26-45 year olds. The pattern of the wounds found were blisters, bruises, and lacerations with the same number and the most common location was in the head area. In conclusion, most of the forensic findings in exhumation cases in North Sulawesi registered at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado year 2019-2021 could reveal the most common cause of death, namely blunt force trauma with bruises, abrasions, as well as lacerations, and head as the most common site of injury.Keywords: exhumation; forensic findings Abstrak: Ekshumasi merupakan prosedur penggalian jenazah yang dilakukan untuk kepentingan investigasi medikolegal, relokasi, ataupun tujuan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran temuan forensik pada kasus ekshumasi di Sulawesi Utara tahun 2019-2021. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan Visum et Repertum. Hasil penelitian mendapatkan lima kasus ekshumasi selama periode Januari 2019-Agustus 2021. Tahun 2019 merupakan tahun dengan kasus ekshumasi terbanyak yaitu sebanyak tiga kasus (60%). Jenis kelamin paling banyak ialah jenazah perempuan dengan jumlah tiga kasus (60%). Pada 80% kasus ekshumasi dapat ditentukan sebab kematiannya, sedangkan pada 20% tidak dapat ditentukan lagi. Usia didominasi oleh kelompok usia dewasa yaitu 26-45 tahun. Pola luka yang ditemukan ialah luka lecet, luka memar, dan luka robek dengan jumlah yang sama serta lokasi terbanyak ditemukan ialah pada daerah kepala. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar temuan forensik pada kasus ekshumasi di Sulawesi Utara yang tercatat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou tahun 2019-2021 dapat mengungkapkan sebab kematian, yang terbanyak yaitu kekerasan tumpul dengan jumlah luka memar, lecet, dan robek yang sama serta lokasi cedera tersering pada kepala.Kata kunci: ekshumasi; temuan forensik
Gambaran Pola dan Derajat Luka pada Kasus Kekerasan dengan Permintaan Visum et Repertum di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Tahun 2020-2021 Herva P. D. Karwur; Erwin G. Kristanto; Djemi Tomuka
e-CliniC Vol. 11 No. 2 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i2.44758

Abstract

Abstract: Visum et Repertum is a written statement from a doctor at the official request of an authorized law enforcement officer with the aim of conducting a forensic medical examination to determine the cause and severity of wound. This study aimed to obtain the profile of pattern and severity of wounds in cases of violence with VeR request at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado in 2020-2021. This was a descriptive and retrospective study using medical record data. The results found 70 cases of violence with VeR request in 2020-2021. The year 2020 showed the highest number of cases of violence with visum et repertum, namely 43 VeRs (61.8%) while in 2021 there was 27 VeRs (38.6%). The majority of cases were dominated by males with 64 cases (91.4%) versus 6 (8.6%) cases in females. Age group was dominated by teenagers of 12-16 years old and early adults of 17-25 years old. The pattern of wounds was mostly sharp force injury in 43 cases followed by blunt force injury in 17 cases. The severity of wounds was dominated by moderate category as many as 51 cases stated at the VeRs. In conclusion, the description of the pattern and severity of wounds in cases of violence with request for VeR at Prof Dr. R. D. Kandou Hospital in 2020-2021 revealed that most victims were male with sharp force injury of moderate severity.      Keywords: Visum et Repertum; pattern of wound; severity of wound   Abstrak: Visum et Repertum (VeR) adalah keterangan tertulis dari seorang dokter atas permintaan resmi dari penegak hukum dengan tujuan untuk mencari penyebab dan derajat keparahan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola dan derajat luka pada kasus kekerasan dengan permintaan VeR di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2020-2021. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medis. Hasil penelitian mendapatkan 70 VeR selama 2020-2021. Pada tahun 2020 didapatkan jumlah kasus kekerasan dengan pembuatan VeR terbanyak yaitu sebanyak 43 VeR (61,8%) sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 27 VeR (38,6%). Jenis kelamin terbanyak ditemukan ialah laki-laki dengan jumlah 64 (91,4%) kasus. Usia didominasi oleh usia remaja 12-16 tahun dan dewasa muda 17-25 tahun. Pola luka terbanyak pada kasus kekerasan tajam yaitu 43 kasus dan kekerasan tumpul sebanyak 17 kasus yang didominasi dengan derajat perlukaan sedang sebanyak 51 kasus dalam keterangan VeR. Simpulan penelitian ini ialah gambaran pola dan derajat luka pada kasus kekerasan dengan permintaan Visum et Repertum di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou tahun 2020-2021 mengungkapkan korban terbanyak dialami oleh laki-laki dengan jenis luka kekerasan tajam dan derajat keparahan luka derajat sedang. Kata kunci: Visum et Repertum; pola luka; derajat luka
Analisis Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2021 Amelia N. Sambominanga; Djemi Tomuka; Erwin G. Kristanto
e-CliniC Vol. 12 No. 1 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i1.45230

Abstract

Abstract: To date, traffic accidents rank number three as the cause of death in Indonesia. Traffic accident cases result in material loss, disability, and even death. This study aimed to analyze traffic accident cases at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in 2021. This was a descriptive and retrospective study using patients’ medical records. The results obtainedd 85 cases of traffic accidents. Most accident cases occurred in July 2021 with a total of 13 cases (15%). The accident victims were predominated by men, namely 66 cases (77.6%). The most frequent age range was 12-25 years with a total of 37 cases (43.5%). The most common wound pattern was abrasion with a total of 48 cases (37%). Most of the injuries occurred on the head with a total of 89 cases (68%). In conclusion, the highest percentage of traffic accident cases in 2021 was in July 2021. The majority of cases were men, age range 12-25 years, with abrasion as the wound pattern located on the head.   Keywords: traffic accidents; accident victims; sexes, ages; wound pattern; wound location   Abstrak: Kecelakaan lalu lintas menempati urutan nomor tiga penyebab kematian di Indonesia. Kasus kecelakaan lalu lintas mengakibatkan kerugian material, kecacatan, bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus kecelakaan lalu lintas di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2021. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medik pasien. Hasil penelitian mendapatkan 85 kasus kecelakaan lalu lintas. Kasus kecelakaan terbanyak terjadi pada bulan Juli 2021 dengan total 13 kasus (15%). Jenis kelamin didominasi oleh laki-laki yaitu sebanyak 66 kasus (77,6%). Rentang usia terbanyak yaitu 12-25 tahun dengan total 37 kasus (43,5%). Pola luka terbanyak yaitu luka lecet dengan total 48 kasus (37%) dan lokasi perlukaan terbanyak terjadi di bagian kepala dengan total 89 kasus (68%). Simpulan penelitian ini ialah kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2021 terbanyak terjadi pada bulan Juli, didominasi oleh jenis kelamin laki-laki, rentang usia 12-25 tahun, pola luka lecet dengan lokasi perlukaan di bagian kepala. Kata kunci: kecelakaan lalu lintas; korban kecelakaan; jenis kelamin; usia, pola luka; lokasi perlukaan