Zahroh Shaluhiyah
Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro Semarang

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Tradisi Kekerasan Seksual sebagai Simbol Kekuasaan pada Anak Jalanan di Kota Semarang Aditya Kusumawati; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 1, Januari 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.548 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.1.17-31

Abstract

ABSTRAK Anak jalanan adalah kelompok berisiko tinggi berbagai bahaya dibandingkan kelompok lain.Berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Anak, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak di Indonesia sepanjang 2008 meningkat 30% atau 4,2 kasus per hari. Komnas Anak menetapkan tahun 2013 sebagai “Darurat Nasional Kejahatan Seksual terhadap Anak”. Penelitian ini bertujuan mengetahui tradisi kekerasan seksual pada anak jalanan di Kota Semarang. Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi adalah anak jalanan di Kota Semarang dengan subyek anak jalanan Kota Semarang yang memiliki pengalaman kekerasan seksual perkosaan dan dipilih menggunakan purposive sampling sebanyak 5 orang. Pengambilan data primer dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dengan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Jenis kekerasan seksual meliputi perkosaan per vaginal (perempuan) dan perkosaan per anal (laki-laki) dilakukan oleh individu maupun massal. Kekerasan seksual dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Dampak yang ditimbulkan meliputi psikologis, sosial, dan fisik. Kekerasan seksual yang dialami anak jalanan adalah bagian dari norma sosial dan berkembang sebagai tradisi yang tidak disadari sebagai kekeraan seksual. Sehingga kekerasan seksual masih dialami mayoritas anak jalanan bahkan terus meningkat. Saran dalam penelitian ini adalah optimalisasi program dan kerjasama berbagai pihak terkait meliputi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, LSM, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak, Lembaga Hukum, dan peneliti lainnya untuk penanggulangan kekerasan seksual pada anak jalanan. Kata Kunci : kekerasan seksual, anak jalanan, semarang ABSTRACT Sexual Abuse Tradition among Street Children in Semarang Municipality; Street children is the high risk group of many harmful than others. It caused the effect wasn’t simple like their understanding about sexual abuse. Based on Komisi Nasional Perlindungan Anak data, sexual abuse cases among children in Indonesia as long as 2008 increase to 30% or 4,2 cases per day. Komnas Anak decided 2013 be the “Sexual Crime National Emergency among Children”. Study purposed was to know the image of sexual abuse among street children in Semarang Municipality. Population are street children in Semarang Municipality and the subject are street children by sexual abuse experience in rape category and suit to inclusion criteria choosen by purposive sampling method. There are 5 persons. Primary data collection through in-depth interviews and observation. Data analysis was developed by data reduction, data display, and conclusions. The kinds of sexual abuse were per vaginal rape, per anal rape, commited by personal or collective. Sexual abuse carried out by whoever, in wherever, and whenever. The effects are psichology, social, and physic. Sexual abuse among street children is part of social norm and developed be the unconcious sexual abuse tradition. The result is majority of street children still got the sexual experience even increasing nowadays. Suggests are optimalization the program and cooperation all of side, such as Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, LSM, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak, Lembaga Hukum, and others researcher to tackling the sexual abuse among street children. Keyword : sexual abuse, street children, semarang
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemakaian Kondom Konsisten Saat Melakukan Hubungan Seksual Pada Laki-Laki Pengguna Napza Stimulan Di Kota Semarang Ratna Dewi Handayani; Zahroh Shaluhiyah; Kusyogo Cahyo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.028 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.134-137

Abstract

ABSTRAKPenelitian pencegahan penularan IMS dan HIV/AIDS melalui hubungan seksual pada pengguna napza suntik yang dilakukan oleh Pusat penelitan Unika Atmajaya menjelaskan bahwa penasun menyadari bahwa menggunakan kondom saat berhubungan seksual merupakan pencegahan terbaik, tetapi penggunaan kondom secara konsisten baru mencapai 19-40% dan dilakukan hanya pada pasangan komersial, sedangkan pada pasangan tetap tidak dilakukan. Pada penelitian ini subyek penelitian dikhususkan pada pengguna napza stimulan mengingat efek yang ditimbulkan salah satunya adalah peningkatan gairah seksual dan perilaku seksual bebas, tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemakaian kondom konsisten saat melakukan hubungan seksual pada laki-laki pengguna napza stimulan  di kota Semarang.   Penelitian dilaksanakan dengan metode kuantitatif-explanatory research pendekatan cross sectional kepada seluruh pengguna napza stimulan yang ada dikota Semarang- dibawah binaan HR LSM Graha Mitra.Hasil penelitian menunjukkan 43 orang responden pengguna shabu-sabu dan extacy dimana 36 diantaranya hanya menggunakan extacy saja.  Mereka menggunakan kondom secara konsisten 55.8%, dan tidak menggunakan kondom secara konsisten sebanyak 44.2%. Analisis bivariat penelitian bermakna pada sikap, persepsi manfaat, persepsi kemampuan diri, dan dukungan pasangan seksual. Sedangkan penelitian tidak bermakna pada karakteristik (umur, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, tempat tinggal, status HIV, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, keterjangkauan akses kondom dan ketrampilan pemakaian kondom.  Analisis multivariat memperlihatkan adannya pengaruh variabel independen kepada variabel dependen yaitu sikap dan dukungan pasangan seksual dengan probabilitas penggunaan kondom secara konsisten pada pengguna napza stimulan 13.9%. Kata Kunci: Perilaku, Kondom Konsisten, Napza stimulant. Factors That Affect The Behavior Of Consistent Condom Use During Sexual Intercourse On A Male Stimulant Drugs Users In The City Of Semarang: Research on the prevention of the transmission of STI and HIV/AIDS through sexual intercourse on people who use drugs by injection the study centre Unika Atmajaya explained that IDU’s realized that using condoms during sexual intercourse is the best prevention, but condom use is consistently achieving new 19-40% and is done only on the commercial, while couples on couples still isn't done. On the research subject of research is devoted to users who use drugs stimulants given effect posed one is an increase in sexual arousal and sexual behaviour, the research objectives knowing the factors that affect the behavior of consistent condom use during sexual intercourse on a male stimulant drugs users in the city of Semarang. Research carried out by quantitative methods-explanatory research approach of cross sectional to all users who use drugs stimulants that exists in the city of Semarang-under the patronage of HR NGOS Graha Mitra.The results showed 43 people respondents shabu shabu users sabu and extacy where 36 of them only use the extacy only. They use condoms consistently 55.8%, and not using condoms consistently as much of 44.2%. Analysis of meaningful research on bivariat attitude, perception, perception of the ability of self benefit, and support sexual partners. While the research does not mean on the characteristics (age, education, occupation, marital status, place of residence, HIV status), knowledge, perception, perception of the severity of the vulnerability, the affordability of access condoms and condom use skills. Multivariate analysis shows that influence the dependent variable to the independent variable i.e. attitude and sexual partner support with a probability of use condoms consistently on people who use drugs stimulants 13.9%.Key Words; behavior, Condom Consistently, stimulant Drugs
Langkah Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Semarang Aam Amalia; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 8, No. 2, Agustus 2013
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.701 KB) | DOI: 10.14710/jpki.8.2.90 - 99

Abstract

ABSTRAKCakupan ASI Eksklusif di Kab.Semarang dalam kurun waktu tahun 2005-2011 hanya bergerak pada angka 32,4 %, sementara cakupan ASI Eksklusif secara nasional sebesar 80%. Tujuan penelitian ini untuk analisis Implementasi Program ASI Eksklusif di Kab.Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri dari informan primer yaitu jajaran Dinas Kesehatan, dan triangulasi yaitu Ketua Pokja IV PKK, Ketua Muslimat, Ketua Gabungan Organisasi Wanita dan Direktur Rumah Bersalin Harapan Bunda. Teknik analisa datamenggunakan content analysis/analisa isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ASI eksklusif yang meliputi sosialisasi, advokasi, kampanye, pelatihan konselor ASI dan kelompok pendukung ASI, hanya sosialisasi dan advokasi ASI eksklusif yang berjalan namun belum optimal, hal ini dikarenakan program ASI eksklusif belum merupakan program prioritas di Kab Semarang. Saran bagi Pemerintah Kab.Semarang dapat melaksanakan Peraturan Gubernur tentang Peningkatan Pemberian ASI ekslusif dan bagi Dinas Kesehatan Kab.Semarang memprioritaskan program ASI eksklusif sehingga dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Kab.Semarang.Kata Kunci : Implementasi, ASI eksklusif, Sosialisasi, AdvokasiABSTRACTCoverage of exclusive breastfeeding in Semarang District in 2011 is only 32.4%, It is far from the national target of 80%. The purpose of this study is to analysis the implementation of exclusive breastfeeding program in Semarang District. This study uses the qualitative approachto the subject of study which consists of primary resource persons, they are Head of District Health Office and resource persons of triangulation, they are Chairman of Working Group IV of PKK (Empowerment of Family Welfare), Chairman of Muslimat NU (Nahdlatul Ulama), Chairman of GOW (Woman Organization Group), and Director of Harapan Bunda Hospital.The technique of Data analysis used in this study is content analysis. The result of this study is that the exclusive breastfeeding program which includes socialization, advocacy, campaign, training of breastfeeding counselors, and supporting groups of breastfeeding, only two of them: those are socialization and advocacy which run, but they are not optimal. This is because the program has not been a priority in Semarang District. Suggestion for the local government (Semarang District) is to implement the Governor Regulations on Improving Exclusive Breastfeeding, and for Semarang District Health Office to prioritize the programs of exclusive breastfeeding in order to increase the coverage of exclusive breastfeeding of Semarang District.Keyword : Implementation, Exclusive Breastfeeding, Socialization, Advocacy
Niat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jawa Tengah Dalam Upaya Mencegah Tertular HIV dan AIDS Noveri Aisyaroh; Antono Suryoputro; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 6, No. 1, Januari 2011
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.125 KB) | DOI: 10.14710/jpki.6.1.89-100

Abstract

Para TKI berisiko terhadap berbagai jenis kejahatan seperti kekerasan, prostitusi, perdagangan manusia, sampai terinfeksi penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan explanatory research, dengan cross-sectional dan kuantitatif (metode survei) serta pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah TKI yang telah bekerja di luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden berniat untuk mencegah infeksi HIV dan AIDS dan 90% dari responden memiliki pengetahuan kurang tentang HIV dan AIDS. Setengah dari responden mengatakan memiliki pengalaman yang baik di tempat kerja mereka, persepsi kerentanan adalah 53,3%, persepsi kegawatan 56,7%, persepsi respon yang efektif adalah 63,3%, kemampuan persepsi-diri adalah 53,3%, faktor rekan pendukung adalah 66,7%, manfaat dari pelatihan 63,3%, dan pengaruh dari tes kesehatan yang mendukung adalah 63,3%. Ada tiga faktor yang secara bersamaan mempengaruhi niat pekerja dalam mencegah HIV dan AIDS yaitu persepsi kegawatan HIV dan AIDS 79,528 kali lebih besar, faktor rekan pendukung 33,724 kali lebih besar dan status perkawinan telah menikah 14,609 kali lebih besar.Kata Kunci : Niat, TKI, HIV, AIDSIndonesian Migrant Workers (TKI) Intention to Prevent HIV and AIDS in Central Java; The Indonesian migrant workers are at risk of various types of crimes such as violence, prostitution, human trafficking, until various types of infectious diseases due to risky sexual relationships, including HIV/AIDS. This was an explanatory research, with cross-sectional type and both of quantitative (survey methods) and qualitative approaches. The respondents in this study were Indonesian Migrant Workers (TKI) that has been working abroad. The results of research indicated that 60% of respondents intended to prevent HIV and AIDS infections and 90% of respondents had less knowledge about HIV and AIDS. Half the respondents said having good experience in their workplaces, susceptibility perceptions was 53.3%, criticalness perception was 56.7%, effective response perception was 63.3%, self-ability perception was 53.3%, the supporting colleague factor was 66.7%, the benefits to provide training was 63.3%, and the influence of supporting health tests was 63.3%. There are three factors that simultaneously affecting to workers intention in preventing HIV and AIDS such as perception about criticalness of HIV and AIDS 79.528 times greater, the factor of supporting colleagues33.724 times greater and marital status of have married 14.609 times greater. Keywords : Intention, Indonesia Migrant Workers, HIV, AIDS
Pengaruh Sikap Teman dan Orangtua terhadap Stigma ODHA oleh Mahasiswa Keperawatan STIKes Kota Yogyakarta Ima Kharimaturrohmah; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 8, No. 2, Agustus 2013
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.663 KB) | DOI: 10.14710/jpki.8.2.131-140

Abstract

ABSTRAKStigma ODHA merupakan salah satu aspek yang dapat menghambat program pencegahan penularan HIV/AIDS. Salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS adalah melalui pendidikan perguruan tinggi. Penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta dengan cukup banyak mahasiswa keperawatan yang pengetahuan, sikap dan keberadaan stigma ODHAnya belum pernah diteliti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan crossectional. Pengumpulan data menggunakan angket dengan sampel adalah proportional random sampling sejumlah 174 orang mahasiswa STIKES di Kota Yogyakarta yang dilakukan dari Oktober- Desember 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden 55,2 % tidak menstigma ODHA dan sebanyak 44,8 % menstigma ODHA dan terdapat 2 variabel yang berpengaruh terhadap stigma ODHA yaitu sikap teman terhadap ODHA OR= 2,167 dan sikap orangtua terhadap ODHAOR= 2,097. Mahasiswa keperawatan dengan sikap teman dan sikap orangtua negatif terhadap ODHA memiliki kemungkinan menstigma ODHA lebih tinggi dibandingkan mahasiswa keperawatan yang memiliki sikap teman dan sikap orangtua positif terhadap ODHA.Kata kunci: Sikap Teman, Orangtua , Stigma, ODHA, Mahasiswa keperawatanABSTRACTThe influence of friends and parents attitude towards people living with HIV Stigma by Nursing Students STIKes in Yogyakarta; Stigma of PLHA is an aspect are disrupts the program of HIV / AIDS infection prevention. One most effective method to improve knowledge about HIV/AIDS is education at colleges. This study is carried out at Yogyakarta municipality whereby knowledge, attitudes about HIV/AIDS and the presence of stigma of PLHA among nursing student have never been observed.The aims of this research is to know and identify the factors influencing the existence of stigma by nursing student to PLHA.The study was descriptive cross sectional design. Data were collected by questioners using samples of proportional random sampling in which 174 nursing students in Yogyakarta municipality became the respondents during the research performed from October to December 2012.That most respondents 55.2% of respondents do not stigmatize of PLHA and 44.8% of the respondents stigmatizing PLHA and the study found two variables that had effects on stigmatized of PLHA are peers attitudes towards PLHA OR = 2.167 and parents’ attitudes towards PLHA OR = 2.097. Nursing students with negative peers attitudes and negative parents attitudes of PLHA had higher risk for stigma PLHA than Nursing students with positive peers attitudes and positive parents attitudes of PLHAKeywords: Peers attitudes, Parents, Stigma, PLHA, Nursing students
Pengetahuan Pendidik Sebaya Mempengaruhi Pemberian Informasi KRR di Kabupaten Kulon Progo Herlin Fitriani Kurniawati; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 9, No. 2, Agustus 2014
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.956 KB) | DOI: 10.14710/jpki.9.2.162-171

Abstract

ABSTRAKPendidik sebaya dibutuhkan untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi remaja. Remaja lebih memilih menerima informasi dari sebayanya. Namun materi KRR yang disampaikan masih belum lengkap. Tujuan penelitian adalah menganalisis perilaku pendidik sebaya dalam memberikan informasi KRR pada siswa SMA di Kabupaten Kulon Progo DIY. Metode Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif (explanatory research) dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pendidik sebaya di SMA di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 81 orang dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen pengambilan data berupa angket. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan pendidik sebaya yang berperilaku baik dalam memberikan informasi KRR (51.9%) dan yang berperilaku baik (48.1%). Perilaku pendidik sebaya dalam memberikan informasi KRR dipengaruhi oleh pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja (OR=2.972), ketersediaan sarana yang mendukung pendidik sebaya dalam memberikan informasi KRR (OR=2.886). BPMPDP dan KB perlu mengadakan penyegaran materi KRR serta meningkatkan advokasi dan sosialisasi dengan kepala sekolah.Kata kunci : pendidik sebaya, perilaku, pemberian informasi KRRABSTRACTPeer Educators’s Knowledge Influencing Giving Information about Adolescent Reproductive Health in Kulon Progo; Peer education are needed to provide information on adolescent reproducyive health (ARH) to peers. Teens prefer to receive reproductive health information from peers. But ARH material presented by peer educators still incomplete. The objective is to determine the behavior of peer educators in providing reproductive health information to adolescents in high school students in Kulon Progo District of Yogyakarta. This research is a part of explanatory research with cross sectional design. The population in this study was peer educators in high school in Kulon Progo district of Yogyakarta as many as 81 people, sample of this research is the number of total population. Data collection instruments such as questionnaires. Data was analyzed by univariate, bivariate and multivariate analyzes.The results showed that peer educators well behave in providing information on ARH (51.9%) and were well missbehaved (48.1%). Peer educators behavior influenced by the knowledge adolescent reproductive health (OR=2.972), availability of facilities that support peer educators in providing information (OR=2.886. Advice for Department of Community, Village Governance, Women and Family Planning (BPMPDP dan KB) in Kulon Progo district of Yogyakarta to hold refreshing material ARH and assignments for peer educators and to increase an advocacy and socialization to the principal.Keywords: peer educators, behavior, giving information ARH
Stigmatisasi Bidan pada Ibu Hamil dengan HIV dan AIDS di Kota Semarang Ayu Fitriani; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 8, No. 1, Januari 2013
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.173 KB) | DOI: 10.14710/jpki.8.1.79-89

Abstract

Stigmatisasi karena HIV dan AIDS telah diakui sebagai salah satu tantangan terbesar untuk meningkatkan perawatan HIV dan AIDS di seluruh dunia. Stigmatisasi bidan pada ibu hamil dengan HIV dan AIDS merupakan hasil keterwakilan dari tiga komponen dalam proses kognitif bidan, yaitu pelabelan ibu hamil HIV dan AIDS, penilaian ringkas mengenai ibu hamil HIV dan AIDS serta budaya dan pengalaman bidan yang didapat dari lingkungan bidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stigmatisasi bidan pada ibu hamil dengan HIV dan AIDS di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan mengaplikasikan teori sosial kognitif. Subjek penelitian terdiri dari 4 kelompok diskusi, yaitu kelompok diskusi bidan rumah sakit, bidan puskesmas, bidan praktik swasta dan bidan PMTCT. Pengambilan data dilakukan dengan teknik focus group discussion (FGD). Analisis data dengan analisis kualitatif dan diolah dengan cara deskriptif isi. Penelitian ini menunjukkan bahwa stigmatisasi ibu hamil HIV dan AIDS lebih banyak ditemukan di kelompok diskusi bidan praktik swasta dibanding kelompok diskusi lainnya. Sebagian besar bidan praktik swasta menganggap ibu hamil HIV dan AIDS adalah wanita pekerja seks dan seseorang yang memiliki perilaku menyimpang, menganggap ibu hamil HIV dan AIDS memiliki virus mematikan dan membahayakan sehingga bidan akan membedakan pelayanan pada ibu hamil HIV dan AIDS dengan pasien lainnya. Kata Kunci: stigmatisasi, ibu hamil HIV dan AIDS, bidan ABSTRACT Stigmatization By Midwives Toward Pregnant Women With HIV and AIDS In Semarang City; Stigmatization because of HIV and AIDS has been recognized as one of the biggest challenges to improve the care of HIV and AIDS patients worldwide. Stigmatization by midwives toward pregnant women with HIV and AIDS is result of representation of the three components in cognitive process,namely: labeling of pregnant women with HIV and AIDS, evaluation summary of pregnant women with HIV and AIDS ,and supportive knowledge structure about pregnant women with HIV and AIDS. The aim of this study was to know stigmatization by midwives toward pregnant women with HIV and AIDS in Semarang City. This research used qualitative method, with application of social cognitive theory. Subjects consisted of four discussion groups, namely midwives who work in hospital, primary health center, private midwives and PMTCT service . Data collection with focus group discussion (FGD). Data analysis with qualitative analysis and processed by content analysis. This study showed that stigmatization by midwives toward pregnant women with HIV and AIDS were more common in private midwives compared to other discussion groups. Most of the midwives in private practice considered pregnant women with HIV and AIDS is a female sex worker and a person who has deviant behavior, considered pregnant women with HIV and AIDS has deadly and dangerous virus therefore they will differentiate the service in pregnant women with HIV and AIDS with other patients. Keywords: stigmatization, pregnant women with HIV and AIDS, midwives
Peran Manager Karaoke Terhadap Praktik Penggunaan Kondom dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Kota Ambon Nova Bugis; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 8, No. 2, Agustus 2013
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.874 KB) | DOI: 10.14710/jpki.8.2.141-150

Abstract

ABSTRAKWPSTL termasuk dalam kelompok resiko tinggi dalam penyebaran kasus IMS dan HIV&AIDS karena pekerjaan mereka yang terselubung. Survei STBP 2011 dan Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kondom pada WPSTL masih sangat rendah di Indonesia. Di Tujuan Penelitian ini adalah dukungan manager terhadap praktik penggunaan kondom pada WPSTL dalam upaya pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Kota Ambon. Metode penelitian ini adalah Explanatory Research dengan pendekatan Cross sectional Study. Metode pengambilan sampel adalah Simple random sampling sebanyak 100 WPSTL. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (61%) tidak konsisten dalam praktik penggunaan kondom selama 1 bulan terakhir. Hasil analisis bivariat menunjukkan dukungan manager memiliki hubungan yang siginifikan dengan praktik penggunaan kondom. Analisis multivariat dukungan manager paling berpengaruh terhadap praktik penggunaan kondom dimana WPSTl yang mendapat dukungan dari manager kemungkinan 4,8 kali lebih besar untuk melakukan praktik penggunaan kondom yang konsisten dibandingkan WPSTL yang tidak mendapat dukungan manager. Perlu pembinaan bagi pihak manajemen tempat hiburan dalam mendukung program penanggulangan IMS dan HIV/IDS.Kata kunci : Praktik Penggunaan Kondom, Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung, Dukungan ManagerABSTRACTKaraoke Manager Role Against Condom Use Practices for Prevention of STI and HIV/AIDS in Ambon; Indirect sex worker is a part of high risk group in the case of the spread of STIs and HIV & AIDS because their jobs are covert. IBBS Survey 2011 and Research indicates that the use of condoms on indirect sex worker still very low in Indonesia. On the purpose of this study is to support the practice manager at indirect sex worker condom use in preventing STIs and HIV / AIDS in in Ambon City. This research method is explanatory research with cross sectional approach. The sampling method is simple random sampling 100 indirect sex workers. Data collection instrument in the from questionnaires. The data were analyzed by univariate, bivariateand multivariate. The results showed that majority respondent (61%) inconsistent condom use in practice during the last 1 month. Bivariate analysis shows that support from manager are related with practice of using condom. multivariate analysis support manager most influence on the practice of condom use where indirect sex worker who has the support of the managerlikely 4.8 times more likely to practice consistent condom use compared indirect sex worker who do not have the support manager. Need guidance for the management of entertainment in support of prevention programs STI and HIV / AIDS.Keywords : Practice of using Condom, Indirect Sex Workers, Support From Manager
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Jarum Suntik Bergantian Diantara Pengguna Napza Suntik Di Kota Semarang Heri Winarno; Antono Suryoputro; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 3, No. 2, Agustus 2008
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.971 KB) | DOI: 10.14710/jpki.3.2.74-85

Abstract

Background : The cumulative case of Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) in Indonesia by the year 2007 was reported transmitted mostly through drug injection. We understand that injecting drug users facing a high risk to be infected by HIV / acquired immunodeficiency syndrome from two different source of transmission. First, through needlesharing and second through unsafe sexual intercourse this usually came along the drug use. This study is aimed to analyze factors related to needle sharing practise among injecting drug users in Semarang City.Method : This was an explanatory study, employed a survey method and cross sectional as the research design. Target population in this research was all injecting drug users in Semarang City. There were 75 respondents from 56 minimum sample size required involved in this research, selected by applying snowball sampling technique. Chi – Square analysis and biserial correlation were applied to measure bivariate correlation and logistic regression was used for multivariate analysis.Results : Out of the 75 injecting drug users, 34,7% IDUs experience needle sharing during the last six month. It was found that needle sharing associated with knowledge of HIV/AIDS, perceived barrier of using sterile needle, low self-efficacy, needle exchange program use, availability of sterile needles, voluntary counseling and testing, and peer norms. Needle sharing was also associated with frequency of IDUs met outreach worker, but not associated with perceived susceptibility of HIV, perceived severity of AIDS, and perceived benefit of using sterile needle. Logistic regression found needle sharing to be more likely among injecting drug users have less knowledge of HIV/AIDS and low self-efficacy.Key words : needle sharing practise, injecting drug users, HIV/AIDS
Mitos Seks dan Keperawanan dalam Majalah GADIS Periode Tahun 2006-2012 Dewa Ayu Putu Mariana Kencanawati; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 8, No. 1, Januari 2013
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.135 KB) | DOI: 10.14710/jpki.8.1.1-8

Abstract

ABSTRAKAdanya budaya tabu di masyarakat untuk membicarakan seksualitas di ruang publik melahirkan mitos mengenai seksualitas yang sebagian besar keliru dan banyak diyakini remaja. Hal ini juga mengakibatkan remaja mencari sumber informasi seks pada media salah satunya adalah melalui majalah. Majalah GADIS merupakan majalah remaja putri pertama dan memiliki pembaca yang banyak . Majalah GADIS memberikan info mengenai seksualitas pada rubrik sexita sejak tahun 2006.untuk itu penting untuk mengetahui mitos seks yang dimuat dalam majalah GADIS.Tujuan dalam penelitian ini adalah mendapatkan gambaran mengenai mitos seksualitas dalam majalah GADIS. Penelitian ini menggunakan pendekatan interaksionisme simbolik dengan metode tematik konten analisis dan penjelasannya dilengkapi dengan metode kualitatif. Adapun beberapa mitos seks dalam majalah GADIS adalah mitos mengenai perilaku seks remaja (yang berkaitan dengan kehamilan) dan keperawanan (banyak dikaitkan dengan ciri fisik seorang wanita). Kesimpulannya adalah GADIS telah memuat beberapa mitos keliru mengenai seks dan memberikan penjelasan secara singkat,m namun berdasarkan triangulasi ternyata pembaca GADIS masih meyakini mitos tersebut sebagai sebuah kebenaran. Untuk itu penulis menyarankan untuk membuat forum diskusi remaja, orang tua, praktisi dan akademisi kespro untuk dapat duduk bersama dan membahas mitos seksualitas, dan diharapkan hasil diskusi tersebut dapat dipublikasikan agar pandangan masyarakat terhadap mitos seks yang keliru tersebut dapat berubah Kata Kunci : mitos, seksualitas, remajaABSTRACTSex And Virginity Myth In GADIS Magazine (2006-2012); The taboo to talk about sexuality in the public pace makes myth about sex developed more rapidly in teenager. Mostly that myth is false, so their attitute in sexuality become wrong either.One of all media that giver teenageinformation about sexuality is magazine. GADIS magazine is the first gril magazine in Indonesia. Since 2006, GADIS magazine gives information about sexualit in sexita rubric. That’s why very important to know about myth of sexuality in GADIS magazine since 2006-2012. The aim of this research is have a depoiction about myth of sexuality ion GADIS magazine. This research use Interactionism simbolic approach, with tematic content analysis anda the eksplanation was complete with kualitatif method, the saple of this research use purposive sampling with 72 magazine. GADIS depict two myth of sexuatity they are about sexual behaviour ( all thing are link with pregnancy) and virginity (All about virgin sign). GADIS gives a short right explanation about this myth but reader can not interpreat it right. So I suggest to make a forum discussion about teen sexual myth and publis the result in media. Keywords : Myth, Sexuality and Teenager